
Yogi merasa bersalah karena sebelumnya dirinya mengatakan bahwa akan melindungi Ayahnya Yoga dari pemberontak itu.
Yogi yang masih memikirkan akan hal itu akhirnya memberanikan diri untuk menyelamatkan Ayahnya Yoga.
Ayahnya Yoga sebenarnya mampu mengalahkan para pemberontak itu, akan tetapi ketika menghadapi serangannya, tiba-tiba penyakit yang di deritanya menyerang tubuhnya, sehingga dengan keadaan yang seperti itu, Ayahnya Yoga dapat dilumpuhkan oleh mereka.
Disaat Ayahnya Yoga akan dibawa ke ruang tahanan yang ada di Istana, Yogi kemudian berteriak dengan mengatakan " aku akan menghabisi kalian semua! ".
Ayahnya yang mendengarnya menjadi lega karena berharap Yogi dapat menyelamatkannya.
Pemimpin para pemberontak itu langsung bergerak cepat menuju ke arah Yoga dan akan segera menyerangnya.
Sedangkan Yogi disaat itu hanya diam tercengang melihat pergerakan Pemimpin itu yang sedang menghampirinya.
Akhirnya mereka saling berhadapan dan akan segera bertarung.
Yogi yang tidak mempunyai keahlian apa pun dalam ilmu beladiri maka dengan segera Yogi berlutut dihadapannya seraya berkata " aku mohon jangan kamu sakit i orang tua itu ".
Pemimpin pemberontak itu langsung tertawa kencang mengetahui sikap Yogi yang tidak berani melawannya.
Sedangkan Ayahnya Yoga dari kejauhan hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya ketika mengetahui sikapnya Yogi yang seperti itu.
Pemimpin pemberontak itu akhirnya memerintahkan pasukannya untuk menangkap Yogi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Yogi dibawa mereka menuju ke ruangan bawah Istana untuk ditahan diruangan itu.
Sedangkan Ayahnya Yoga dibawah mereka menuju keruang tahanan yang ada di Istana.
Pemimpin pemberontak itu memisahkan ruang tahanan antara Ayahnya Yoga dengan Yogi karena Pemimpin itu tidak ingin mereka akan merencanakan sebuah strategi untuk menyerangnya.
Yogi yang ketika itu ditahan di ruangan bawah tanah Istana tiba-tiba teringat sebuah dinding yang ada diruangan itu yang merupakan pintu masuk menuju ke kotanya.
Yogi kemudian beranjak mendekati dinding itu, akan tetapi setelah Yogi mencoba menembusnya, dinding itu masih belum juga dapat ditembus olehnya.
Hal ini karena disaat itu dinding tersebut masih terganjal oleh sebuah batang pohon yang diletakkannya oleh Yoga sebelumnya.
Yogi kemudian hanya merenung dan hanya menatap kearah dinding itu.
Dinding itu terlihat agak bergerak-gerak.
Meskipun agak takut, Yogi terus memperhatikan ke arah dinding itu.
Ternyata yang menyebabkan dinding itu agak bergerak-gerak adalah Yoga yang disaat itu ingin kembali ke Istananya.
Akhirnya Yogi dan Yoga bertemu di ruangan bawah Istana.
Yoga merasa sempat terkejut ketika melihat Yogi berada dihadapannya.
__ADS_1
Sedangkan Yogi juga sempat terkejut karena melihat Yoga dapat memasuki dinding tersebut.
Yogi dengan segera beranjak mendekati Yoga kemudian memeluknya.
Beberapa saat kemudian, Yogi menceritakan semuanya kepada Yoga.
Yoga kemudian langsung marah dan akan segera menghabisi para pemberontak itu.
Yogi mencoba menawarkan bantuannya untuk membantunya, akan tetapi Yoga menolaknya seraya berkata " kembalilah ke kota mu karena Cleo akan segera menikah! ".
Yogi kemudian tersenyum dengan mengatakan " aku tidak memperdulikannya ".
Hal ini karena Yogi telah menyukai Clara dan sudah tidak memperdulikan Cleo.
Yoga kemudian berkata " aku mohon datanglah ke acara pernikahannya Cleo ".
Ucapannya Yoga membuatnya berpikir sejenak, akhirnya Yogi menyetujuinya.
Beberapa saat kemudian Yogi kembali lagi menuju ke kotanya.
Sedangkan Yoga akan segera menyelamatkan Ayahnya.
Yoga kemudian mendobrak pintu yang ketika itu masih dalam keadaan terkunci dari luar.
__ADS_1