
Mereka pergi kembali ke markas Daniel.
Sedangkan Dagfinn masih tertinggal di kantor WPC.
"Hey tolong tekan tombol untuk membuka dinding besi ini !" ucap Mike mulai resah berada di dalam sana.
"Tunggu sebentar" ucap Collis, pimpinan divisi 3.
Kreeek..
*Pintu terbuka.
"Apakah kalian berhasil menangkap mereka ?" tanya Mike.
"Tidak bisa, mereka berhasil kabur lewat belakang"
"Hah ?" Mike mengangkat sebelah alisnya "Bodoh banget sih, menangkap 2 orang aja gabisa" marah Mike kepada Collis.
"Lalu bagaimana dengan mu yang hanya bisa diam berlindung di balik besi ?" ucap Collis menyinggung Mike.
Wajah Mike memerah malu mendengar perkataan Collis.
"WOI !!" Teriak Mike di depan muka Collis.
"MEREKA DATANG KESINI MEMBAWA SENJATA API, SEDANGKAN AKU TAK MEMILIKI PERSENJATAAN"
"TAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN BERLINDUNG DI BALIK BESI !!" kata Mike sampai air liurnya kecipratan mengenai wajah Collis.
Collis hanya bisa diam, menggigit bibirnya sambil menahan amarah.
"Kalau kau bukan atasan ku, sudah ku bunuh kau" ucap Collis dalam hati.
Collis memasukan tangan nya ke kantong celana dan mengambil korek api, lalu dia membuka kotak rokok dan mengambil 1 batang rokok, dia menyalakan rokok itu lalu menghisapnya, "pikiran ku menjadi sedikit lebih tenang" pikir Collis.
__ADS_1
"Hey..!! Lebih sopan sedikit di depan atasan mu" kata Mike merasa sombong karna jabatannya lebih tinggi.
"Jadi bagaimana untuk rencana kita selanjutnya ?" tanya Mike.
Tiba tiba ada suara orang berlari.
Tap..tap..tap..!!
"Pimpinan..!!" Teriak orang itu yang ternyata adalah John pemimpin divisi 1.
"Kami telah berhasil menangkap salah satu dari mereka"
"Haa.. ? siapa itu" Mike kaget mendengar perkataan John.
"Dagfinn, pemimpin Gang Ashton"
John berbohong, padahal Dagfinn memang hanya diam di tempat itu karna tak sempat di selamatkan oleh Daniel.
Collis yang mengetahui kebohongan John berusaha menyela nya.
"Menangkap ? bukankah Dagfinn hanya berdiam saja ? dan tidak kabur" ucap Collis.
Mike yang masih kesal tak ingin mendengar suara Collis.
"Ah sudahlah kau diam saja"
"Sekarang antar aku ke tempat Dagfinn" ucap Mike.
"Baik Tuan Mike" ucap Collis sambil memberikan setengah senyum, terpaksa.
Mereka mengantar Mike ke ruang tahanan Dagfinn.
Melihat Dagfinn Mike langsung menodongkan pistolnya ke mulut Dagfinn, sambil mengancam.
__ADS_1
"Hey.. pengacau ! jika ada anak buah mu yang datang kembali untuk menolong mu, jangan kau pergi dengan nya"
"Kalau kau masih nekat pergi kami akan meminta bantuan Agen dari 5 negara untuk menangkap dan menghabisi kalian semua" ucap Mike.
"Bhaikkh budhagh Fehmherinthah" ucap Dagfinn tidak terlalu jelas karna masih ada pistol di mulutnya.
"Ngomong yang bener, dasar sampah masyarakat"
Plak...
Brakk...!!
Mike menampar dan menendang Dagfinn sampai terjatuh.
Ukh!..
"Kenapa ini ?" ucap Dagfinn sambil menahan rasa sakit.
"Hentikan Mike, sebaiknya kita tinggalkan saja dia disisini" ucap Collis.
"Hahh....?? Mending kau saja yang pergi, aku harus memberikan pelajaran kepada Gangster sialan ini" kata Mike marah sambil menghina Dagfinn.
"Bukankah ini berlebihan ?" tanya Collis, kelas melihat sifat Mike.
"Tidak, kita memang sudah seharusnya memberikan pelajaran kepada penjahat" ucap John mendukung perkataan Mike.
"Tidak John Kit.."
"Collis sebaiknya kau diam saja, apakah kau mau jabatan mu ku turunkan ?" ancam Mike.
Gimana nih Collis ngelawan apa gak yah 🤔?
Yuk ikuti terus novel ini 😬
__ADS_1