
"kerja bagus semuanya, ini berkata gerak cepat kalian hingga rencana nya berjalan lancar".
"jangan memuji yang mulia, ini berkata anda dan pemikiran anda yang begitu cepat". susul para prajurit
sekarang para elf sedang bersiap untuk menemui mahluk hidup lain , yang sebelumnya hanya mengisolasi dirinya, bagaimana aku mengurus mereka bertiga ya?.
"mohon maaf raja leonidas, ka kami sebenarnya diperintahkan menangkap pria tadi aku bersumpah demi Dewi matahari Hera". Diana yang diikat di sebuah kursi.
"apakah kalian membawa sesuatu untuk membuktikannya?"
"ada tentu ada!!, anda bisa melihat surat yang baru diberikan tadi pagi oleh ratu Viktoria".
"kalian dengar itu cari surat itu, ". komandan Martin bertindak cepat
masalah politik memang rumit juga ternyata.
kemanapun dunia berada, masalah politik adalah masalah paling membingungkan, sama halnya di dunia ini, leonidas menanyakan sekali lagi dan ini adalah pertanyaan terakhirnya. "jadi begitu, kalian buka tali mereka ini adalah perintah".
tanpa bisa membantah perintah tersebut, mereka membuka tali yang mengikat ketiga orang itu.
komandan berbisik pada leonidas kemungkinan terburuk jika mereka melepaskan ikatan tangan mereka, namun Leo diam membisu dia menoleh ke arahnya, matanya menatap dengan tajam dan membuatnya kembali tidak berkutik.
tali dilepaskan mereka mulai menundukan kepala mereka dengan cepat, "bangun, apakah ini seorang mata mata, tegakan badan kalian dan tatap mataku secara langsung".
........
__ADS_1
tubuh mereka mulai berdiri perlahan, kakinya benar benar bergemetar , menegakan tubuh mereka dan mulai menatap ke arah leonidas, "bagus begitu seharusnya seorang prajurit". mereka yang menyaksikan itu nampak takjub dengan ketegasan dan keberanian raja mereka.
mereka berdiri dengan tegas , leonidas terdiam dan memandangi mereka, "yang mulia ini surat yang kami temukan". seorang dengan baju tertutup keluar dari kegelapan dan memberikan surat yang dimaksud.
"....... surat resmi dari kerajaan sunrise, di dalam sini mengatakan kalian harus menangkap Mentri yang kabur setelah melakukan korupsi dan membawanya dengan keadaan hidup, dan di sini ditulis juga jika pasukan kerajaan sunrise sedang bersiap di perbatasan akibat perang di selatan kerajaan ...... untuk sisanya aku tidak akan mengatakannya".
memang benar kemelut perang di sebelah selatan kerajaan sunrise sedang terjadi, sudah cukup lama sejak penyerangan pertama dimulai, biang keladi dari perang itu adalah kerajaan glamoria yang dipimpin seorang raja muda Zodia, banyak sekali spekulasi akibat perang ini, ada yang mengatakan batas wilayah, kebencian terhadap suatu kaum, bahkan ada yang mengatakan keserakahan raja glamoria sendiri.
raja glamoria zodia, memang orang yang sangat licik dikatakan bahwa raja sebelumnya yang mati akibat bunuh diri, adalah sebab darinya yang ingin segera memerintah tapi itu hanya kabar angin saja, nyatanya kebenaran yang sesungguhnya tidak diketahui.
.
.
.
leonidas yang keluar dan sedang mengenakan jilbabnya
"baik yang mulia". 'kurasa dia benar, jika dia menawan mereka , dan melakukan segala macam contohnya interogasi, itu bisa saja akan dianggap tantangan, apalagi wanita itu cukup dekat dengan ratu Viktoria '.
leonidas keluar dari toko itu, jalanan mulai sepi akibat blokade dari prajuritnya, air dari langit mulai keluar saat dia melangkahkan kaki untuk kembali ke istana, kereta kuda kerajaan sudah menunggu di depannya bersama seorang supir nya, dia masuk ke dalam dan segera duduk, pikirannya sedang memikirkan kalutnya perang di daerah barat kerajaan nya.
dimana banyak sekali korban tidak bersalah yang dibunuh dalam perang itu, perasaan kasihan menyelimuti tubuhnya saat itu, diikuti hujan yang mulai lebat.
"mari lihat"
__ADS_1
[tingkat penyelesaian anda 00,001/10,000, jika anda bisa menyamai penyelesaian setiap misi maka anda bisa kembali ke dunia asal anda]
"tidak aku tidak akan kembali lagi, aku tidak ingin mengubah sesuatu yang sudah terjadi, aku sudah mati dan berpindah ke tubuh ini adalah sebuah takdir, sesuatu di dunia ini tidak akan pernah bisa melawan takdir , kecuali dewa". ujarnya dan lantas menutup panel itu
sudah beberapa yang ku perbaiki dan bangun disini, masih banyak insfratruktur yang harus dibenahi dan dibuat agar menjadi bangsa yang berkembang.
apa ya?, sepertinya sebuah kantor polisi mulai, pasalnya banyak sekali pencurian yang dialami para pengunjung, kebanyakan saat berada di keramaian, dan penipuan yang mulai muncul , sudah pasti saat banyaknya pengunjung berbagai kelompok akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang , aku tidak apa saat ada yang menjual informasi tentang tempat dan peta,makanan dan barang barang lainnya, justru itu bagus untuk pertumbuhan ekonomi.
yang ku permasalahkan adalah scam, "kita sudah sampai yang mulia". seorang kusir memanggilku, aku sepertinya terlalu fokus pada laporan ini hingga tidak berasa sudah sampai.
"siang yang mulia " kepala pelayan menyapa
leonidas menganggukkan kepalanya, dia masuk ke istana dan saat akan ke atas dia mendengar keributan di taman belakang istana , untuk itu dia segera mendatangi keributan itu yang ternyata disebabkan oleh para elf yang sedang bersantai, "ehem ehem"
"ya ampun raja , maafkan kami tidak sopan , anak anak sudah "
"tak apa Nina, mengapa kalian masih di sini, apakah kalian masih belum pergi ke rumah yang ku sediakan"
"maaf yang mulia, dari pagi tidak ada seorang pun yang mengantar kami, dan dari kami pergi dan tersesat kami menunggu hingga orang yang anda maksud datang".
dasar sialan mereka menunggu disini cukup lama , akan kutegur nanti saja, "sudahlah mari ikut aku ". mereka mulai berdiri dan mendatangi leonidas.
"namun yang mulia apakah tak apa , kami tidak memiliki kemampuan untuk bekerja , apakah kami dibutuhkan?".
Leo mengangkat seorang anak dan menggendongnya, "apa yang kalian bisa?".
__ADS_1
"memanah, bertarung, hanya itu saja sepertinya"
mendengar itu leonidas mulai kepikiran sebuah ide yang gila, "itu akan kurus nanti , baiknya kalian bergegas aku akan berangkat, anak yang imut". Leonidas mencubit pipi anak itu yang memang imut.