RAJA GANGSTER SUDAH MATI

RAJA GANGSTER SUDAH MATI
BERITA MENGEJUTKAN


__ADS_3

"Sialan kenapa ayah bodoh itu tak meninggalkan satu surat pun sebelum dia mati, sekarang siapa yang akan menggantikannya"


Anak terakhir dari tiga bersaudara kesal karna Ayahnya mati tanpa memberitahu siapa yang akan menggantikannya sebagai sang Raja Gangster. Brian, anak yang akan melakukan apapun agar tujuannya tercapai. Memiliki dua Kakak yang juga memiliki daerah kekuasaannya masing masing.


"Hey Daniel, apakah kau tahu ayah sudah mati?" Brian menghubungi kakak pertamanya yang bernama Daniel.


"Apa? yang benar saja, kau pasti bercanda kan" Kaget Daniel mendengar berita itu.


"Aku serius kak Ayah sudah mati, apakah kau tidak mendengar beritanya di televisi?" Brian meyakinkan kakaknya.


"Jadi bagaimana ini? siapa yang akan menggantikan posisi nya?" tanya Daniel


"Nah soal itu bagaimana kalau aku saja kak" Brian menawarkan diri.


"Yang benar saja kau itu anak terakhir, tak pantas menggantikan Ayah" Daniel tak setuju dengan keputusan Brian itu.


"Justru aku anak terakhirlah yang pantas, kalian yang lebih tua dari ku akan lebih cepat matinya, sialan" kesal Brian dengan sang Kakak.


"Dek kau itu masih muda belum banyak pengalaman, pikirkanlah lagi" Daniel mencoba menasehati Brian.


"Kak, dengan kekuasaan ku sekarang aku sudah sangat pantas untuk menggantikan Ayah" ucap Brian dengan penuh keyakinan.


"Brian, sebaiknya kita bicarakan ini bersama Richard dan putuskan secara adil" Daniel yang pintar dan adil mencoba mencari solusi dari masalah ini.


"Sudahlah Kak aku sudah muak dengan omong kosong keadilan mu itu !" marah Brian sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.


Daniel yang bingung harus berbuat apa kepada adiknya itu mencoba menghubungi anak kedua bernama Richard.


"Richard, apakah kau tahu berita sekarang?" tanya Daniel.


"Iya kak, aku sudah mengetahui semuanya" ~ Richard.


"Kau tahu kan apa yang harus kita lakukan sebagai anak dari Sang Raja" ~ Daniel.


"Tentu aku tahu kak, ku rasa kau lebih pantas menggantikannya dari kami berdua" Richard mendukung sang Kakak.


"Aku memang ingin menggantikan posisi Ayah, tapi kalau Brian masih belum setuju, aku masih belum bisa menggantikannya"


"Brian tadi menghubungi ku dan dia menawarkan diri untuk menggantikan posisi Ayah, tapi aku tolak mengingat sifatnya yang begitu egois dan gegabah" Daniel menjelaskan pembicaraan dia dengan Brian.


"Bagaimana kalau kita bertemu di suatu tempat dan membicarakan masalah ini?" Richard mencoba memberi solusi.

__ADS_1


"Aku setuju dengan keputusanmu, tapi membujuk Brian sangatlah sulit" ~ Daniel.


"Bagaimana kalau kita ke markas Brian dan membicarakan ini di sana, tapi jangan beritahu Brian soal ini" ~Richard.


"Kurasa tidak buruk juga, baiklah, dimana kita akan bertemu" ~ Daniel


"Kita bertemu di alun alun kota" ~ Richard


Daniel bersiap siap untuk bertemu dengan Richard, Menyiapkan banyak mobil anti peluru, beserta anak buahnya yang lihai memainkan senjata serta tehnik bela diri. Dari dalam hutan yang sangat tertutup keluarlah Daniel beserta anak buahnya dari hutan, lalu pergi menuju alun alun Kota untuk bertemu Richard.


Richard bersiap siap sedikit lama, karna markasnya yang di atas bukit membuatnya sedikit sulit menempuh perjalanan. Dengan mobil truck box yang membawa puluhan anak buah Richard berangkat.


Bertemu mereka di alun alun kota menyiapkan segala hal, untuk berjaga jaga kalau Brian memberontak. Brian yang egois itu bisa saja membunuh mereka berdua. Sampai mereka di depan markas Brian. Melihat mobil yang begitu banyak, penjaga markas Brian menembaki mobil mobil tersebut.


"Tembak mobil mobil itu, ledakkan kalau bisa, sungguh mencurigakan" perintah dari Kapten penjaga.


