Raja Jenius

Raja Jenius
chapter 08


__ADS_3

upacara penghormatan selesai sudah, matahari sudah hampir terbenam leonidas memeluk elf yang tersisa.


Nina termenung di pojokan rumah pohonnya


"hey nona, jika kau melamun begitu kau akan sakit ". sembari menyodorkan air


"hiks hiks , anda raja, maafkan saya atas ketidak sopanan saya".


"sudahlah santai saja, namun apa kau tahu kehilangan seseorang tidak selalu membuat kita terpuruk, kadang kehilangan sesuatu atau seseorang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa"


.......


"....... aku akan kembali ke istana, ada banyak tugas yang harus ku selesaikan, nona boleh aku bertanya sesuatu? "


"silahkan yang mulia"


mereka mulai berbicara satu sama lain hingga suasana mencair, "kau benar hahahaha, soal pertanyaan ku tadi bagaimana ya...... apa kau tahu sesuatu tentang simbol di selembaran ini".


leonidas menyodorkan sebuah selembaran dengan bahasa elf di dalamnya, sepertinya itu adalah bahasa elf kuno yang hanya beberapa orang saja yang tahu.


di atas rumah pohon itu mereka duduk berdua, Nina begitu fokus dengan selembaran yang diberikan.


"a a a astaga yang mulia, ini surat kepala desa pertama elf , yang isinya berisi tentang sungai keabadian, ini ini adalah artefak yang tak ternilai harganya " dengan kagetnya


aku tidak sengaja menemukan itu di kotak rahasia raja sebelumnya, sepertinya kertas itu sudah di turunkan dari generasi ke generasi, sungai keabadian seperti sebuah legenda, namun di dunia yang penuh dengan mahluk legenda ini bukan tidak mungkin tidak ada.


"oh " dengan dataran leonidas menjawab Nina


"kenapa dengan wajah datar anda yang mulia, maksudku leonidas, ini adalah keajaiban, apakah anda tidak ingin abadi, semua manusia pasti menginginkan hal seperti itu".


Nina sepertinya sedikit terbawa emosional, " abadi? , aku tidak perlu itu , selama aku mendapatkan kebahagiaan ku aku tidak memerlukan keabadian, jika pencipta menciptakan ku untuk hidup selama 50 tahun aku akan siap untuk itu".


jawaban leonidas membuat Nina kaget , dia tidak menyangka jawaban leonidas bertolak belakang dengan para manusia yang kebanyakan, akan langsung sumringah saat mendengar abadi atau berumur panjang.


di saat yang sama matahari mulai ditelan oleh gelapnya malam, leonidas berdiri untuk menemui para elf yang berkumpul. mereka sepertinya sudah akrab dengan Martin dan dokter itu hanya dalam beberapa jam saja.


aku turun menuruni tangga, Nina mengikuti ku di belakang, sudah kuduga para elf hidup di pohon sama halnya di anime, bahkan di game, ini terlalu random untuk ku.

__ADS_1


"itu dia , rajaku apakah anda akan pulang "


tanya seorang elf tua


" ya begitulah nek, aku harus menanggung tugasku sebagai raja".


"ooh anak muda yang pekerja keras, sini biar nenek cium".


Nina mulai maju setelah leonidas turun dari panggung, leonidas sepertinya tahu apa yang ingin dia lakukan, "rakyatku, aku adalah putri dari kepala desa , Nina aku sepertinya tidak bisa diberi jabatan seorang kepala desa , untuk itu aku akan ikut ke kerajaan dan menetap disana , maafkan keputusan ku ini, aku tahu tradisi dimana jika kepala desa mati maka anaknya akan menjadi penerusnya, namun ini keputusan ku, dan terlalu lama kita mengisolasi diri kita dari dunia luar ".


kata katanya berhenti, Nina mulai turun dan bergegas menemui leonidas yang sudah bersiap untuk pergi, "nona jika anda pergi maka kami juga akan pergi , apapun alasan Anda untuk mengelak bahwa anda adalah kepala desa...... kami akan tetap menjadi rakyat elf forest ".


disusul dengan orang lainnya yang mengikuti dengan serentak


.


