
Setelah Bus tersebut berhenti maka dengan sedikit memaksa, petugas tersebut menurunkan Yoga di tepian jalan.
Yoga yang ketika itu tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya maka Yoga memintanya untuk bertarung melawannya.
Akan tetapi petugas tersebut tidak menghiraukannya dan langsung pergi meninggalkannya.
Yoga yang disaat itu merasa kesal dengan perlakuan petugas tersebut maka Yoga menenangkan dirinya dengan duduk disebuah tempat disekitar jalan tersebut.
Disaat itu Yoga masih merasa bingung dengan perlakuan semua orang yang ditemuinya, hingga beberapa saat kemudian dirinya merasa lapar.
Setelah memperhatikan beberapa tempat yang ada disekitarnya, akhirnya Yoga melihat sebuah rumah makan.
Dengan segera Yoga langsung menuju ke sebuah rumah makan tersebut, setelah itu Yoga memesan beberapa makanan dan minuman yang cukup banyak karena disaat itu dirinya merasa sangat lapar.
Beberapa saat kemudian Yoga telah menghabiskan semua makanannya, kemudian dirinya langsung pergi meninggalkan rumah makan tersebut.
Akan tetapi ketika dirinya sudah berada di depan pintu keluar rumah makan itu, tiba-tiba pemilik rumah makan tersebut memanggilnya.
__ADS_1
Dengan sangat santainya Yoga berjalan menuju ke pemilik rumah makan tersebut, kemudian pemilik rumah makan tersebut mengatakan bahwa dirinya harus membayar semua makanan dan minuman yang telah dihabiskannya.
Mengetahui hal ini Yoga masih terlihat santai sembari mengeluarkan lencana Kerajaannya, karena dirinya menganggap kalau seorang Raja tidak harus membayar tagihan makanan melainkan hanya dengan sebuah ucapan terimakasih saja sudah cukup sebagai pengganti tagihan makanan.
Jawaban Yoga membuat Pemilik rumah makan langsung marah seraya mengatakan untuk segera membantunya membersihkan dapur yang ada di rumah makan itu.
Hal ini karena sebagai ganti ruginya ketika seorang pembeli tidak dapat membayar tagihan makanannya.
Akhirnya dengan terpaksa Yoga menyetujuinya sembari menggerutu dalam hatinya " tunggu pembalasan ku! ".
Yoga kemudian menuju kesebuah pusat Kota yang ada di wilayah itu, Yoga menjadi kagum dengan adanya banyaknya bangunan gedung yang bertingkat-tingkat.
Di pusat kota itu terdapat begitu banyak bangunan gedung bertingkat dan salah satunya adalah terdapat sebuah gedung yang merupakan perusahaan ekspor impor.
Manajer di perusahaan itu adalah seorang wanita yang bernama Cleo.
Cleo memimpin perusahaan itu karena Ayahnya yang memintanya.
__ADS_1
Meskipun Cleo masih terlalu muda akan tetapi Ayahnya telah mempercayakan perusahaannya kepadanya.
Di perusahaan itu juga ada salah seorang karyawan yang sepantaran dengan Cleo.
Seorang karyawan itu bernama Yogi yang ditugaskan untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran barang.
Akan tetapi Yogi merupakan seorang karyawan yang sangat ceroboh dalam pekerjaannya sehingga membuat Cleo sering memarahinya karena kesalahannya.
Yogi merupakan seorang karyawan biasa, pendapatannya setiap bulannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama satu bulan.
Setiap harinya Yogi bekerja hanya menggunakan sepeda kayuh, karena Yogi tidak memiliki uang untuk membeli kendaraan bermotor.
Pada suatu hari Yogi datang terlambat di perusahaan tersebut, hingga dirinya harus kembali menghadap Cleo untuk memberikan sebuah alasan mengenai dirinya yang terlambat masuk kerja.
Kemudian Cleo menanyakan alasan mengenai dirinya yang terlambat, Yogi lalu menjelaskan alasan tersebut bahwa dirinya telah mengalami sebuah kecelakaan hingga sepedanya rusak.
Cleo adalah seorang manajer yang tidak menyukai apabila ada karyawannya yang datang terlambat, meskipun dengan berbagai alasan Cleo tidak mau mendengar alasan dari karyawan tersebut.
__ADS_1