
Setelah Richard mengaku bahwa dia adalah anak buah Delbert, dan di tugaskan menjadi mata mata Daniel.
Richard mengajak Dagfinn untuk bekerja sama,
Menggabungkan Gang Rogers dan Gang Ashton. Menjadikan kedua Gang itu kelompok yang besar.
"Apa.. ?" kaget Dagfinn mendengar pengakuan Richard.
"Jadi kau adalah anak buah Kakak ku ?" tanya Dagfinn sekali lagi memastikan perkataan Richard.
"Ya.. aku bekerja sama dengan Kakak mu dulu"
"Karna Kakak mu sudah mati aku ingin menjalin hubungan kerja sama lagi dengan Ashton Group" ucap Richard.
"Ya aku setuju"
"Kau bilang tadi kakak ku menugaskan mu untuk memata matai Daniel"
"Apakah kau juga ingin membunuh Daniel ?" tanya Dagfinn.
"Aku memang ingin membunuh Daniel, tapi ada seseorang yang terlebih dahulu harus aku bunuh" kata Richard.
"Memangnya siapa itu ?"
"Dia adalah pemimpin Gang Blake, Brian, Adik ku sendiri" kata Richard mengungkap tujuan dia sebenarnya.
"Mengapa kau ingin membunuhnya, bukan kah dia Adik mu sendiri?" heran Dagfinn karna Richard yang hendak membunuh keluarganya sendiri.
"Aku hanya tak senang dengan mereka berdua"
ucap Richard berbohong kepada Dagfinn.
Tujuan dia membunuh keluarganya sendiri tentu saja karna ingin mendapatkan gelar Raja Gangster, menggantikan Ayahnya.
"Hmm... tapi bagaimana cara kita untuk menyerangnya?"
"Apakah Gang Blake itu kuat? " tanya Dagfinn.
"Yang ku ketahui mereka memiliki anggota sebanyak 160 lebih, serta peralatan senjata yang lumayan" ucap Richard.
"Untuk menyerangnya sangat mudah, kita semua menggunakan topeng tengkorak ciri khas Gang Rogers"
"Karna Brian Adik ku dia pasti tau kalau topeng tengkorak itu Gang Kakaknya, jadi dia pasti akan mengijinkan kita untuk masuk"
"Saat semua sudah masuk langsung kita hancurkan markas itu"
"Tapi karna target kita adalah Brian, kita harus menangkapnya terlebih dahulu" ucap Richard dengan keahliannya mengatur strategi.
"Kapan kita kesana ?" ~Dagfinn.
"Mungkin besok malam.."
Sementara itu di sisi lain.
__ADS_1
Brian yang melihat koran menemukan berita tentang penyerangan Gang Dallas di kantor WPC, menganggap ini adalah kesempatan yang pas untuk menyerang Gang Dallas dia mencoba untuk bekerja sama dengan Agen WPC.
Brian mendatangi kantor WPC sekaligus mencari pimpinan utama organisasi WPC.
"Hey.. apakah kau anggota WPC ?" tanya Brian.
"Ya, ada perlu apa ?"
"Apakah aku bisa bertemu dengan pimpinan utama ?" ~Brian.
"Maaf kau siapa ? ada perlu apa dengan pimpinan ?" curiga dengan kedatangan Brian yang tiba tiba mencari pimpinan WPC.
Seseorang yang melihat tato naga di leher brian segera menodongkan pistol ke kepala Brian.
"Diam ! atau kau akan ku tembak"
Brian yang kaget hanya diam tak bergerak.
"Ada apa ini ? turun kan pistol mu dari kepala ku !" teriak Brian.
kesal karna telah di teriaki orang itu langsung menembak pistolnya ke langit, mendengar tembekan itu sontak membuat semua anggota WPC menangkap Brian.
Setelah di tangkap dia di bawa ke ruangan dan di interogasi.
"Mengapa kau kesini dan mencari pimpinan utama ?"
"Aku ingin membicarakan suatu hal yang penting" ~Brian.
"Aku akan membantu kalian untuk menangkap Daniel" ucap Brian.
"Dia Boss yang berkata ingin membantu penangkapan Daniel"
"Tinggalkan dia sendir disini, aku ingin berbicara dengannya empat mata" ucap pimpinan utama WPC yang bernama Mike.
"Apa yang membuat mu ingin membantu ku, Tuan Brian" ucap Mike sambil menatap mata Brian.
