
"Brengsek, apa apaan ini bisa bisanya Brian bodoh itu menaruh bom di mobil anak buah ku"
kemarahan Daniel yang melonjak memicu perang saudara.
Daniel memiliki sifat yang pintar dan adil tetapi setelah anak buahnya tewas karna bom yang di taruh Brian, membuatnya sangat marah. Adik yang sangat di percayainya itu malah menyerang Kakaknya sendiri. Daniel yang begitu kesal menghambur hamburkan semua barang yang ada di ruangannya, mendengar kebisingan itu seseorang pun datang menghampirinya.
"Ya ampun sayang, kenapa kamu menghancurkan barang barang disini. Tenanglah, apakah kamu ada masalah"
Datang seorang wanita yang begitu cantik, rambut panjang yang mempesona, kilauan emas yang begitu banyak di tangannya. Baju yang serba mahal, menambah kecantikan istri Daniel yang bernama Alma.
"Tidak, kau tak perlu ikut campur urusan ku Alma" ~Daniel.
"Tapi kau bisa bercerita kepadaku, apa masalah mu" kata Alma yang begitu perhatian.
"Baiklah, kau tahu bukan Ayah aku baru saja meninggal dan mengosongkan posisi Raja Gangster" ~Daniel.
"Ya, aku tahu jadi apa masalah mu" ~Alma.
"Brian Adik ku ingin menggantikan posisi Ayah, tapi aku tak setuju. Dia malah menewaskan anak buah ku dengan bom" menjelaskan Daniel.
"Pantas saja dia begitu marah, ternyata Adiknya sendiri yang menyerang nya" pikir Alma.
"Yasudah lupakanlah itu, lagi pula itu Adik mu sendiri kan" ~Alma.
"Adik? tapi mengapa dia menyerang kakaknya sendiri ?" ~Daniel.
"Mungkin dia terbawa suasana, sudahlah tenangkan pikiran mu" Alma berusaha membuat Daniel untuk tidak memulai perang.
"Terbawa suasana apanya? sifat dia memang begitu egois, tak pernah memikirkan situasi"
"Dia sangat berbeda dari sifat Ayah, entah mengapa dia begitu"
Ayah mereka adalah penguasa di negri ini, memang tidak resmi, tapi keuangan negara sangat berpengaruh dengan apa yang di lakukan Ayahnya. Ayah mereka sangat waspada selalu berpikir sebelum bertindak dan sangat ahli dalam strategi, memiliki anak buah ratusan ribu memang sangat sulit untuk di atur, entah bagaimana Ayah bisa mengatur itu semua. Bisnis gelap yang di lakukan Ayahnya begitu menguntungkan, senjata ilegal, narkotika, dan obat obatan terlarang yang meraup banyak keuntungan.
"Tenanglah, apakah kamu mau jus?" Alma yang sangat perhatian mencari cara agar bisa menenangkan suaminya.
"Tak perlu" ~Daniel.
"Lalu kamu mau apa? makanan ?" tanya Alma.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menenangkan diri, aku jalan jalan sebentar" Daniel yang mulai bisa mengontrol emosi memutuskan untuk jalan jalan.
"Baiklah, semoga masalah ini cepat terselesaikan" ~Alma.
Daniel keluar, menuju kota sendirian tanpa membawa anak buahnya, Daniel yang baru saja ingat bahwa hari ini ada pertemuan dengan rekan bisnisnya, segera kembali kemarkas.
"Ada apa Boss, apakah ada masalah?" tanya anak buah Daniel.
"Hari ini aku ada pertemuan dengan Franklin, siapkan semua perlatan kita berangkat" kata Daniel tergesa gesa.
Sampai di gedung kosong yang terbengkalai, munculah Franklin dengan bajunya yang bermerek Balenciaga Hourglass Double yang harganya mencapai 35 juta Rupiah bahkan lebih, menggunakan jam tangan Rolex Daytona Reference 626 Unicorn seharga 5.9 juta USD atau 80 Miliar Rupiah, melihat itu Daniel tak kaget. Karna tahu Franklin memiliki selera yang tinggi.
"Sudah lama aku menunggu disini, Daniel"
"Tumben sekali kau telat pada pertemuan kita yang penting ini"
"Apakah kau ada masalah di perjalanan ?" tanya Franklin.
"Hahaha maafkan aku, tadi ada kemacetan sedikit" Daniel yang tak ingin memberitahu masalah keluarganya ke orang lain, berbohong tentang keterlambatannya itu.
