Raja Jenius

Raja Jenius
Episode 22


__ADS_3

pertarungan mereka dimulai, hanya dalambeberapa langkah saja, karena dia sekeleton dia tidak bisa mati hanya karena terkena panah karena dia memang sudah mati , prajurit itu melepaskan panahnya seperti tak berguna .  sementara skeleton itu terus menyerangnya dengan pedangnya . beruntung busurnya terbuat dari kayu oak yang kekuatanya sama dengan pedang yang skeleton itu pegang .


    jadi pertarungan mereka hanya menahan dan menyerang saja untuk kemudian.


  "aghhh tidak busurku" busurnya tersangku diantara tulang tulang sekitar dada skeleton.


lalu skeleton itu menebaskan pedangnya ke arah pemanah itu , tapi skeleton itu tak mengira jika peanah itu akan melakukan hal lain . dimana dia mengambil panah yang tersisa di belakang punggunya untuk kemudian .


 ia lapisi ujung panah yang tajam itu dengan mana.


      'oooh dia tak mau kalah rupanya'


dan menebas skeleton itu dengan panahnya itu lalu "kau berurusah dengan orang yang salah tulang.


    dia mengambil panahnya lagi untuk kemudian menyerangnya secara terus menerus ke arah sekeleton yang membuat tulang tulangnya hancur berkeping keping.


  "haaah haah , sialan aku dibuat hampir mati oleh tulang , benar benar memalukan " katanya sembari mengambil busurnya di tumpukan tulang tulang skeleton itu.


"bagus , siapa namamu prajurit" ucap leonidas


"ooh maafkan saya yang mulia atas kata kata saya yang tak sopan di depan anda tadi. nama saya claude siap melayani anda" membungkukan kepalanya .


"nama yang bagus , ehem tapi sepertinya ada satu skeleton lagi" ucap leonidas yang melihat ke belakang tubuh claude yang memblakangi skeleton itu yang muncul dari tanah.


   skeleton dengan jubah penyihir berwarna putih seperti para pengikut greja , saint yang ada di dekat kerajaan nya.


dia memegang buku sihir dengan huruf kuno di depannya menatap mereka berdua dengan serius .


lalu setelah memandang mereka selama beberapa saat , tangan kanannya yang tak memegang apapun terangkat dan mengarah ke arah mereka .


     untuk kemudian. "ohhh sial, berlindung dibelakang ku raja" claude melompat pada leonidas untuk melindunginya , lalu diwaktu yang sama api yang begitu besar tersembur keluar dari tangannya , dan mengarah ke arah mereka . api itu sangat besar hingga membakar pohon dan semak semak didekat mereka berada


     wuuuuuussss

__ADS_1


jaraknya cukup jauh dan ukurannya bukan main main. membakar hutan dan melapisi badam mereka berdua dengan api.


   api itu yang muncul dari atas bukit dapat dillihat begitu jelas oleh semua pasukan dan martin yang berada di bawah . saking terangnya bahkan sesaat seperti seluruh desa di bawah dapat diterangi oleh api dari atas bukit itu.


  itu adalah kekuatan dari penyihir tingkat 5 . sebuah tingkatan yang yanya didapat oleh mereka yang telah hampir mati mencoba sihir . oleh mereka yang hidup untuk sihir dan itulah penyihir tingkat 5.


suasana dibawah saat kejadian itu terjadi...


"api , astaga itu api yang besar itu pasti penyihir tingkat 5 nya" ucap mentri senior .


   sementara yee li yang melihat itu mulai panik karena raja mereka tak ada disana untuk kembali.


untuk itu dia berlari ke arah martin yang tengah takjub melihat kekuatan sebesar itu.


    "komandan martin . komandan " teriaknya berlari


martin melirik ke arahnya.


    "ada apa mentri yee?" tanyanya bingung.  "r raja belum kembali dari pencariannya ke pelosok desa !" paniknya memegang pundak martin.


     "akuakan ikut " ucap  mentri yang merupakan penyihir tingkat 5 itu yang mengenakan mantranya ia terbang ke arah tempat yang terang oleh api itu.


"a a aku juga ikut"


  "tidak boleh yee li kau tetap disini membantuku menyelamatkan pria ini, lagipun kau tak bisa bertarung kawanku" seniornya mencegahnnya untuk pergi.


