
Yoga dengan sekuat tenaga mendobrak pintu ruangan bawah tanah Istana dan akhirnya Yoga berhasil membukanya.
Ternyata dibalik pintu sudah ada dua orang pemberontak yang sedang menjaganya.
Dua orang pemberontak itu langsung menghadangnya, akan tetapi mereka dapat dilumpuhkan dengan mudah oleh Yoga.
Yoga kemudian menuju ke Istananya.
Pemimpin pemberontak yang mengetahui kedatangan Yoga hanya bersikap tenang ketika menyambutnya.
Setelah Yoga berada dihadapannya, Pemimpin pemberontak itu tertawa sangat kencang seraya mengatakan " apakah kamu menginginkan kematian mu dipercepat! ".
Pemimpin itu mengatakan demikian karena Pemimpin itu menganggap Yoga adalah Yogi yang tidak mempunyai kemampuan untuk bertarung.
Yoga kemudian langsung menyerangnya tanpa memperdulikan ucapannya.
Pemimpin itu segera menahan serangannya dan dalam hatinya berkata " ternyata kemampuan bertarungnya luar biasa ".
Akhirnya mereka bertarung dengan sangat seru.
Karena serangan Yoga bertubi-tubi, Pemimpin itu kewalahan menghadapinya.
Hingga beberapa saat kemudian, Pemimpin itu dapat dikalahkan oleh Yoga.
Beberapa pasukan pemberontak yang mengetahui Pemimpinnya telah dikalahkan, mereka segera menyerang Yoga secara bersama-sama.
__ADS_1
Akhirnya Yoga bertarung melawan mereka semua.
Sebenarnya Yoga agak kewalahan menghadapi mereka, hal ini karena jumlah mereka cukup banyak.
Akan tetapi beberapa saat kemudian, para pasukan Istana yang ditugaskan untuk mengevaluasi korban gempa telah datang ke Istana.
Mereka yang mengetahui Yoga dalam keadaan diserang oleh beberapa orang, mereka langsung membantu Yoga dalam pertarungan itu.
Dan pertarungan itu berlangsung cukup seru.
Beberapa saat kemudian, para pasukan pemberontak akhirnya dapat dikalahkan oleh para pasukan Istana.
Yoga merasa lega karena dapat melumpuhkan mereka semua.
Kemudian Yoga memerintahkan pasukannya untuk menahan Pemimpin itu berserta pasukannya.
Yoga kemudian segera membebaskan Ayahnya dan langsung memeluknya seraya mengatakan permintaan maafnya.
Ayahnya tersenyum bangga dengan keberhasilan Yoga yang telah menyelamatkannya.
Disela-sela itu, Ayahnya bertanya kepada Yoga " mengapa tadi kamu tidak berani melawannya? ".
Yoga yang merasa agak bingung dengan pertanyaan itu maka Yoga menjawabnya dengan sebuah alasan " ini adalah strategi ku untuk menghadapi mereka ".
Ayahnya kemudian tersenyum setelah mengetahui jawaban Yoga.
__ADS_1
Akhirnya mereka kembali ke Istana dengan keadaan yang sangat bahagia.
Disela-sela perjalanan mereka, Yoga mengatakan " aku sangat merindukan Ayah ".
Ucapannya Yoga membuat Ayahnya sedikit bingung, lalu Ayahnya berkata " masih belum sehari tidak berjumpa, kenapa sudah rindu Ayah ".
Yoga kemudian tersenyum lepas mendengar ucapan Ayahnya dan akhirnya beberapa saat mereka telah sampai di Istananya.
Yoga seperti biasanya dengan suaranya yang lantang memanggil pelayanannya untuk segera menyajikan makanan untuknya.
Yoga disaat itu merasa senang dapat kembali lagi ke Istananya karena dapat dengan bebas memerintah semua pelayannya untuk melayaninya.
Setelah makan tersaji, Yoga dan Ayahnya langsung makan bersama.
Disela-sela mereka makan, Yoga mengatakan kepada Ayahnya mengenai Istananya yang akan tenggelam di sebuah Danau.
Ayahnya yang mendengar ucapannya sempat tersedak dengan mengatakan " apakah benar ucapan mu itu! ".
Yoga yang agak bingung untuk menjelaskannya, kemudian berkata " Ayah tidak perlu mengkhawatirkannya karena di wilayah kita tidak pernah terjadi Gempa ".
Ayahnya langsung berdiri dan mengatakan " kemarin daerah sekitar pegunungan yang berada di wilayah Istana telah terjadi Gempa yang cukup besar ".
Yoga yang disaat itu sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Ayahnya.
Ayahnya agak bingung ketika mengetahui eskpresi Yoga yang seperti itu.
__ADS_1
Ayahnya lalu mengatakan " apakah kemarin kamu sudah lupa dengan kejadian Gempa yang berada di wilayah Pegunungan Istana? ".