"Tak apalah asalkan kau bisa hadir disini sudah cukup"
"Pesawat yang di bawa oleh anak buah mu itu terjatuh di laut karna angin yang begitu kencang"
"Kita mengalami kerugian sebesar 60 Miliar
Rupiah"
"Aku ingin meminta setengah dari kerugian itu kau kembalikan uangnya kepada ku, yaitu 30 Miliar Rupiah" Franklin yang maniak dengan uang tentu tak ingin kehilangan uangnya dengan cuma cuma.
"Tunggu..tunggu kenapa harus aku ganti, bukankah kita memiliki kerugian yang sama?"
"Kalau aku mengganti uang mu, berarti hanya aku yang rugi" Daniel bingung mengapa Franklin begitu tamak.
"Tanpa aku kau tak bisa menjual barang haram ini ke California" Franklin memiliki banyak koneksi dengan orang orang yang berkusa di dunia.
"Jika kau tak menggantinya aku akan memutus hubungan bisnis kita" agar bisa mendapatkan uangnya kembali Franklin mencoba mengancam Daniel.
"Aku tak ingin menggantinya" kata Daniel penuh keyakinan.
__ADS_1
"Daniel, pikirkan lah lagi" Franklin panik mendengar keputusan Daniel yang tak di duga itu, dia menginginkan uangnya di ganti sebab dia memiliki begitu banyak hutang dengan Ashton Group, yaitu sebesar 700 Miliar Rupiah.
Pemimpin dari Ashton Group bernama Delbert Ashton yang di kenal sangat kejam, sering membunuh dengan sadis, dia di kenal sering menyiksa musuhnya terlebih dahulu sebelum membunuhnya.
"Tidak, aku tak ingin berbisnis lagi dengan orang seperti mu" Daniel yang kecewa karna sifat Franklin pergi meninggalkan nya disitu.
Bingung apa yang harus di lakukan nya, Franklin terdiam tak bergerak pikirannya kosong, tak tau harus berbuat apa lagi.
Tiba tiba handphone nya berbunyi, ada seseorang yang mengirim pesan.
"Cepat bayar hutang mu sialan, kau bilang hari ini akan membayarnya sedikit. Mana? 1000 Rupiah pun tak masuk ke rekening ku, kau tahu kan apa yang akan terjadi jika kau tak membayarnya" isi pesan itu.
Franklin semakin panik mengingat perjanjian itu, mengetahui keluarganya dalam bahaya, Franklin segera kembali ke rumah. Namun.. semuanya sudah terlambat, semua keluargnya mati dengan sayatan pisau yang begitu banyak, dan yang tersisa hanyalah anak perempuannya yang berumur 19 tahun. Di genggaman tangan istrinya yang sudah meninggal terdapat sebuah surat, Franklin membukanya.
"Sesuai perjanjian yang telah di sepakati semua anggota keluarga mu akan ku bunuh, tapi aku melihat barang bagus yaitu anak mu. Aku akan melunasi hutang mu dengan syarat kau harus menjual anak mu itu kepada ku" isi surat itu.
Marah karna anaknya yang ingin di perjual belikan Franklin langsung menghubungi Delbert Ashton.
"Apa apaan maksud brengsek mu ingin membeli anak ku?" Franklin yang terbawa emosi mengeluarkan semua isi hatinya.
"Hahaha ternyata kau membaca surat itu, tenanglah, dengan kau menjual anak itu hutang hutang mu akan lunas" Delbert berusaha membujuk Franklin dengan tawaran yang lumayan menggiurkan.
"Jangan bercanda, ini anakku tak mungkin ku jual"
"Lebih baik kau bunuh saja aku" bingung Franklin mau berbuat apa dia hanya bisa menyerahkan dirinya kepada Delbert.
"Wah..wah..wah drama yang sungguh mengharukan" kata Delbert dengan nada yang mengejek
"Pilih anak mu ku beli atau anak mu ku siksa"
dengan nada suara yang berubah drastis Delbert memberikan dua pilihan kepada Franklin.
Tentu saja anak Franklin mendengar pembicaraan itu, dia tak mau hidupnya tersiksa. Hal itu lantas membuatnya suka rela menyerahkan diri kepada Delbert.
"Ayah aku tak ingin hidup dengan siksaan, lebih baik kau jual saja aku, aku ikhlas" berkata anak Franklin dengan suara yang hampir habis akibat menangis.
"Tunggu nak" ~Franklin.
"Tidak ayah, cepat jual saja aku !"
__ADS_1