./


"aghhhh aku mati panas panas pa" claude panik dan menutup wajahnya seakan dia terbakar. namun kemudian ia melihat tubuhnya baik baik saja dan tak ada apai disekitarnya. dia melihat sekelilingnya sebuah barieer biru menghalangi api itu. dia melihat ke belakangnya. "yaa ampun rajaku " dia melihat leonidas mengangkat tangannya untuk menahan api itu , ekspresinya dingin seakan tak ada halangan dalam menahan api itu "ah kau akhirnya sadar " santai nya pada claude yang melihatnya dari jarak 2 meter didepannya . barrier itu bulat sempurna dan ukurannya sekitar 10 meter tidak kurang tidak lebih .


        "bagaimana mungkin" claude melihatnya tak percaya . seakan orang didepannya bukan seorang raja . dia tak pernah menyangka ada raja yang dapat mengendalikan pedang sebaiknya dan membuat barrier sihir secepat nya.


   "jangan terkejut claude , kau harus bersiap untuk serangan berikutnya." kata leonidas yang melepaskan barriernya , karena serangan api itu berakhir .

__ADS_1


    hutan disekitarnya hangus oleh api , sedangkan si skeleton penyihir itu masih berdiri dan memegang buku sihir itu. "apa" bingungnya untuk kemudian , sebuah    barieer di sekeliling antara penyihir dan mereka berdua sudah terbentuk dengan cepatnya.


   "APAAA!!!!" kagetnya melihat barrier yang begitu besar .


"jadi ini kekuatan penyihir tingkat 5" katanya takjub sekaligus takut.


      "aku bilang juga apa"


     martin yang sudah dekat , kemudian tertahan oleh barrier yang ada di depannya . "sial ini barrier sihir dan apa apaan ukurannya" terkejutnya melihat ke atas dari barrier itu yang begitu tinggi nan besar.


penyihir yang melihat martin hanya diam pun turun dari terbangnya. "apa yang terjadi komandan" tanyanya


   "mentri , ini barrier penghalang" katanya cepat .


"apa barrier " penyihir itu takjub dibuat barrier yang begitu besar nan tinggi itu.  kemudian dia melihat mana di dalam barrier itu.


      "astaga mana yang sangat besar sekali aghhh mataku mataku !" memegangi matanya setelah melihat mana di dalam barrier itu.


"ada apa ?" tanya martin.  "aghhh ada 2 orang dengan mana yag sangat besar dan tang satunya mananya berusaha mencekikku " katanya pada martin yang dibuat heran olehnya.


    "sial ini membuatku prustasi . rajaku apa anda ada di dalam "  tang tang tang menyabet barir itu dengan pedang besarnya . tak ada jawaban yang terdengar di dalam sana . "sial kalau begitu " dia mulai mengaliri pedang besarnya dengan mana hingga pedang itu mengeluarkan api dari dalam pedang itu. "dengan mana pasti berhasil" dia menebas barrier itu dengan pedangnya . namun barrier itu bahkan tak tergores olehnya.


     sementara di sampingya penyihir itu berteriak kesakitan . "haah haah haah , sialan kau tak akan berhasil , barrier itu mengandung anti mana dan ketebalannya sangat tebal aghhh mataku" berusaha berdiri.


mereka berdua tak dapat melakukan apapun ,


     kemudian pasukannya akhirnya sampai ke atas. "komandan ada apa" tanya seorang prajurit"


"..... apa kau tak lihat barrier di depan ku ini" katanya pada prajuritnya.


   mereka memiringkan kepalanya pada apa yang dikatan oleh komandannya itu. mereka tak mengerti apa yang pemimpin mereka katakan . dipandangan mereka . yang merekalihat hanya pohon yang terbakar hebat dan bukan barrier.


     "apa kau bodoh , tentu prajurit tingkat 3 tak akn bisa melihat barrier sehebat ini , ya ampun ini membuatku prustasi barrier ini benar benar kompleks tak ada celah yang dapat kulihat disini ini benar benar sempurna " dia yang menutup matanya sembari menganalisa sihirnya agar dapat memanipulasinya . namun tak ada apapun yang dapat ia lihat  sihirnya benar benar hebat , malahan penyihir tingkat 5 sepertinya tak dapat melakukan apapun.

__ADS_1


sementara itu di dlam barrier itu , leonidas tengah melindungi claude yang tak dapat mendekati skeleton itu sama sekali. "sial ini menyebalkan " gumamnya terus mengeluarkan barrier pelindung.


__ADS_2