Raja Jenius

Raja Jenius
chapter 11


__ADS_3

mereka harus menunggu selama beberapa menit untuk menaiki sebuah kereta kuda, dan jarak ke perumahan cukup jauh juga ada di selatan ibu kota kerajaan dan pasti memakan waktu jika berjalan kaki, "naiklah ...... apa yang kalian tunggu?". mengurus mahluk yang jarang berinteraksi memang sesuatu hal yang tidak mudah.


berangkatlah mereka ke tempat tujuan , seharian ini leonidas benar benar sangat sibuk, namun wajah riangnya benar benar menutupi itu semua, dia tidak pernah sekalipun memasang wajah malas apalagi lesu saat bersama orang lain, dia hanya tidak ingin dicap tidak berguna.


apalagi setelah dia mengingat perlakuan ayahnya saat kecil, dimana Andre kecil memenangkan lomba dan juara kedua ayahnya malah memarahinya.


sepanjang jalan pembangunan terlihat gencar dilakukan, bangunan baru yang di perintahkan dibuat oleh leonidas mulai nampak bentuknya, bangunan yang mulai rapuh diperbaiki , tentu dengan biaya yang cukup banyak sekali. untuk itu leonidas menjual padi dan gandum yang mulai diminati lagi oleh para pemborong dan pembeli dari luar kerajaan.


"sial begitu kah?"


"ya akan selalu ada kejahatan di sekitar sini jadi hati hati"


obrolan para warga yang membicarakan pencurian yang marak terjadi di gang gang kecil, tak hanya para turis bahkan warga lokal pun terkena imbasnya, uniknya dari berbagai pencurian rata rata yang sering di curi hanya koin perunggu saja.


dan terkadang uang sisanya seperti perak dan emas akan di berikan kembali, "lihat itu , ada 4 kereta kuda kerajaan, apakah kau tau apa yang terjadi?".


"entahlah sepertinya ada tamu penting mungkin".


Nina duduk di kereta kuda leonidas, di dalam hanya ada mereka dan seorang anak kecil elf yang imut dan menggemaskan, Nina memandangi leonidas yang tengah melihat dengan serius keluar kaca kereta, entah kenapa dia juga serius melihat leonidas, "Kaka Nina sayang laja," anak kecil yang ada di pangkuan leonidas mengatakannya sembari menunjuk ke arahnya.

__ADS_1


leonidas menengok dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka, Nina hanya membalasnya dengan santai.


"raja kita sampai"


seorang kusir mengetuk kaca hingga membuat mereka bergegas turun, langkah mereka terhenti saat mendengar keriuhan di sana, para elf begitu terganggu untuk beberapa saat saat melihat keramaian disana, namun saat mereka melihat orang orang disana berasal dari berbagai ras mulai dari manusia, demi human, dan beberapa ras lainya mereka terkejut.


mereka terkejut bukan karena keramaian nya namun mereka terkejut melihat banyaknya ras yang bekerja sama, bercengkrama dan mengobrol satu sama lain, mereka tidak pernah melihat ras yang berbeda bersatu seperti ini sebelumnya, "ini tidak mungkin kan Leo?" tanya Nina sembari menutup mulutnya


"apa yang kau maksud, ini benar benar terjadi Nina".


"oooh lihat siapa yang datang kemari, raja leonidas , kalian kemari raja leonidas datang" seseorang yang mengenali leonidas mulai memancing orang orang untuk mendekat


mendengar nama itu mereka mulai berdekatan, tak terkecuali satu orang elf yang tengah memasak, "apa! raja leonidas, ".


"raja mengapa anda jarang kesini?" pertanyaan demi pertanyaan mulai hingga Leo kewalahan menjawabnya, itulah sebabnya baik membawa bodyguard agar tidak terjadi hal seperti ini.


"kalian diam!!!" elf wanita itu berteriak dengan cepat hingga membuat mereka terdiam


"itu bunda , baiknya kau diam"

__ADS_1


sepertinya elf tua satu ini cukup terkenal di daerah ini, "oooh anak ku , kenapa kau jarang kemari?", tanya elf itu mereka biasanya memanggilnya bunda.


"oh maaf bunda , banyak sekali hal yang terjadi".


"begitukah?, dan apa yang kau bawa ini , tunggu perasaan ini apakah". dia lantas membuka tudung salah satu dari mereka


terkejutnya ia hingga tak mempercayai apa yang terjadi saat melihat itu, kuping panjang dengan rambut pirang, juga mata yang khas , "elf!!!....... tak mungkin ini tak mungkin, aku dengar para dark elf mulai menyerang dan membantai kaum elf hiks hiks ".


tak hanya dia orang orang yang ada disan ikut terkejut dengan apa yang mereka lihat, kerudung mereka mulai dibuka satu persatu dan mereka adalah elf, sebuah keajaiban saat melihat satu elf dan mereka kali ini melihat lebih dari 20 elf bersamaan di mata mereka langsung. "puja dewa Hera, apa mataku menipuku? apa kabar kalian, saya turut prihatin atas penyerangan dan musibah yang menimpa ras kalian".


orang orang yang tadi terkejut nampaknya sangat peka terhadap keadaan mereka yang mulai mundur akibat tidak nyaman dengan ekspresi mereka, mereka menenangkan Bunda yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"yang mulia maaf atas ketidaksopanan hamba, namun apa yang membawa mereka ke sini?


"baiknya kita memberikan jalan untuk mereka ke rumah baru mereka".


.


.

__ADS_1


.


mereka lebih peka dari yang aku kira, mereka membangun rumah mereka dengan tangan mereka sendiri, leonidas kali ini dalam perjalanan pulang setelah mengantar para elf ke sana.


__ADS_2