"Aku memiliki dendam masa lalu kepada Daniel"
"Dia telah membunuh anak anak ku" Brian berbohong agar dapat meyakinkan Mike.
"Hmm.. tawaran mu menarik, tapi apa yang membuat ku harus percaya kepada mu ?" tanya Mike Ragu dengan perkataan Brian.
"Apakah kau mau uang ?"
"Aku akan memberikan 90 Miliar Rupiah untuk mu"
"Setelah kita berhasil membunuh Daniel tentu saja kau akan mendapat hadiah dari Pemerintah, dan mendapatkan uang dari ku"
"Masyarakat yang melihat aksi mu pun tentu akan mendukung organisasi WPC" ucap Brian memberitahu semua keuntungan Mike jika dia mau bekerja sama.
"Jika kau setuju datanglah ke markas ku besok malam" Brian pun keluar dan kembali ke markasnya.
Setelah melewati hari yang panjang tibalah hari yang di tunggu tunggunya. Hari yang sudah malam datanglah Mike ke markas Brian.
__ADS_1
Karna mereka merencanakan pergi ke markas Brian di hari yang sama Gang Roger x Ashton bertemu pimpinan WPC di markas Brian.
Mike yang terlebih dahulu datang sempat berbincang dengan Brian, tapi tak terlalu lama datang Gang Rogers x Ashton.
"Sebentar, ada seseorang yang berkunjung" ucap Brian bingung siapa yang datang kesini malam malam, tanpa di undang.
Brian yang baru saja keluar langsung menerima tembakan dari Gang Rogers x Ashton.
masih sempat dia kabur dan tak terkena tembakan sedikit pun. Melihat Brian yang kabur Richard dan Dagfinn segera mengejar Brian.
Melihat Brian yang sedang di serang membuat anak buah nya menyerang balik Gang Rogers.
Karna Rogers dan Ashton yang masuk di markas Brian mereka terkepung oleh ratusan anggoa Gang Blake.
Brian yang baru saja di serang oleh Gang Rogers dan Ashton segera melapor kepada Mike bahwa ada Gang lain yang menyerang.
Tahu kalau Mike juga akan terlibat dalam masalah karna dia berada di markas Blake, dia memutuskan untuk memberikan sinyal darurat kepada divisi 2 yang di pimpin Max.
"Bagaimana ini ? kita sudah terkepung" ucap Dagfinn panik dengan keadaannya sekarang.
"Tenanglah setengah anggota ku masih dalam perjalanan, jadi kita akan mendapatkan bantuan"
"Untuk sementara kita hadapi dulu mereka" ucap Richard. Richard yang sudah menduga kalau hal ini akan terjadi, dia menyuruh setengah anggotanya ikut dengannya dan setengah lagi datang dengan waktu yang sedikit lebih lama.
Dengan datangnya Pimpinan divisi 2 beserta anggota nya, membuat situasi di markas Brian semakin rumit.
Brian yang tahu kalau dirinya adalah target Gang Rogers x Ashton bersembunyi di ruangan bawah tanah yang begitu lengkap dengan persedian makanan, dia juga mengajak Mike untuk bersembunyi disitu.
Di sisi lain Daniel yang telah kehilangan setengah anggotanya dia memutuskan untuk mencari anggota lagi agar menambah kekuatan Gang nya sekaligus untuk membalaskan kematian istrinya, Alma.
Dia yang bingung ingin merekrut siapa mendapat ide untuk mengajak anak buah Ayahnya dulu. Setelah lama mencari informasi dia menemukan alamat anak buah kepercayaan Ayahnya, dia segera berangkat menuju alamat itu.
Tok..tok..tok..!
*Pintu terbuka..
Muncul lah seorang pria yang berjenggot tebal serta rambutnya yang gondrong.
"Siapa ? ada perlu apa kesini ?"
"Aku Daniel, aku dengar kau dulunya mantan Gangster"
"Aku ingin mengajak mu bergabung ke Gang ku, apakah kah mau ?" tanya Daniel.
"Gang ? heh.. aku tak ingin ikut permainan anak kecil"
Brak..!
Dia langsung menutup pintunya..
Yah.. di tolak :(
Kira kira apa yang akan di lakukan Daniel selanjutnya ya ?
__ADS_1
Ikuti terus cerita novel ini ^_^