
mereka dikumpulkan di ruangan makan kerajaan, mereka sedikit canggung dan takut saat akan mengobati dengan satu sama lainnya, Nina juga sama dengan mereka.... apalagi dia duduk di dekat leonidas canggungnya semakin parah.
"kepala pelayan bisa kau bawa bawahannya keluar"
"baik yang mulia saya mengerti".
dengan makanan yang sudah di sediakan di meja mereka masih tidak menyentuhnya dan menunggu leonidas menyuruh mereka, wajah leonidas memang agak sedikit menakutkan jadi tidak heran, melihat mereka masih belum menyentuh makanannya dia mulai memakan makanannya dan disusul Nina beserta elf yang lain. "sudahlah makan sepuas kalian, jangan malu malu, ini memang ku siapkan untuk kalian sebelum kalian keluar istana".
mereka mulai mengambil makanannya masing masing, dan suasana perlahan mulai mencair setelah ketegangan tadi.
Nina yang menunduk mulai menoleh ke arah leonidas yang tertawa, perlahan lahan, wajahnya memerah dan jantungnya mulai berdetak kencang, 'astaga perasaan apa ini?, jangan bilang aku menyukainya saat pandangan pertama, sadarlah Nina sadar astaga jantungku semakin cepat'.
"Nina apakah anda sakit wajah anda memerah". leonidas menoleh ke arahnya dan mulai memegang kepalanya, melihat tangannya menyentuh keningnya Nina malah tambah memerah.
"tak apa yang mulia" bergetar
selesai makan dan bercengkrama, leonidas menemui komandan Martin yang menunggu di taman belakang istana, disana Martin sudah menunggu di pondok dekat taman itu. "jadi komandan apa yang ingin kau sampaikan".
"yang mulia ini bukan bermaksud melawan perintah anda, namun apakah tidak apa membuat para elf tinggal di kerajaan, aku tahu dari budak yang anda selamatkan ada seorang yang dari ras elf, namun bukankah akan sangat berbahaya jika mereka berkeliaran "
leonidas duduk di satu kursi yang tersisa dan meminum teh yang disediakan disana dengan nikmat, "apa kau pikir mereka akan menjadi lebih baik saat mereka terus mengisolasi diri? apa kau pikir mereka memang akan begitu"
"................... "
"komandan saat pertama kali aku mendengar ayah mati oleh para pendatang yang sudah dia perlakukan dengan layak, apakah aku hanya sedang dan merayakan kematiannya".
__ADS_1
komandan Martin diam mulutnya tidak bisa menjawab semua pertanyaan, dia sudah tahu apa yang leonidas maksud, dari awal leonidas memang berencana membeberkan mereka ke publik dan dia terdiam di kursi taman itu.
leonidas berjalan pergi setelah menyeruput tehnya yang tersisa di gelas, yang menandakan dia tidak main main dengan omongannya.
berpindah ke para mata mata yang mulai beraksi, mereka masing masing memainkan perannya.
mereka masuk ke toko pertama sebagai seorang saudagar, toko kedua sebagai seorang pembeli biasa, toko ketiga keempat hingga ke toko ke 20 sudah hampir semua dan mereka masih belum menemukan orang yang mereka cari.
di toko yang ke 20 mereka menyamar sebagai pendatang dan berperan sebagai suami istri, Diana sangat lihai berganti perannya juga aktingnya begitu sempurna saat memainkan perannya itu.
di dalam ada leonidas yang sedang menunggu di kursi tunggu dekat kasir, Diana tidak mengetahui dia adalah raja leonidas Karena belum pernah menemui orang nya.
duduklah dia di dekat kursi leonidas, anak buahnya yang sudah mengetahui muka leonidas memperingatkan Diana sambil berusaha natural, karena merasa terganggu dengan teganya dia menggetok kepala anak buahnya itu dengan payung yang ia bawa hingga pingsan. "apakah anda sering kemari nona" leonidas menyapa
"tidak saya warga disini"
leonidas melihat tato yang tidak sengaja terbuka di leher anak buah Diana yang berperan sebagai anak dari dia, matanya lantas menutup dan tersenyum pada Diana,
"ini jumlah yang sudah anda pesan, totalnya 30 koin emas tuan"
"ooh ini" leonidas meletakan kantung emas yang ia bawa di meja, Diana melihat ke arah pelayan itu yang mukanya mirip dengan apa yang di berikan ratu.