.


.


masih ada para prajurit yang berjaga diluar hutan dan menunggu hingga raja mereka kembali.


"malam yang mulia-" mereka kaget saat mendapati raja mereka berlumuran darah, "yang mulia apakah ada sesuatu yang terjadi ?".


"Raja sudah lelah ketua regu, baik jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting" Martin yang mengintimidasi nya


leonidas yang diam mulai memotong omongan komandan Martin, "komandan!, tidak banyak prajurit, dan terima kasih atas kerja keras kalian semua disini, aku akan kembali ke kerajaan, baiknya kalian ikut bersama kami".


"kami tidak pantas mendapatkan sanjungan anda yang mulia "


mereka tidak menanyakan siapa orang orang yang leonidas bawa, karena baiknya mereka tidak perlu mengetahuinya. "rajaku ada seekor kuda yang kutunggangi, baiknya anda menaikinya ". ketua regu menawarkan kudanya.


"ya yang mulia, anda naik saja" disusul komandan Martin


namun dia menolaknya dan lebih memilih berjalan kaki ke kerajaan, melihat itu ketua mulai membariskan pasukannya dan menenteng kudanya, karena salut dengan kemuliaan hati rajanya itu.


dikarenakan sudah gelap , hanya sedikit orang yang melihat mereka, sehingga tidak ada keributan yang berarti.

__ADS_1


singkat waktu, mereka sampai kira kira di hitung jam 9 malam, para prajurit yang berjaga mulai membariskan dengan rapi, mereka sedikit kaget dengan darah di sekujur baju raja nya.


"selamat datang, yang mulia" seorang penjaga gerbang menyapanya


ada beberapa orang yang masih mengantri untuk masuk, menundukan Kepala mereka, tanda mereka segan padanya.


masuk rombongan ke dalam kota, ternyata masih ramai sekali orang yang berlalu lalang, sebelum masuk para prajurit membuat tembok jalan untuk memberi jalan pada raja.


orang orang bertanya apa yang terjadi di malam hari ini, gerbang nya dibuka leonidas dan rombongan masuk diikuti satu kompi pasukan dibelakangnya.


"apakah itu raja kerajaan kolombus leonidas?"


"sepertinya begitu"


"apa kau lihat darah di sekujur bajunya, sepertinya ada sesuatu yang terjadi"


para pendatang tidak tahu jika orang yang ada di depan rombongan itu adalah raja leonidas, sampai para warga meneriakan namanya. "raja leonidas, !!!!!!!! ".


perjalanannya cukup lama akibat leonidas yang harus menyapa warganya serta berjalan lebih berwibawa.


"akhirnya komandan kita ada di istana"


"yah yang mulia, ketua regu bubarkan pasukan !!!!"


"siap komandan, regu ke 13 bubarkan!!!!"


mereka sampai di istana, ketua regu mulai membubarkan pasukannya begitu juga dia sendiri. " selamat datang rajaku"


"kepala istana, bisakah anda dan bawahan Anda memberikan kamar bagi masing masing tamu kita ini"


para elf merasa tidak enak saat leonidas memberikan istananya sebagai tempat tinggal mereka sementara, Nina lantas mendekati leonidas, "yang mulia anda tidak perlu mengizinkan kami tinggal di istana anda , kami bisa menyewa penginapan seperti yang ayahku selalu katakan".


"Nina tak apa , ada puluhan kamar di istana ini, lebih baik kalian tempati untuk sementara, daripada dibiarkan kosong, dan jika aku membiarkan kalian menyewa penginapan, aku akan Mali pada ayahmu , stttttt sudah ini adalah perintah".


mendengar jika itu adalah maunya, Nina diam dan menuruti perintah leonidas.


sementara itu di kamar penginapan tempat Diana tinggal , dia nampaknya sudah tidur dengan pulasnya. hingga suara ketukan pintu membangunkannya.

__ADS_1


"baiklah tunggu,issss"


"nyonya anda harus mendengar berita ini"


__ADS_2