
hari menjelang sore, dihari yang sama para pengunjung ke ibukota kerajaan masih berdatangan.
mereka berdatangan setelah mendengar berita jika, ada hal yang luar biasa disana.
para pengunjung di wajibkan untuk berbaris dan akan didata satu persatu oleh petugas yang menunggu di luar, banyak sekali penjagaan di balik gerbang megah itu.
mereka siap siaga berdiri dengan seriusnya
"nyonya, banyak sekali penjagaan disini bagaimana nyonya". seorang bertanya dengan nada pelan
"tak apa kalian berdua bersikap biasa saja, senjata kita ada di gerobak kuharap kalian meletakannya dengan aman".
3 orang berjubah sepertinya menyembunyikan sesuatu, "hey jangan mendorong"!! keributan di barisan belakang mereka membuat mereka sedikit lega.
salah satu dari ketiga orang itu adalah seorang wanita yang amat cantik mengendarai gerobak itu.
"berikutnya silahkan maju", seorang penjaga memanggil mereka disaat mereka berdiskusi
"baiklah, ini dia kertas dan pena nya, silahkan isi nama kalian, tujuan kalian dan juga kalian bisa turun dari gerobak kalian setelah mengisi, akan ada pemeriksaan kecil".
turunlah mereka dan mengisi selembaran itu...
bersamaan dengan itu gerobak mereka diperiksa orang seorang petugas lainnya, mereka bertiga harap harap cemas karena mereka membawa senjata.
singkat waktu pengeledahan selesai dan mereka diperbolehkan masuk ke dalam.
para petugas hanya melihat dan mengangkat beberapa barang saja sepertinya, itu dibuktikan dari tempat barang barang itu sebelumnya dimana hanya beberapa barang saja yang tidak sama seperti ditempatnya.
'sebenarnya apa yang terjadi di kerajaan ini?, aku benar benar penasaran, namun aku harus fokus pada misi ku , membawa seorang menteri yang kabur dan dikatakan dari informan ku dia masuk ke kerajaan ini' ucapnya dalam hati
gerbang dibuka sedikit saja , mereka masuk dengan hati hati, sehari hari mungkin.
........
saat masuk mereka disuguhkan keramaian dari orang orang yang berlalu lalang, pedagang,penjual,pembeli orang orang dari berbagai daerah ada di sana.
mereka disuguhkan pemandangan jalanan berbatu yang sangat rata dan mulus untuk dilewati, serta lampu penerangan yang mulai menyala.
para demi human berkeliaran dengan bebasnya tanpa borgol, membuat mereka semakin penasaran apakah benar kota yang mereka masuki adalah kerajaan kolombus, "hey kalian tetaplah fokus pada misi". wanita menegur anak buahnya yang mulai tidak fokus
obrolan, langkah kaki ramainya orang seperti ini jarang mereka lihat, bangunan dar arsitektur yang indah belum pernah mereka lihat sebelumnya membuat mereka kaget.
"permisi pak, apakah anda tahu penginapan terdekat?".
__ADS_1
"ooh aku tidak tahu, tapi jika kau ingin tahu sesuatu tanyakan pada orang orang di tenda di sebelah sana".
"terima kasih pak".
'aku Harus cepat ke penginapan sebelum ada yang curiga, bisa bisa nanti akan ada salah faham'
"ke penginapan?, baik bos".
kuda mereka mulai maju ke tenda itu, anak buah wanita itu turun sedangkan dia masih berada di gerobak, "permisi nyonya, dimanakah penginapan terdekat?".
"Hallo pengunjung baru, penginapan ada di jalan sebelah kanan, dekat pohon apel itu, kalian hanya perlu lulus hingga menemukan nama penginapannya, ooh ya kami menyediakan peta untuk seluruh wilayah kota ini, kalian bisa membelinya seharga 2 koin perunggu ".
mendengar itu mereka lantas membeli peta itu dengan harga 2 koin perunggu, kuda pun jalan kembali, menyusuri jalan yang ditunjuk tadi hingga mereka sampai di penginapan terdekat.
.
.
.
"akhirnya kita masuk ke penginapan ini".
"ya kawan, perjalanan ke sini benar benar melelahkan", kedua lelaki itu masuk dan merentangkan tubuh mereka di kasur yang lumayan empuk.
