Raja Jenius

Raja Jenius
Episode 18


__ADS_3

sebelumnya saat andre baru mendengar jika  desa yang ia tolong di hancurkan . kondisi desa itu berjalan sebagai mana biasanya, orang orang memulai harinya dengan bertani dan mengembala sapi , dan domba yang memang banyak di desa itu .


     di kedalaman hutan terlihat beberapa orang dengan baju baja dan bendera ungu hitam yang mereka bawa , bendera yang memiliki lambang tiga kepala serigala itu tengah mengintai penduduk desa dari kejauhan hutan .


  lalu saat mereka tengah mengintai 2 orang warga melewati jalan tepatmereka bersembunyi.


  "ya ampun desa ini benar benar hidup " obrolan kedua warga yang memakai baju polos tanpa alas kaki itu. "hahah iya ini berkat sang raja , aku sempat mengira waktu itu dia kesini ingin merampas hasil panen kita , ternyata dia malah melakukan hal yang luarbiasa " kata temannya.


'sekarang' bisik seorang dengan masker hitam menutupi setengah wajahnya .


setelah itu kedua orang itu langsung hilang seperti tanpa jejak , mereka dengan cepat ditangkap oleh mereka yang masih tak diketahui namanya itu.


   kedua orang itu ditutup kepalanya menggunakan karung goni , entah kemana mereka dibawa . namun jika dilihat disekitar sepertinya itu adalah tempat tenda yang baru dibuat baru baru ini. hal ini menandakan jika mereka belum lama berada disana. tubuh merekamenggeliat saat diangkat oleh dua orang dengan armor yang lengkap itu.


   mereka dibawa ke tenda terbesar dari tenda tenda lainnya ,


 bruk


 bruk


 mereka di jatuhkan didalam


kedua orang yang membawa mereka keluar dari dalam tenda .


 .............


suasana sepi sebentar . saat itulah mereka berdua yang di tutup mulut mereka mendengar suara tapak kaki yang pelan .  suara berjalan itu dekat . dan semakin dekat .


tap .... tap Tap   TAp   TAP!

__ADS_1


lalu berhenti , mata dari salah satu dari mereka dapat melihat kaki orang itu dari karung goni yang tak terlelu rapat itu, pria itu membuka penutup yang menutup salah satu warga lokal itu.


   warga itu mulai melihat wajah orang yang berjalan itu. rambutnya seperti landak , kuping kananya seperti digigit sesuatu, tengganggunya setengah dari tenda besar itu, kedua matanya memiliki tanda luka sobek dan keduanya sama , di sayat seperti dengan sengaja. di lehernya terdapat kalung dengan tulang tulang jari .


   "ah kalian keluar terlalu jauh" katanya sembari menatap pria botak yang disumbat dengan tali itu. "jadi kalian adalah warga dari desa itu " perlahan dia membuka tali dimulutnya hingga ia dapat bersuara lagi, namun dia nampak tak dapat berkata apapun bahkan berteriak pun tak bisa. pria itu sangat santai, dia bahkan tak melakukan hal gila seperti memukul atau membunuh mereka , lantas apa yang dia mau sehingga menculik mereka.


    setelah melepaskan semua tali yang membelenggu mereka , pria itu berjalan dengan tangan dilipat kebelakang .


dia duduk dikursi yag ada disana , kursi dengan meja disampingnya .


pria itu menjentikkan jarinya ,


 tak!


dan mereka seketika dapat berbicara bahkan tubuh mereka yang menggeletak di tanah bisa bergerak . namun setelah bergerak seorang warga yang ketakutan mulai berteriak dan berdiri dan berlari keluar .


   lalu saat pria itu berdiri. "aku tak akan melakukan itu" kata pria berambut landak .


   "kau sepertinya bukan orang bodoh" ujar pria didepannya , pria bodak berdiri kaku dengan tangan yang masih diikat oleh tali, matanya seperti ketakutan , namun mulutnya tak ingin berteriak , mulutnya hanya bergetar seperti kedinginan. "yah aku cuma ingin tanya dengan sopan , maukah kau menjawab dengan jujur!" kata pria berambut landak.


  lelaki bodak itu mengangguk anggukan kepalanya sembari bergetar.


"bagus" dia berdiri dan berjalan ke arah meja yang diatasnya terlihat tongkat kayu dengan batu ungu di atasnya.


dia mengelusnya dengan lambat , bersamaan dia bertanya.


    "hmmm apa kau tau siapa kemari sebelumnya apa kau tahu siapa dia?" tanyanya yang mengangkat tongkat yang tingginya setengah dari tubuhnya itu.


"dddd d dia dia seorang raja , lll l l lebih tepatnya raja kami " gematar . pria berambut landak membalikan badannya untuk berjalan kedekatnya. "kau tahu, kau tak perlu tahu dan kau tak menanyakan apa kemauan kami kan hmm"

__ADS_1


semakin mendekat. pria botak itu menunduk agar tak membuatnya marah.


   "jadi "dia menyentuh pundak lelaki botak itu. "patuhi aku sebagai tuanmu" setelah mengatakan tubuh pria itu seperti mengering , kulitnya yang dipenuhi daging perlahan seperti memudar ketanah . organ organnya mengalir keluar . dan matanya menggelinding ketanah lalu memudar menjadi debu.


    hanya tersisa tulangnnya yang masih berdiri lalu setelah beberapa saat tulang itu mulai menunduk. tubuh lelaki botak itu sudah tak ada , yang ada hanya tulangnya saja yang bergerak.


"baiklah budakku, katakan semua yang kau tahu" berdiri tegap dengan tongkat yang ia pegang ditangan kanannya menyala .


.


.


.


 'aku kira aku mulai terbiasa disebuat leonidas, sial tubuh ini sangat payah bahkan tak dapat melakukan 100 push up'


"yang mulia yang mulia!!!" seorang prajurit masuk membawa pesan .


leonidas dengan segera mulai berfokus padanya . "ada kabar dari desa yang anda bantu, mereka dibantai dan digantung" katanya bergegas sembari menyodorkan kertas yang isinya adalah rinci dari berita yang dikatakan.


   dia kaget dan segera mengambil kertas itu.


dia membukanya yang isinya membuat leonidas marah dan merobek robek kertasnya. diisinya.


'terjadi penyerangan , raja tolong kami , semuanya rata oleh darah dan ap-' isi surat yang belum jadi itu dengan bercak darah di sekujur kertas itu.


    "sialan " merobek robek kertasnya,


"PENASIHAT , KUMPULKAN SEMUA MENTRI AKU AKAN MEMBERI MEREKA 5 MENIT " kata leonidas yang dengan segera membua jubahnya yang mengganggu ia turun dari kurasi dan berjalan menuju ruangan rapat.

__ADS_1


    penasihat dengan segera menyebarkan undangan rapat mendadak itu dan dia juga pergi untuk memberitakan pada komandan pasukan yang mukin akan dibutuhkan.


walaupun tubuhnya sudah tua , dia masih memiliki kecepatan dan energi yang lumayan untuk umurnya.


__ADS_2