
"Sungguh ? Terimakasih Daniel, hubungi aku jika kau sudah siap" ucap Bone senang mendengar Daniel yang setuju.
Daniel segera pergi ke tempat Calvin untuk meminta bantuannya, Calvin yang sedang mengurus Casinonya yang hancur karna di bom kaget mendengar permintaan Daniel, yang lagi lagi mengajak nya untuk menyerang kantor Agen WPC.
"Haa..? menyerang WPC lagi ?" heran Calvin.
"Bukankah waktu itu kita tidak bisa melawannya ?"
"Kita harus mencari lebih banyak kekuatan"
"Tenang saja, Gang Rogers dan Gang Ashton akan membantu kita" ucap Daniel.
"Apa ?" Calvin shock mendengar kedua Gang itu mau membantu Daniel.
"Mengapa mereka mau membantu mu ?" ucap Calvin bingung.
"Gang Rogers adalah Gang Adik ku, sedangkan Ashton adalah aliansi nya, tapi kedua pemimpin Gang itu tertangkap oleh Agen WPC"
"Mereka meminta pertolongan ku untuk menyelamatkan pimpinan mereka, jadi kita manfaatkan kesempatan ini untuk menyerang kantor WPC" kata Daniel.
Dari tempat Daniel dan Calvin berdiri, ada seseorang yang menuju ke tempat mereka.
Sambil tangan kanan memegang sebuah surat dan tangan kiri memegang sebuah senjata tajam, dia adalah penjaga Calvin.
"Tuan Calvin, aku mendapatkan sebuah surat"
"Sini berikan kepada ku" ucap Calvin dengan suara tegasnya.
"Tuan Calvin, aku adalah Limon. Aku baru saja menerima kabar bahwa ada 2 pimpinan Gang Rogers dan Ashton tertangkap, dan sekarang di tahan di kantor WPC, apakah kau mengenalinya?" surat dari mata mata Baxter Family yang sedang melakukan misinya di kantor WPC.
"Surat dari limon ? dia dulu yang menyelamatkan ku saat ingin di eksekusi di kantor WPC, Hebat.. dia masih belum ketahuan kalau dia adalah mata mata" ucap Daniel kagum dengan kehebatan Limon.
"Hmm... sepertinya kita membutuhkan bantuan Limon saat penyerangan nanti"
Calvib yang mendapatkan informasi tersebut segera mengirim balik sebuah surat untuk Limon.
"Limon aku membutuhkan bantuan mu, besok lusa kami akan melakukan penyerangan ke kantor WPC, sebelum kami berangkat tolong beritahu lokasi ruang tahanan mereka" isi surat yang di tulis Calvin untuk Limon.
Tibalah hari penyerangan.
Mereka semua berkumpul di markas Daniel, melihat ratusan pasukan yang berdiri tersusun serta ciri khas masing masing Gang membuat Daniel kagum.
"Okay.. Apakah semuanya mendengar..!" teriak Daniel keras.
"Siap...!!" ratusan orang menjawab pertanyaan Daniel sehingga menimbul suara yang begitu keras, Daniel merinding kagum mendengar jawaban ratusan orang.
"Baiklah.. antara mati atau hidup kita harus tetap hidup" teriak lagi Daniel.
"Hidup..!!"
"Kita akan berangkat ke kantor WPC melewati tol kanan" teriak Daniel menjelaskan rencana nya.
__ADS_1
"Jangan membuat keributan sebelum sampai di tujuan" peringatkan Daniel agar tidak terjadi masalah.
Calvin yang sudah mendapatkan surat dari Limon memberitahu lokasi ruang tahanan Richard dan Dagfinn.
"Lokasi ruangan tahanan Richard berada di bawah tanah, agar dapat memasukinya kita harus menuju ke toilet luar ruangan, saat masuk gerbang pergi ke arah kiri dan di ujungnya ada 2 pintu toilet, yang kiri terbuka sedangkan yang kanan tertutup, pintu kanan lah yang menuju ruang rahasianya" ucap Calvin
menjelaskan tujuan mereka.
"Tertutup ? lalu bagaimana cara kita masuk?" tanya Daniel.
"Limon sudah menaruh kunci yang ia curi di atas toilet itu, jadi kita tinggal mengambilnya" ~Calvin.
"Oke.. semuanya sudah siap, saatnya kita berangkat !!" Teriak Daniel dengan sangat keras.
Vroom!..vroom..!
