
Dengan sebuah pertanyaan itu membuat Yoga sedikit bingung, karena pada saat itu Yoga masih berada di wilayah perkotaan tempat tinggalnya Yogi.
Sehingga membuat Yoga menjawabnya dengan sebuah senyuman seraya mengatakan bahwa dirinya sedikit terlupa dengan kejadian Gempa itu.
Yoga kemudian mengajak Ayahnya untuk berpindah dari Istana dan membangun sebuah Istana baru di wilayah lain yang jauh dari pusat Gempa.
Akan tetapi disaat itu Ayahnya masih belum menyetujui rencananya Yoga, karena rencana itu membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkannya.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga penduduk yang sudah lama bertempat tinggal di sekitar wilayah Istananya, sehingga tidak dapat dengan mudah mengajak mereka semua untuk berpindah ke wilayah lain.
Yoga terdiam sejenak setelah mengetahui penjelasan Ayahnya, sehingga beberapa saat kemudian Yoga menyetujui pendapat Ayahnya.
Yoga dan Ayahnya kemudian memutuskan untuk memikirkannya dilain waktu, karena rencana perpindahan Istananya membutuhkan waktu yang cukup agak lama.
Keesokan harinya Yoga berjalan-jalan disekitar wilayah Istananya untuk mengobati rasa rindunya ketika masih berada di Istana.
__ADS_1
Yoga disaat itu menyapa semua pelayan dan pasukan Istana dengan sikap yang sopan, hal ini karena Yoga merasa senang karena dapat kembali lagi ke Istananya.
Sedangkan pelayanan dan pasukannya merasa bingung dengan sikap Yoga yang ketika itu menjadi sangat sopan.
Beberapa saat kemudian, Yoga menuju ke ruang bawah tanah Istana.
Setelah sampai di ruangan itu, Yoga memeriksa dan memperhatikan sebuah dinding yang menghubungkannya ke dimensi waktu ke masa depan.
Panjang dan Lebar dinding itu seukuran sebuah pintu ruangan dan disaat itu Yoga masih memperhatikannya.
Yoga kemudian memasukkan tangannya ke dinding itu berulang kali dan berhasil menembusnya.
Hal ini karena kekuatan panas sebuah batu bongkahan itu mulai mendingin sehingga akan segera menutup dinding penghubung dimensi waktu ke masa depan.
Yoga kemudian menarik tangan dengan tersenyum haru seraya berkata " selamat tinggal Yogi sahabatku, aku akan selalu mengingat mu ".
__ADS_1
Selain itu Yoga juga berkata dalam hatinya " selamat tinggal Cleo, aku akan selalu mencintaimu ".
Dengan keadaan yang seperti itu membuat Yoga merasa sedih, akan tetapi Yoga mampu menyembunyikan rasa sedihnya karena untuk menjaga wibawanya ketika bertemu dengan pelayan dan pasukannya yang disaat itu masih berkeliling disekitar Istananya.
Beberapa saat kemudian, Yoga meninggalkan tempat itu dan menuju sebuah taman yang ada di Istananya.
Yoga lalu duduk di tempat itu dengan merenung mengingat dirinya disaat bersama Cleo.
Yoga merasa sangat rindu kepadanya, akan tetapi ketika teringat Cleo yang akan segera menikah maka Yoga mencoba untuk melupakan semua kenangan bersama Cleo meskipun dirinya sangat mencintainya.
Yoga yang ketika itu masih berada di taman, tiba-tiba dihampiri oleh sebuah pasukannya yang ahli dalam bidang memanah.
Setelah berada dihadapannya, seorang pasukan itu tersenyum seraya mengatakan " apakah Raja masih ahli dalam memanah, kalau merasa masih belum ahli, saya akan membantu Raja supaya ahli dalam memanah ".
Pasukan itu berani mengatakan seperti itu karena disaat itu yang menjadi Raja adalah Yogi.
__ADS_1
Dan Yogi disaat itu terlihat tidak memiliki kemampuan untuk memanah dan sempat membuat salah seorang pasukan lain tertawa ketika melihatnya yang tidak memiliki keahlian dalam memanah.
Yoga dengan sontak langsung berdiri dari tempat duduknya seraya berteriak mengatakan " keahlian memanah mu sehebat apa?! ".