
aku adalah Diana, seorang pelayan kepercayaan di kerajaan sun rise, yah itulah yang orang tahu pekerjaan ku, namun disamping itu aku bekerja sebagai mata mata kerajaan.
sudah beberapa tahun aku bekerja sebagai mata mata, kesana kemari, bersembunyi berlari dan mencari informasi itulah pekerjaan ku.
ratu merekrutku karena suatu alasan yang tidak jelas, aku bekerja untuk nya dan mendapatkan banyak uang, di istana aku memang anggun namun saat sudah menjadi mata mata aku diberi julukan shadow.
"ini berisi berita tentang raja leonidas nyonya".
"apa!, masuklah"
mereka masuk ke kamar , menutup semua gorden dan mulai berbicara, "dari seharian ini ternyata leonidas tidak ada di kerajaan, dan dia tadi baru saja kembali entah dari mana dengan membawa beberapa orang".
"tidak mungkin, Informan kita di istana mengatakan dia sedang bekerja di ruangannya, bagaimana bisa begitu?"
"itu masalahnya nyonya, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan kerajaan ".
Diana tidak terburu-buru, ia memfokuskan misinya terlebih dahulu yakni menangkap buronan kerajaan.
"baiklah, kau dan temanmu siapkan barang yang kita butuhkan esok, untuk informasi tadi akan kita urus nanti"
'ini tidak mungkin selama beberapa tahun informan kerajaan sun rise tersebar ke berbagai kerajaan, dan informasi yang akan diterima pasti akurat, apa yang sebenarnya terjadi '
__ADS_1
di istana yang megah, leonidas mengganti pakaiannya dan membersihkan darah di muka serta badannya, namun sebelum itu biasanya dia akan meminum segelas susu murni untuk di minum. "yang mulia bolehkah saya masuk"
"silahkan kepala pelayan"
kepala pelayan itu meletakan susu nya di meja dekat ranjang. dan leonidas sedang duduk di kursi dekat jendela.
dia lantas keluar setelah memberikan susu hangat itu.
leonidas tengah membaca laporan yang baru diberikannya tadi sekali, "begitu rupanya, intelegensi? mereka datang ke kerajaan ini, baik aku menanyakan mereka langsung".
apakah urusan mereka datang ke sini, kudengar intelegen kerajaan sun rise kerajaan yang memang terkenal dengan mata matanya yang luar biasa, aku istirahat saja.
.
.
.
leonidas terbangun di ruangan yang sangat gelap dan disana hanya ada warna hitam, dia berfikiran matanya sudah tidak bisa melihat, lantas ia membaca mantra yang ia pelajari di buku.
harusnya mantranya bekerja, yah aku benar sihir api , ternyata tidak mataku masih bisa melihat namun tempat apa ini, bahkan lantainya juga hitam.
__ADS_1
"rggggg"
suara apa itu , apa yang terjadi, mengapa suara raungan itu semakin kuat.
apa yang harus kulakukan bagaimana ini aaaaahhhh "............"
dia terbangun dari tidurnya sepertinya dia bermimpi buruk entah apa itu tadi namun geramannya mengerikan dan semakin kuat seiring waktu.
"aku bermimpi rupanya, geraman yang sangat mengerikan, auranya sangat mengerikan ".
Ding
[selamat anda berhasil menaklukan simulasi ketakutan, dan sekarang rasa takut pada diri anda akan dihapus setengahnya]
sebuah notif muncul setelah mimpi mengerikan tadi, "apa apaan ini, jadi kau sialan apa kau tahu tadi aku pikir aku akan mati dan ditelan oleh sesuatu raungan huh", Leo menunjuk nunjuk panelnya.
"yang mulia" ketukan pintu menghentikan kemarahan leonidas.
"ada apa?" tanya leonidas yang berpura-pura bangun tidur
"maafkan atas lancangnya saya, apakah ada sesuatu yang terjadi rajaku? kami mendengar teriakkan anda".
__ADS_1
"tak hanya saja bermimpi buruk, apakah para elf sudah bangun , jika belum bangunkan mereka dan ajak makan bersama"
penjaga istana itu pergi sesuai perintah leonidas tanpa menanyakan lagi keperluannya.