Raja Jenius

Raja Jenius
Episode 13


__ADS_3

di jalanan masuk pusat kerajaan kolombus berbondong bondong orang masuk dari berbagai daerah mereka kesana ingin melihat satu hal, yakni hal baru yang belum pernah mereka lihat bahkan orang orang menjuluki kerajaan kolombus sebagai the Wonderland.


"apakah ini kerajaan kolombus, benar benar hal baru disini, apa apaan dengan bentuk yang luar biasa ini" seorang pengunjung dengan takjubnya.


"tuan kemana seharusnya kita sekarang?"


seorang di belakangnya bertanya


"kau tahu atheus, kadang bertanya itu bukanlah hal yang buruk ". rambutnya pirang emas mata biru sendiri lautan , dan ketampanan wajahnya yang luar biasa membuat wanita yang melihatnya akan langsung jatuh hati padanya, aku adalah zake dari wilayah dekat gurun dan gunung kerajaan kolombus, orang orang biasa memanggilku prince of bisnis karena semua bisnis yang ku kelola akan selalu mendapatkan keuntungan.


dia datang kesini akibat banyaknya rekan bisnisnya yang berpindah ke kerajaan kolombus, dia mendengar jika bisnis padi yang dikelola kerajaan kolombus sangat menggiurkan itulah sebabnya ia berkunjung ke kerajaan ini.


dia ingin bekerjasama langsung dengan pihak kerajaan.


zake mengelilingi kota dengan kebingungan hingga dia menanyakan pada seorang prajurit disana, "permisi tuan, apakah anda tahu kamp bisnis yang ada di kartu ini?".


"maaf, biar saya cek..... oh ya ini kamp bisnis milik kerajaan, anda bisa lurus di jalanan ini hingga ada papan nama jalan di ujung jalan ".


"oh begitukah, terima kasih ". mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki, hingga sampai ke ujung jalan yang memiliki 4 jalur berbeda. mengikuti papan jalan yang memiliki nama yang berbeda hingga mereka sampai di gedung besar berwarna putih dengan logo timbangan dan emas.


"selamat datang di kamp bisnis "


seorang penjaga pintu menyapa mereka yang masuk ke dalam gedung


kamp bisnis adalah gedung baru yang dibuat oleh leonidas atas membeludaknya jumlah para pembisnis di kerajaannya, dimana para pedagang dapat mendaftarkan dagangan mereka ke pihak kerajaan agar bisa mendapatkan perlindungan secara menyeluruh, selain itu pebisnis yang ingin bekerjasama dengan pihak kerajaan dapat mengajukan surat permohonan agar disetujui kerajaan sehingga membuat banyaknya persaingan sehat antara pebisnis.

__ADS_1


"a- astaga demi dewa kekayaan, gedung ini begitu besar didalamnya, juga banyak orang disini " zake dengan kagum melihat sekeliling


sementara itu di belakangnya 2 orang kepercayaan dengan letih membawa tas , "aku tak percaya ada orang yang membuat gedung dengan 30 anak tangga ".


tak lama mereka sampai seorang dengan baju rapih menghampiri mereka dan menanyakan keperluan apa mereka disini, zake memberi kartu yang ia dapat dari rekan bisnisnya, orang berbaju rapih itu lantas membawa mereka ke gedung tingkat atas. anak buahnya lantas membuka mulutnya karena akana menaiki tangga lagi, "apaaaaa".


"tenanglah tuan tuan anda bisa meletakan barang barang anda di loker kosong di dekat tangga di depan ". jawab pria rapih


selesai dengan masalah itu, mereka naik hingga sampai ke atas gedung dimana keramaian di atas tidak begitu ramai, tak seperti di bawah. "Hallo begsi ada apa ?".


"tuan tuan ini ingin menjadi rekan bisnis kerajaan "


"baiklah kemarilah tuan tuan"


pria tadi pergi dan mereka kali duduk di kursi untuk menunggu pria tadi , setelah beberapa lama pria tadi kembali membawa kertas yang membuat mereka heran karena kertas adalah hal baru di dunia ini.


"ah ini bernama kertas, jadi ini jenis baru dari surat yang bisanya dibuat dari kulit binatang "


"benar dan ini adalah penemuan dari raja sendiri" ujarnya


mendengar itu zake kagum dengan semua kemudahan dan hal baru yang dia lihat, bahkan dia tidak menyesal sedikitpun datang ke kerajaan ini. "apa kabar tuan tuan " tanya seorang dengan baju biasa saja mendatangi mereka


awalnya mereka mengira itu adalah orang yang sama seperti mereka, namun saat melihat pria tadi panik dan bersujud mereka tahu jika orang yang ada di depan mereka dengan pakaian sederhana adalah raja kerajaan kolombus, yang dijuluki The great oleh orang orang.


"astaga, salam yang mulia" zake menundukan kepalanya

__ADS_1


"angkat kepala kalian , mari kita bicarakan Barang yang kalian ****bawa****"


.


.


.


beberapa saat kemudian


"baiklah sepakat, kau memang pebisnis yang luar biasa zake " ujar leonidas memuji


"anda bisa saja "


sebelumnya setelah aku keluar dari istana aku memang akan pergi ke pusat kamp bisnis untuk mengurusi beberapa hal, namun saat akan ke atas aku merasakan energi mana yang aneh dari locker dekat dengan tangga, untuk itu aku menggunakan eye of truth dan melihat batu yang dikatakan langka di dunia ini. aku awalnya tidak percaya jika seseorang membawanya dengan menggunakan kain, namun saat membukanya aku percaya jika itu memang benar Bijih perak mana yang langka .


banyak catatan yang mencatat batu tersebut sebagai bahan pedang dan senjata yang amat kuat dimasa lalu, atau orang orang menyebutnya batu surga karena kegunaannya yang begitu banyak. setelah melihat siapa yang membawa aku tahu dia bukan orang sembarangan.


bisnis dengan zake memang hal yang amat sudah sekali, bahkan mustahil menang melawannya saat membicarakan bisnis dan kesepakatan. untuk itu leonidas dengan cepat menggunakan hadiah yang sebelumnya dia katakan sebagai hal yang tak berguna negotiation mouth kemampuan yang dapat membuat penggunanya memiliki mulut pebisnis yang handal dan terampil.


karena kemampuan itulah dia berhasil memenangkan kesepakan dimana kerajaan akan membarter bijih itu dengan padi dengan jumlah yang besar , selain itu kesepakan nya lebih sedikit menguntungkan zake daripada kerajaan.


setelah pergi dari kamp bisnis, dan menaiki kereta yang di siapkan pihak kamp, zake tersenyum dimana zake sangat jarang tersenyum dan membuat anak buahnya bingung, "anda baik baik saja bos?".


zake tertawa lepas di dalam kereta kuda " aku tak percaya akan bertemu orang sejenis itu, aku benar benar kalah semua yang dia katakan benar benar luar biasa, bisa kukatakan dia adalah bisnis itu sendiri "

__ADS_1


sambungnya sembari tertawa


__ADS_2