"Boss ini mobil banyak banget nih, kayaknya musuh yang dulu Boss serang balas dendam. Kami harus gimana" melapor sang Kapten ke Brian. Brian keluar melihat situasi, dia melihat salah satu mobil yang tentu dia kenal itu mobil Kakaknya.


"Jangan di serang, itu mobil kakak ku brengsek, bisa bisanya kalian tidak mengenalinya. Cepat hentikan" gertak Brian kepada anak buah nya.


Tak ada korban jiwa di kejadian ini, karna mobil Daniel yang anti peluru melindungi semua anak buahnya. Daniel dan Richard masuk ke markas utama Brian, Memarkirkan mobil di sebuah gudang lalu pergi menumui Brian di ruangannya.


"Brian ini aku Daniel" ~ Daniel.


"Baik kak, silahkan masuk" ~ Brian.


Anak buah mereka berjaga di depan ruangan itu, saling bersiap siaga untuk menembak jika di perintahkan oleh Boss mereka. Anak buah Daniel yang memiliki ciri khas tato X di mata sebelah kanan, anak buah Richard yang penampilannya begitu keren dan menyeramkan memakai topeng tengkorak, dan anak buah Brian dengan ciri khas tato Naga di lehernya.


Ketiga bersaudara itu mulai membicarakan masalahnya.


"Aku tahu kalian datang kesini pasti membahas Ayah kan" ~Brian.


"Iya benar, tapi tenangkanlah dulu dirimu Brian" Daniel berusaha menenangkan Brian.


"Kita bicarakan ini baik baik" ~ Daniel.


"Brian, dari pengalaman dan dari posisi kita bertiga Daniel lah yang pantas menggantikan Ayah" kata Richard.


"Kak aku tak setuju dengan itu, akulah yang pantas" kata Brian.


"Dari mana kau pantas?" tanya Richard.

__ADS_1


"Daniel yang lebih tua akan cepat mati, dia akan merasakan gelar sang Raja itu dengan waktu yang sangat singkat, jadi lebih baik tak usah mencoba menggantikan posisi itu" kata Brian menjelaskan pendapatnya.


"Justru karna waktu Daniel yang sangat singkatlah dia pantas menggantikan itu. Coba pikirkan, dengan waktu Daniel yang singkat itu kau juga bisa merasakan gelar Raja setelah kematian Daniel" kata Richard menjelaskan keuntungannya.


"Lalu bagaimana dengan mu? apakah kau tidak ingin merasakan gelar sang Raja itu?" tanya Brian kepada Richard.


"Aku tak perlu gelar itu, melihat keluarga kita yang damai dan tak ada perselisihan itu sudah cukup bagiku" ~ Richard.


"Omong kosong apa yang kau bicaraka Richard" kata Brian mencoba mengadu domba


Daniel dan Richard, karna Brian tahu kalau Richard ini mendukung Daniel.


"Aku tak sedang berbicara omong kosong, ada apa dengan mu?" kata Richard bingung dengan semua ini.


"Hentikan pura pura mu itu, aku sangat membenci orang yang bermuka dua" ~Brian


"Apa maksudmu Brian, kita sedang membicarakan posisi Ayah. Jangan mengganti alur pembicaraan !" marah Richard dengan perkataan Brian.


"Sudahlah hentikan semua ini, aku tak ingin ada kekerasan disini" kata Daniel kesal.


"Sudahlah aku muak dengan semua ini" Dor! Brian menembak lantai.


"Pergi kalian atau akan ku bunuh disini" Brian yang penuh emosi tak pandang bulu untuk membunuh musuhnya.


Tak ingin terjadi keributan Daniel dan Richard pergi dari tempat itu, menemui Brian pun masih belum menyelesaikan masalah, pikir Daniel.


Bukan masalah yang hilang tapi justru kekacauan yang datang. Salah satu mobil


anak buah Daniel meledak dan membuat mereka semua yang ada di mobil itu tewas, saat mereka di ruangan Brian, Brian diam diam menyuruh anak buahnya menaruh bom ke salah satu mobil disitu. Rasa benci Daniel kepada Brian muncul saat itu.


Bisakah keluarga itu menyelesaikan masalah yang begitu rumit ini?


Nantikan episode selanjutnya :)


*SEDIKIT INFO TENTANG KARAKTER.


DANIEL ADALAH ANAK PERTAMA.


RICHARD ADALAH ANAK KEDUA.


BRIAN ADALAH ANAK KETIGA*.

__ADS_1


__ADS_2