Raja kegelapan

Raja kegelapan
Part 3


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan setan?." Queen bertanya dengan garang ketika Ocean_Pangeran melepaskan Queen.


"Kata-katamu begitu kasar." pangeran Ocean tersenyum evil kearah Queen.


"Apa kau pangeran?." Tanya Queen tenang


"Seperti yang kau tau"


"Akan ku akui, kau memang tampan, sangatt tampan, tapi aku memandangmu sama seperti anjing-anjing liar dijalanan." Ucap Queen dingin


Plakk..


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Queen yang membuatnya terjatuh ditanah, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


"Dan bahkan sekarang aku memandangmu lebih rendah dari babi." ucap Queen dingin. Pangeran Ocean menatap Queen tajam.


"Cihh.. dasar manusia lemah." Pangeran Ocean maju lalu mencekik Queen, Pangeran Ocean sudah benar-benar emosi.


Queen meraba-raba lehernya yang terasa sakit sekaligus panas.


"Be..reng..sek." Ucap Queen patah-patah. Emosi Pangeran Ocean semakin tersulut, pangeran Ocean semakin memperkuat cekikannya kepada Queen.


"Pangelan Ocean lahh~ jangan lahh~ sakiti Queen, dia lahh Mate Pangelan." Valerie angkat bicara.


"Karena itu lah aku ingin membunuhnya Valerie, aku tidak sudi memiliki mate yang lemah seperti dia, aku bahkan tidak rela melihat wajahnya, aku tidak rela jika suatu saat nanti dia harus menjadi Ratu-ku, dan menjadi Queen di dunia iblis." Ucap Pangeran Ocean dengan mata yang berkilat semerah darah.


"Tapi tanpa mate, Pangeran tidak akan bisa menyempurnakan kekuatan Pangeran dan tidak bisa membuka segel sihir yang sudah lama Pangeran inginkan." Ucap Vactoria sebelum Pangeran Ocean benar-benar membunuh Queen.


Perlahan, Pangeran Ocean mulai melonggarkan cekikannya pada leher Queen.


"Kali ini aku melepaskan mu." Ucap pangeran Ocean dingin lalu memghempaskan tubuh Queen secara kasar ke tanah.


'Uhuk.. uhuk..' Queen terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang masih sakit


"K..au pi..pikir a..ku sudi menjadi Mate mu? Cihh.. takdir macam apa ini!" Ucap Queen setelah menormalkan napasnya, Victoria menatap tajam kearah Queen yang masih melawan setah tau senekat apa pangeran Ocean. Sedangkan Pangeran Ocean menatap Queen tajam karena emosi.


"Rayner, bawa mereka bertiga ke istana." Ucap Pangeran Ocean lalu memacu pegasus hitamnya untuk terbang terlebih dahulu.


👑👑👑


"Bawa dia ke penjara bawah tanah, dan jangan berikan dia makanan selama seminggu." perintah Ocean dingin ketika mereka sudah sampai di Istana


"Aku ada urusan dengan kalian berdua." Ucap pangeran Ocean dingin saat para pengawal menyeret Queen kebawah penjara.


Ruangan berjeruji besi itu sangat lembab dan gelap, saat lewat dilorongnya, beberapa kali Queen mendengar suara isak tangis, dan erangan kesakitan yang terdengar begitu pilu.


Queen begitu terkejut ketika tiba-tiba hewan yang berbentuk seperti anjing, memiliki gigi tajam, air liur terus menetes dari mulutnya, dan sebagian tubuhnya tinggal tengkorak memunculkan kepalanya disebuah jeruji yang sangat gelap..


Queen ingin menangis, tapi Queen menahannya dan tetap memperlihatkan wajah datar tanpa ekspresinya.


Setelah beberapa menit, Queen didorong memasuki sebuah jeruji yang sangat gelap dan kotor. Sesekali air menetes dari atapnya menambah kesan horor pada penjara itu. Setelah itu para pengawal yang menyeret Queen menutup pintu dengan keras yang menimbulkan gema disepanjang lorong.


'Sial.. nasib apa ini? Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan menjadi MATE dari seseorang pangeran yang tidak punya hati. Apa lagi dipenjara sini hanya gara-gara mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku? Cihh.. ALEX! Selamatkan aku!.' Teriak Queen dalam hatinya.


"Sial." Karena benar-benar kesal Queen menendang jeruji penjaranya sehingga membuat bunyi bising terdengar disepanjang lorong.


Disisi lain


"Apa maksud perkataan mu tadi?." Pangeran Ocean menatap tajam Victoria. Kini mereka bertiga berada di dalam ruang pribadi pangeran Ocean, hanya bertiga tanpa pengawal yang sering mengikuti pangeran Ocean.


"Yang mana?. Tanya Victoria santai sedangkan Valerie hanya diam tanpa berkata apa-apa.


"Jangan pura-pura bodoh." Ucap pengeran Ocean dingin.


"Aku tidak ingat, memangnya apa yang ku katakan kepada mu?."

