
Daniel yang sudah sampai di markasnya bingung apa yang harus di lakukannya sekarang.
"Bagaimana dengan Dagfinn ? apakah kita harus kembali untuk menyelamatkannya ?" tanya Daniel.
"Tentu saja kita harus menyelamatkannya" ucap Richard.
"Tidak, untuk sekarang kita tidak bisa menyelamatkannya"
"Sebaiknya tunggu beberapa hari lagi" kata Calvin.
"Mengapa ? bukankah lebih bagus sekarang, karna pertahanan kantor WPC pasti masih sibuk mengurus bekas serangan" ucap salah satu anggota Gang Ashton.
"Tidak, karna Dagfinn tertinggal agen WPC pasti memindahkan ruang tahanannya"
"Jadi sebaiknya tunggu beberapa hari lagi untuk mendapatkan informasi"
"Jangan bertindak gegabah" ucap Calvin.
"Jadi bagaimana dengan kalian ? pimpinan kalian sedang tertangkap" tanya Richard kepada anggota Gang Ashton.
"Kami akan menunggu penyelamatan Dagfinn"
"Hmm... menunggu ? membuang waktu kalian saja"
"Daniel kekurangan anggota mungkin sebaiknya kalian ikut Gang Dallas dulu" ucap Calvin menyarankan Gang Ashton bergabung dengan Dallas.
"Tunggu.. bagaimana aku bisa mempercayai mereka" ucap Daniel tak setuju dengan perkataan Calvin.
__ADS_1
"Santai saja mereka hanya sementara bergabung dengan mu"
"Calvin.. dulu pemimpin mereka Delbert Ashton mengirimkan sebuah surat tawaran perang kepada ku" kata Daniel menceritakan kejadia dulu.
"Bagaimana kalau di antara mereka masih ada rasa untuk membunuh ku?" tanya Daniel khawatir kalau Gang Ashton akan berkhianat.
"Tidak, kami tak ingin membunuh mu, yang ingib membunuh mu adalah Delbert bukan kami" ucap Gang Ashton.
"Kau dengar kan ? pimpinan mereka lah yang kesal dengan mu"
"Sebaiknya kau terima saja, agar memperkuat Gang Dallas" ucap Calvin sedikit memaksa.
"Ya.. akan ku terima" ucap Daniel pasrah.
"Tapi kalian harus membantu ku untuk membangun markas Gang Dallas kembali"
"Syukurlah kak, aku harus kembali ke markas ku untuk mengurus bisnisku, dah.." ucap Richard meninggalkan Daniel disitu sembari melambaikan tangan memberikan salam perpisahan.
"Dadah...!" Daniel juga melambaikan tangan.
"Daniel aku harus pergi, aku akan mengurus bisnis casino yang baru" ucap Calvin.
"Kalau kau membutuhkan ku hubungi saja aku" kata Daniel.
"Aku pergi..." kata Calvin, dia kembali ke markas nya, membahas bisnis baru dengan seketarisnya Limon.
Setelah lama menunggu datanglah seseorang dengan seragam organisasi WPC, Limon.
__ADS_1
"Maaf menunggu lama, ha..ha..ha.." ucap Limon sambil tertawa.
"Limon, sebelum kita membahas bisnis ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada mu"
"Katakanlah.."
"Apakah kau pernah mendengar nama Dagfinn ?"
"Ya.. dia yang tak sempat kalian selamatkan benar?"
"Iya, aku ingin bertanya apakah ruang tahanan dia di pindahkan ?"
"Aku masih belum terlalu tahu, karna sekarang lagi ada masalah antara pimpinan utama dan pimpinan divisi 3"
"Jadi aku tak mendengar kabar Dagfinn"
"Masalah ? apa yang terjadi di kantor WPC ?" tanya Calvin, ini kejadian sangat langka karna ada perselisihan di organisasi WPC.
"Entahlah yang ku ketahui ada perselisihan antara pimpinan utama dan pimpinan divisi 3"
"Jadi bagaimana dengan bisnis casino berikutnya ?" tanya Limon.
"Kita akan membangun sebuah minimarket dan buat sebuah pintu kulkas menjadi pintu masuk ke ruang casino itu" ucap Calvin.
"Ide bagus, tapi mengapa tak langsung saja buat tempat Casinonya tanpa harus membuat minimarket terlebih dahulu ?" tanya Limon heran mengapa mereka harus membangun minimarket yang di dalamnya tempat Casino.
"Aku hanya ingin suasana yang sedikit beda"
__ADS_1
"Supaya orang orang tahu kalau minimarket itu ada tempat judinya aku akan menamai minimarket itu Baxter Market"