Raja Istana Ming

Raja Istana Ming
episode 21


__ADS_3

Disaat Yogi melintas di sebuah taman, Yogi sangat kagum dengan keindahan taman tersebut, taman tersebut sangat asri dan luas mengelilingi sebuah Istana.


Beberapa saat kemudian, Yogi berjalan menuju ke Istana dan ketika itu masih bersama dengan beberapa pasukan yang mengantarnya.


Dan di sepanjang perjalanan ke istana, Yogi mendapatkan sambutan dari semua pelayan yang ada di Istana sehingga membuatnya semakin tersanjung melihatnya


Akhirnya setelah memasuki Istana, Yogi disambut oleh Ayahnya Yoga dengan penuh kerinduan.


Pada saat itu Ayahnya Yoga juga tidak menyadari mengenai Yogi yang memiliki kemiripan dengan Yoga, sehingga dirinya menganggap Yogi adalah Yoga putranya.


Beberapa saat kemudian mereka berbincang-bincang, lalu tiba-tiba Ayahnya Yoga mengatakan kepada Yogi bahwa dirinya tidak akan memaksanya lagi untuk menerima perjodohan itu.


Hal ini karena Ayahnya Yoga tidak ingin kehilangan dirinya, sehingga memutuskan untuk memberikan sebuah kebebasan mengenai pilihannya.


Pada saat berbincang-bincang dengan Ayahnya, Yogi hanya dapat tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena dirinya merasa takut apabila salah ketika mengucapkan sebuah kata.

__ADS_1


Kemudian Ayahnya Yoga menanyakan alasannya yang ketika itu sedang berada di ruang bawah tanah Istana.


Dengan agak gugup Yogi menjawabnya dengan sebuah alasan.


Dan alasan tersebut adalah dirinya secara tidak sengaja terkunci dari luar ketika memasuki ruangan tersebut.


Mengetahui hal ini Ayahnya Yoga tersenyum sembari mengatakan kepadanya mengenai tingkah lakunya seperti anak kecil yang tiba-tiba terkunci dari dalam.


Kemudian Ayahnya Yoga mempersilahkan Yogi untuk segera beristirahat.


Yogi kemudian diantar oleh beberapa pelayanan Istana menuju tempat istirahat nya.


Setelah pelayan tersebut meninggalkannya, Yogi kemudian duduk di ruangan tersebut dengan tersenyum sendiri karena dirinya merasa telah menjadi seorang yang sangat kaya.


Yogi sangat senang tinggal di Istana yang penuh dengan kemewahan dan dirinya akan memaafkan tindakan Yoga yang mendorongnya masuk ke sebuah dinding tersebut.

__ADS_1


Keesokan harinya Yogi berjalan-jalan di Istana, tiba-tiba ada seorang pasukan mendekatinya sembari memuji keahlian dalam memanah.


Setelah itu seorang pasukan tersebut memanggil salah seorang temannya untuk membuktikan kehebatan memanah yang dimilikinya.


Seorang pasukan tersebut menyerahkan sebuah busur dan anak panah kepada Yogi, kemudian dirinya langsung menuju kesebuah pohon dan berdiri dibawanya dengan meletakkan sebuah apel diatas kepalanya.


Dengan penuh percaya diri seorang pasukan tersebut berteriak kepada Yogi untuk segera memanahnya.


Yogi yang ketika itu sedang bingung maka dirinya memberanikan diri untuk mencoba memanah seorang pasukan tersebut.


Kemudian dengan keahlian memanah yang seadanya, Yogi memberanikan melepaskan anak panah tersebut.


Akhirnya anak panah tersebut melesat ke arah seorang pasukan tersebut, akan tetapi ketika akan mendekati tubuh seorang pasukan tersebut tiba-tiba laju anak panah itu melamban dan akhirnya jatuh dihadapan seorang pasukan itu.


Mengetahui hal ini teman dari seorang pasukan tersebut tertawa dengan kencang, akan tetapi dirinya mulai menahannya ketika Yogi melihatnya.

__ADS_1


Ketika itu Yogi sebenarnya juga merasa malu dan dirinya juga ingin tertawa dengan kencang, akan tetapi Yogi menahan ekspresinya itu karena dirinya ingin menjaga kewibawaannya sebagai seorang Raja.


Hari-hari di Istana membuat Yogi merasa sangat senang karena dengan semua fasilitas yang ada di Istana dapat melupakan semua tentang kesusahannya ketika berada di kota.


__ADS_2