Raja Istana Ming

Raja Istana Ming
episode 38


__ADS_3

Seorang pasukan itu langsung berlutut ketika mendengar Yoga berteriak dihadapannya seraya berkata " maafkan saya Paduka, saya hanya berniat membantu Paduka Raja ".


Yoga yang terlanjur kesal kepadanya, kemudian memintanya untuk menunjukkan keahliannya dalam memanah.


Akan tetapi pasukan itu tidak bersedia melakukannya dan lebih memilih untuk pamit meninggalkan Yoga.


Mengetahui seorang pasukannya akan pergi, Yoga kemudian berteriak " kalau kamu pergi, aku akan menghukum mu! ".


Akhirnya dengan terpaksa, seorang pasukan itu kembali menghadap Yoga dengan keadaan menundukkan bagian kepalanya.


Yoga kemudian langsung memerintahkannya untuk segera menunjukkan keahliannya dalam memanah.


Pasukan itu akhirnya menunjukkan keahliannya dalam memanah.


Pasukan itu kemudian mengarahkan anak panahnya ke sebuah pohon kelapa yang berada di sekitar taman Istana.


Setelah melepaskan anak panahnya, pasukan itu berhasil mengenai buah kelapa dan buah yang jatuh bukan hanya satu melainkan ada lima buah kelapa yang jatuh.


Yoga merasa kagum dengan keahlian memanahnya, sehingga membuat Yoga ingin menunjukkan juga keahlian memanahnya.

__ADS_1


Dengan alat panah dan busur yang sama, Yoga juga mengarahkan busurnya ke sebuah pohon kelapa.


Yoga lalu melepaskan busur panahnya, akan tetapi busur panahnya tidak mengenainya dan hanya melintasi beberapa pohon kelapa.


Mengetahui hal ini, Yoga langsung meminta maaf kepada seorang pasukannya atas sikapnya terhadapnya.


Seorang pasukan itu tersenyum dengan mengangguk bagian kepalanya.


Setelah itu, Yoga meninggalkan seorang pasukan itu dan beranjak pergi menuju ke Istananya.


Akan tetapi ketika beberapa langkah Yoga pergi meninggalkan tempat itu, secara tiba-tiba segerombol buah kelapa yang terdapat di tiga pohon yang berbeda jatuh secara bersamaan.


Mengetahui hal ini, seorang pasukan itu langsung berlari menghampiri Yoga sembari berlutut dihadapannya dengan mengatakan " maafkan saya Paduka, ternyata keahlian memanahnya Paduka Raja sangat luar biasa ".


Seorang pasukan itu sempat agak bingung dengan ucapannya Yoga, karena menganggap segerombolan buah kelapa itu tidak akan mungkin jatuh hanya karena sebuah tiupan angin.


Yoga kemudian beranjak pergi meninggalkannya, sedangkan seorang pasukan itu masih memikirkan tentang segerombolan buah kelapa yang tiba-tiba terjatuh.


Ternyata pada saat itu, Yoga dengan sengaja mengarahkan busurnya ke tangkai buah kelapa dan sasaran bukan hanya satu tangkai pohon saja melainkan tiga tangkai sekaligus pada pohon yang berbeda.

__ADS_1


Mengetahui sasarannya telah berhasil, Yoga kemudian berpura-pura mengatakan kepada seorang pasukannya bahwa sasarannya telah meleset.


Hal ini karena Yoga tidak ingin seorang pasukan itu menyanjungnya.


\*\*\*\*\*


Beberapa saat kemudian Yoga telah sampai di Istana, Yoga yang ketika itu ingin segera beristirahat di tempat tidurnya, tiba-tiba Ayahnya memanggilnya.


Yoga lalu menghampiri Ayahnya yang ketika itu sedang makan siang.


Yoga kemudian diminta Ayahnya untuk makan siang bersamanya dan dengan senang hati Yoga menyetujuinya.


Yoga yang disaat itu mulai lapar, maka dengan segera Yoga mengambil lauk kesukaannya.


Ketika Yoga akan menyantap makanannya, tiba-tiba Ayahnya mengatakan kepadanya untuk segera mempersiapkan diri di acara pernikahannya yang akan dilakukan esok hari.


Yoga sempat terkejut dengan ucapan Ayahnya, maka membuatnya langsung terhenti disaat dirinya sedang mengambil sebuah makanan kesukaannya.


Ayahnya kemudian menanyakan sikapnya itu.

__ADS_1


Yoga kemudian menjawabnya " aku terkejut karena semua makanan ini merupakan makanan kesukaan ku "


Ayahnya merasa lega mendengar jawabannya, karena disaat itu Ayahnya menggangap kalau Yoga akan berubah pikiran mengenai acara pernikahannya.


__ADS_2