Raja Jenius

Raja Jenius
Episode 19


__ADS_3

hasil dari rapat singkat yang telah terjadi keluar , dimana , leonidas akan dengan cepat melihatnya secara langsung , secara dia sudah berinvestasi banyak untuk desa itu dan dia tak ingin investasinya hancur karena sebuah kelompok atau pihal yang ingin melakukan pemberontakan padanya.


   rapat yang benar benar ketat, leonidas , yang datang dibuat kesal oleh para mentri yang datang terlambat , alhasil ada lebih dari setengah dari mereka yang tidak diperbolehkan ikut rapatnya.  setelah pintu rapat yang ertutup dibuka para mentri yang menunggu diluar dengan cemas melihat raja mereka yang bergegas pergi dan mengiraukan mereka.  "rajaku "


   "raja saya mohon maafkan saya" "ya raja "


tak dijawab oleh leonidas yang pergi untuk mempersiapkan keberangkatannya ke daerah yang disebuat sarang goblin itu.


    seorang mentri muda menanyakan ke peserta yang mengikuti rapat. "maaf senior ada apa sebenarnya?" tanyanya pada seorang mentri senior.


   "ini gawat , wilayah di bagian hutan goblin , dibumi hanguskan dan para penduduk dibantai tak tersisa ," katanya yang bergegas untuk menyiapkan beberapa persiapan. "oh tidak ini tak baik" mentri muda itu mulai terkejut dengan apa yang ia dengar , begitu juga mentri yang lain yang mulai berjalan kesana kemari .


     "hey kalian dengar , raja tadi memberikan suratnya padaku dengarkanlah karena beliau hanya memerintahku untuk membacanya sekali" teriak seorang paling dihormati di antara mereka . dia adalah orang dibalik informasi yang selalu leonidas terima setiap harinya , pemilik sekaligus pendiri pusat informasi , ARTHUR.


   MEREKA YANG PANIK MULAI BERHENTI DAN MENDENGARKAN ORANG PALING DIHORMATI DI KERAJAAN ITU.


"raja mengatakan dalam suratya" ia membuka gulungan surat. "bahwasannya seluruh mentri harus mempersiapkan persiapan perang dan sebagainya , untuk berjaga sementara raja dan pasukan terbaik kerajaan akan melakukan perjalannanya ke hutan goblin yang akan ditempuh sekitar 4 hari , dan kepada nama yang akan disebut silahkan untuk mempersiapkan diri mereka ikut. saint gaal, viktor . dan yee yi itu saja sekarang kalian dapat membubarkan diri kalian "


mendengar namanya disebut seorang mentri muda bernama yee li itu heran dan panik karena dia bahkan tak dapat mengangkat perisai dan pedang dia menggaruk garuk kepalanya tanda ia pusing. namun itu adalah peritah mutlak dari rajanya jadi ia tak dapat membantah apapun , untuk itu dia bergegsa ke kediamanya untuk mempersiapkan apa yang harus dibawa , dia hanya sapat melakukan persiapan hingga matahari mulai berwarna oren.  jadi dia mulai bergegas pergi.

__ADS_1


        Arthur yang melihatnya dari , jauh tersenyum . rambutnya yang bermodel seperti orang orang tahun 90 an itu seperti tahu apa yang akan leonidas lakukan padanya. "lakukanlah , ini adalah pengalaman pertamamu sebagai mentri" ucapnya.


/


.


pasukan yang berjumlah lebih nya 20 orang dengan perlengkapan yang lengkap mulai bersiap di gerbang pusat kota , dipimpin jendral yang sudah diganti menjadi komandan pasukan martin oleh andre beberapa hali lalu.


   dia memakai armor yang menjadi cirikhasnya , armor silver dengan garis merah tua disekitar nya, baju besi yang ia pakai berlambang kerajaan . dia tak mengenakan armor untuk melindungi anggota vitanya karena menurutnya dia tak bisa leluasa bergerak dan bertarung . kudanya yang hitam juga tak kalah seramnya , kuda itu seperti dilatih untuk perang .


      leonidas menolak mengenakan kereta kencana karena akan memakan waktu yang lama ,jika membawanya untuk itu dia dijaga ditengah darp para pasukan kerajaan dan membuatnya sedikit tak enak dibuat mereka , mata silvernya dan baju armor yang tak terlalu mewah membuat nya sama seperti yang lain. awalnya para pelayan menyiapkan armor paliang mewah milik mendiang raja sebelumnya . namun dia menolaknya dengan pergi begitu saja dari istana


"PASUKAN !" teriak martin dengan kudanya yang mengangkat setengah dari tubuhnya keudara. lalu suara pasukan itu menggelegar . "YAAAAAA" serentak mereka yang sangat bersemangat .


   "tunggu kami" kata seorang berkuda dengan pedang panjangnya .


martin berhenti. "demi dewa perang , apa yang kau lakukan datang terlambat" kesal martin pada nya .


seorang di belakangnya . maju. "maafkan kami komandan , ada beberapa hal yang aku-" martin memotong omongannya.

__ADS_1


  "yayayay aku tak peduli siapa atu apa , cepat ikuti pasukan ku dari belakang seperti kedua mentri dan beberapa pengawal mereka . " jawabnya dan segera pergi untuk berjalan melewati tembok dari gerbang pusat kota di bagian timur.


    lee yi menyuruh keempat pengawal yang ia punya untuk mengikutinya dari belakang. "ayo ikuti aku" berpura pura tegar  padahal di dalam hatinya ia panik seperti ikan yang keluar dari air. "bagus kau tak datang terlambat , lee" kata seorang mentri yang merupakan teman sekaligus seniornya .


  "diamlah" katanya kesal untuk kemudian mulai mengikuti barisan menggunakan kudanya.


akhirnya mereka keluar dari pusat kota untuk melakukan perjalanan yang bisa menempuh 4 hari jika menggunakan karavan , namun seperti perhintungann nya . leonidas yang berpikir cepat mengira akan datang tepat 1/5 hari dan akan sampai saat matahari tepat ditengah tengah kepalanya . alias tengah hari.


       'yaa ampun semoga saja dia tak merasa tak nyaman saat aku didekatnya ' pikir seorang pasukan yang merupakan seorang wanita , 'astaga dia begitu berwibawa dan tak memperdulikan tentang kemewahan , dan ya ampun matanya seputih salju' dia begitu gugup didekat nya.


       "santai saja , setelah sampai di dekat wilayah saint kita akan cepat sampainya, jadi tenanglah" ucap leonidas yang melihatnya berkeringat dan gugup . wanita itu hanya bisa berpura pura tegar. "siap tuan"


'yaaa ampun dia begitu perhatian juga' hatinya seperti di padang bunga dibuatnya.


.


.


.

__ADS_1


 sementara itu di desa yang sudah seperti api unggun besar itu, seorang yang selamat , seperti berjalan bingung, dengan kaki yang tertancap kayu tajam ia berusaha berjalan , entah ingin kemana namun dilihat dari matanya . ia akan berjalan ke salah satu rumah yang kehancurannya mencapai 99 persen di depannya.


    'ayo hidup , kuharap kalian tak ada dirumah' itu yang terus dia katakan sepanjang langkahnya .


__ADS_2