"baiklah nyonya"
sebelumnya setelah mereka selesai sampai kepenginapan, mereka harus membayar lahan untuk menyimpan gerobak mereka,bayar penginapan yang harganya 3 koin perak, dan makanan selama 3 hari 40 koin perunggu.
"kalian berkumpul, hey kau buka petanya......... kita disini informan kita mengatakan jika orang itu bekerja sebagai penjual baju sekarang, jadi ada 9 toko baju di kota ini, besok kita akan berpindah pindah dan temukan dia, mengerti!!!"
.
.
.
"tenanglah nyonya, mereka masih hidup, aku hanya melukai mereka di daerah yang tidak Fital".
di hutan, mereka menyembuhkan orang orang yang sudah dilukai komandan Martin, "dimana orang tadi".
"kuharap anda tidak berbicara begitu di depannya nona Karena kau tidak tahu orang seperti apa dia"
komandan Martin mengobrol dengan elf yang di ikat.
__ADS_1
sudah kuduga , ini seperti sebuah game, bahkan aku bisa melihat mana ku di tabel ini. poin yang ku punya sudah kupakai untuk membeli teknik berperang tingkat menengah tadi, seharusnya aku menyuruh komandan Martin saja.
aktifkan mata elang....
[diaktifkan ]
matanya mulai di pejamkan, untuk melihat apa orang orang yang dia tinggalkan baik baik saja, jaraknya cukup jauh sekitar 3 kilometer dari tempat sebelumnya.
sial seharusnya aku membeli potion tadi, baru beberapa bulan aku dipindahkan dan masalah semakin hari semakin rumit, sekarang aku tahu betapa susahnya menjadi pemimpin, lihat itu ada potion dengan harga murah, baik aku beli dan habiskan sisi poin ku ini.
tubuhnya berjalan perlahan, bajunya di penuhi cipratan darah hingga sebelah wajahnya juga terkena darah, yang membuatnya begitu badass.
leonidas membuka potion yang ia beli, dan menenggaknya.
gluk gluk gluk
portal!!!
dari mana ia bisa mendapatkan kemampuan membaut portal itu, sudah lama kira kira sesudah dia membersihkan pada kriminal di kota mati itu, entah ada eror atau apa hadiah blacksmith itu, di ubah ke sebuah kemampuan membuat portal.
'itu lebih baik, dari pada harus berjalan jauh, ada gunanya juga ' leonidas keluar dari gelapnya hutan belantara , di sambut beberapa orang.
mereka sedikit terkejut dengan darah di sekujur tubuh leonidas, namun baiknya mereka diam.
"oh rajaku yang agung hamba adalah putri dari kepala suku elf kerajaan kolombus Nina, izinkan hamba meminta maaf atas lancangnya saya tadi "
"tak apa, apakah kalian sudah mengubur kayak para elf yang mati dengan layak? dan juga bagaimana keadaan kalian?, " pertanyaan itu membuat Nina terkejut, karena daripada dia memikirkan kondisinya yang penuh luka dan darah dia masih memikirkan orang lain
"maafkan saya atas ketidakbecusan saya selama menjadi raja, seharusnya saya membantu kalian para elf , setelah kalian membantu kami, maafkan saya". leonidas menunduk sembari memegang perutnya yang sakit akibat benturan dengan kaki naga sebelumnya.
mereka berdiri dan dengan cemas menyuruhnya mengangkat kepalanya, " astaga rajaku, anda tidak perlu sampai menundukan Kepala anda, biar kami saja ".
"rajaku leonidas, biar hamba obati luka anda"
"tak apa, nanti sembuh dengan sendirinya, baik kita mulai upacara penguburan sesuai budaya pada elf".
mereka mulai berjalan mengikuti leonidas, ada sekitar 20 elf yang tersisa termasuk juga putri kepala desa, sisa dari mereka ditemukan dikurung di sebuah pohon dekat mayat mayat itu.
dimasukannya mereka satu persatu ke lubang, dan satu persatu elf mulai menangis, bahkan Nina tak henti hentinya menangis saat mendapati tubuh ayahnya yang sudah tak berdaya di masukan ke lubang.
mereka dimasukan ke lubang yang sama
dan perlahan menghilang setelah sebuah api membakar mayat mereka , hanya ada kenangan mereka , malangnya nasib mereka disaat akhir hidupnya dijadikan sebuah boneka dan bahan uji coba.
__ADS_1