Dengan gabungan 4 Gang itu yaitu, Dallas, Baxter, Rogers, dan Ashton. Ratusan mobil itu memenuhi jalan tol, seperti pawai yang begitu besar.
Tin..tin..tin..
Suara klakson yang terus menerus di tekan oleh mereka membuat keributan di jalan.
Tapi untungnya tak ada masalah yang terjadi.
Sampai mereka di sana, anggota hanya bersembunyi. Daniel dan Calvin masuk berdua mengenakan seragam Agen WPC yang dikirimkan oleh Limon.
Mereka belok ke kiri dari pintu gerbang terus menemukan Toilet, seperti yang di beritahu Limon mereka menemukan kuncinya di atas toilet. Masuk mereka dan langsung menemukan sebuah tangga menuju kebawah, turun kebawah ruangannya sangat gelap.
Brakk..!
Di balik pintu itu ternyata adalah ruangan Mike, Mike yang sedang bekerja terkejut melihat ada penyusup. Kedatangan Daniel dan Calvin sontak membuat Mike menekan tombol Darurat.
"Hey..hey..! ada penyusup di ruangan ku" ucap Mike panik.
Daniel dan Calvin menodongkan pistolnya ke arah Mike, dan menyuruhnya untuk diam.
"Diamlah jangan bergerak" ucap Daniel.
"Oke..oke..!" jawab Mike menyeringai.
Ceklek..!
Kreeeeek...!!
Mike menekan suatu tombol yang memunculkan sebuah dinding besi sehingga dia terlindung dari Daniel dan Calvin.
Dar!..Dor..Dor..!!
Daniel dan Calvin menembaki besi yang menghalanginya tapi tak bisa menembus besi itu, tahu bahwa anggota Agen WPC akan datang mereka langsung bergegas mencari Richard dan Dagfinn.
Di balik besi itu Mike segera menghubungi Brian.
__ADS_1
"Brian..hey!..brian..! Daniel dan temannya sedang menyerang markas ku, cepat kesini bersama pasukan mu" ucap Mike nampak raut wajah ketakutan.
"Aku akan segera kesana, tunggu lah"
"Heh..ternyata kau memang akan menyelamatkan adik mu ya, Kakak Daniel" ucap Brian, ekspresi wajahnya mengeras, pembulu darah di lehernya tampak tegang.
"SEMUANYA SIAPAKAN PASUKAN KITA BERANGKAT MENUJU KANTOR WPC" Teriak Brian perintahkan anak buahnya.
Mereka menyiapkan peralatan yang begitu banyak, bahkan membawa peledak.
Di sisi lain Daniel dan Calvin panik karna tak menemukan ruang tahanan Richard.
Mike yang merasa belum aman masih terkurung di balik besi pelindung itu.
Dar!..
"Richard..!! Jika kau mendengar balaslah" Teriak Daniel berharap ada yang mendengar.
"Kakak.....!! Tolong aku!.." Terdengar suara teriakan di telingan sebelah kiri Daniel.
"Calvin, sebelah sini ikuti aku"
Mereka bergegas berlari menuju suara itu.
Benar ternyata ada Richard yang sedang duduk,
terlihat wajah Richard yang menunjukan rasa ketakutannya di dalam ruang tahanan yang ukurannya hanya 1 meter x 1 meter.
"Cepatlah keluar" ucap Daniel.
Richard tersenyum, kebahagian bersinar di matanya.
Blarr..!
Suara ledakan terdengar dari arah pintu keluar.
Terlihat banyak pasukan menuju ke arah Daniel, menembak membabi buta, sehingga Daniel tak sempat untuk menyelamatkan Dagfinn.
Mereka yang tak bisa keluar melewati pintu utama pun, pergi ke pintu belakang yang akan keluar di parkiran.
"Ahk.. tak ada pilihan lain" ucap Daniel.
"Hey siapkan 2 mobil di parkiran" perintah Daniel kepada anak buahnya.
Jalan darurat ini keluar di parkiran tepatnya di sebelah kanan dari gerbang.
"Makasih Kak sudah mau membantu ku" ucap Richard terharhu.
"Ah..! Sial, mereka lewat belakang, tetap kejar" kata pasukan WPC.
Bisa gak yah Daniel dan Calvin keluar dari ruang bawah tanah itu ?
__ADS_1
Ikuti terus novel ini biar kalian tahu kelanjutannya ^ω^