"nyonya itu dia" dengan suara perlahan
mereka mulai bersiap di posisi mereka , dia yang pingsan terbangun dan membuka senjata yang disembunyikan di tas dekat dengan tubuhnya.hitungan koin emas demi hitungan, saat sudah 30 mereka mulai maju dan akan menangkapnya. namun mereka terhenti saat sebuah pedang mulai mengarah ke arah tubuh mereka. "jangan bergerak letakan semua senjata kalian" kira kira ada 10 prajurit disana.
__ADS_1
pelayan itu kaget saat melihat ada prajurit di dalam toko baju, bahkan dia tidak menyadari keberadaannya.
dia mulai mundur saat melihat tato kerajaan sun rise di tangan kanan Diana , namun langkahnya terhenti saat leonidas berada di belakangnya, "jadi benar dugaan ku, kalian dari kerajaan sunrise, komandan lumpuhkan pria itu". leonidas keluar di pintu belakang toko dan orang yang dibelakang pelayan itu adalah komandan Martin yang menggunakan sihir merubah bentuk .
dia menjentikkan jarinya dan memperlihatkan muka aslinya, pelayan itu juga langsung di lumpuhkan nya dengan satu tinjuan
"apa yang dimaksud ini kau apa ini hey, apa kau tidak tahu aku siapa ". ucap Diana
"beraninya kau bicara seperti itu pada raja leonidas" prajurit mulai marah
mendengar itu Diana kaget dan baru mengetahui jika orang yang ada di depannya adalah leonidas, "jadi apa yang membawamu ke kerajaan ini, huh apakah kau akan membunuhku? atau kah mencari tahu rahasia kerajaan ini?" leonidas mengeluarkan aura yang dahsyat dari tubuh dan ucapannya mengintimidasi sekali.
juga terlihat bayangan di belakangnya dengan wajah monster tersenyum, bayangan yang terbentuk dari kegelapan.
leonidas tidak menyadari hal itu, di perasaannya dia hanya menanyakan hal biasa saja tanpa bentakan apalagi mengintimidasi dan heran melihat para prajurit dan Diana ketakutan dibuatnya, 'apa apaan itu tadi, kaki ku bergetar lagi seperti sebelumnya, sebenarnya seberapa kuat kau raja leonidas ' komandan Martin yang serius memandangi leonidas.
"to tolong maafkan kami , saya hanya anak buah wanita ini, bahkan bayaran saya tidak sebesar kumohon jangan bunuh kami!!!" anak buah Diana memohon .
sementara itu Diana masih berkeringat melihat pemandangan tadi yang tepat ada di matanya langsung, saat melihat bayangan dan aura yang leonidas keluarkan tadi, yang ada di pikirannya hanyalah mati.
itu begitu cepat dan tiba tiba , "yang mulai raja leonidas, maafkan atas aksi kami yang memasuki kerajaan dengan memalsukan tujuan kami, ka kami hanya menuruti perintah ratu Viktoria, kami sebenarnya sedang menangkap Mentri yang buron dan dia tepat di sana, j j jadi jika anda ingin menghukum kami, maka lepaskan mereka berdua dan bawalah saya mereka hanya prajurit baru yang hanya mengikuti semua perintah saja".
leonidas merencanakan ini dengan sangat cepat, setelah dia bertemu komandan Martin, dia memberikan kertas yang berisi informasi tentang mata mata sunrise.
dan saat mendengar bahwa ada 3 orang mencurigakan yang berkeliling kerajaan dengan merubah peran mereka dan wajah mereka, leonidas dengan cepat memanggil beberapa orang dan menjelaskan rencananya dengan sangat amat cepat.
__ADS_1