__ADS_1


"Jangan membuatku marah Victoria."


"Baiklah-baiklah.. tanpa mate, Pangeran tidak akan bisa menyempurnakan kekuatan Pangeran dan tidak bisa membuka segel sihir yang sudah lama Pangeran inginkan.' Apa itu yang kukatakan?."


"Katakan bagaimana cara membuka seluruh segel sihirku, aku sudah tidak sabar ingin meluluhlantakka para malaikat yang telah membunuh adik dan Ibuku, dan telah membuat Ayahku menghilang." Ucap Pangerah Ocean dingin.


"Apa imbalan yang akan ku terima?." Victoria tersenyum mengejek.


"Apa pun yang kau inginkan." Tegas pangeran Ocean


"Apa pun?."


"Ya.. apa pun."


"Valelie lahh~ bosann.. apa kah Valelie bisa jalan-jalan kelual." Valerie menghela napas bosan.


"Keluar saja, aku tidak membutuhkanmu disini." Valerie langsung melongos keluar dengan senang.


"Bagaimana kalau nyawa Bee mu?."


"Akan ku biarkan kau membawa Bee, tapi sebagai gantinya kau akan tinggal disini sebagai pelampiasan nafsuku." Ocean


Tersenyum evil.


"Tidak akan. Kalau begitu berikan aku salah satu kristal hitammu. Bagaimana?."


"Tidak."


"Kau bilang apa pun." Dumel Vactoria.


"Bagaimana kalau aku meminta salah Pegasus mu?." Lanjut Vactoria dengan mata berbinar.


"Baiklah, katakan sekarang sebelum aku berubah pikiran" Ucap pangeran Ocean datar.


"Aku sudah sering melakukan hubungan intim dengan Bee, tapi kenapa segelnya tidak terbuka?."


"Karena Bee bukan mate Pangeran, segel itu hanya akan terbuka jika pangeran melakukannya dengan mate yang sudah ditentukan moongodness."


"Keluar, aku sudah mendapatkan yang kumau." Ucap Ocean dingin.


"Baiklah." Ucap Vactoria berdiri dari kursinya, sedangkan pangeran Ocean masih diam memikirkan ucapan Vactoria.


"Satu lagi Pangeran, lakukan itu tepat saat bulan merah." Ucap Vactoria sebelum benar-benar keluar.


'Fairy itu bisa dipercaya." Ucap Ocean dalam hati.


Ya, Victoria dan Valerie adalah seorang Fairy yang bisa mengendalikan tumbu-tumbuhan, tapi mereka juga memiliki kemampuan untuk meramalkan masa depan. Tapi ramalan mereka sangat jarang meleset.


👑👑👑


Setelah Vactoria dan Valerie pulang, Ocean langsung pergi ke penjara bawah tanah mengunjungi Queen.


Saat Pangeran Ocean membuka pintu penjara, derit besi yang saling beradu memecah keheningan membuat Queen yang tengah tidur harus membuka matanya.


Ssss.. Queen meringis kecil ketika merasakan luka diperutnya akibat makhluk jelek yang tinggal dibawah sungai itu merobek perutnya kembali terbuka.


"Apa kau kesakitan?." Tanya Pangeran Ocean sambil tersenyum mengejek.


Queen hanya menatapnya sekilas lalu membuang muka.


"Aku tidak suka diacuhkan." Ocean langsung memegang dagu Queen keras.


"Dan aku tidak suka berada disini." Ucap Queen menepis tangan Pangeran Ocean.


"Minta maaf maka aku akan mengeluarkanmu dari sini." Ocean menatap Queen tajam.

__ADS_1


"Minta maaf? Cih.. aku tidak sudi." Ucap Queen datar.


Dengan gerakan cepat, pangeran Ocean mencekik Queen.


"Minta maaf." Perintah Pangeran Ocean tegas dengan mata berkilat merah.


"Ti..da..k a..kan." Queen terbata-bata.


Karena kesal, pangeran Ocean melemparkan Queen kedinding sehingga dinding penjara retak.


"Apa sakit?." Tanya pangeran Ocean tersenyum senang.


Queen hanya menatap Pangeran Ocean datar.


"Apa kau bisu?." Pangeran Ocean menampar Queen keras.


"Tidak, hanya saja bicara kepada anjing akan akan sia-sia, jadi lebih baik aku diam." Ucap Queen datar menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.


"Apa kau bilang aku anjing? Baiklah aku akan menunjukkan sikap anjing yang sesungguhnya padamu." Pangeran Ocean ******* bibir Queen dengan kasar dan rakus.


Queen membulatkan matanya terket. Dengan refleks Queen langsung mendorong tubuh Pangeran Ocean tapi sayangnya kekuatan pangeran Ocean jauh lebih kuat.


Pangeran Ocean menekan tengguk Queen sehingga ciuman mereka semakin dalam dan kasar.


Queen berusaha memberontak dan mendorong Ocean sepenuh tenaga.


"Apa yang kau lakukan bajingan." Queen naik pitam.


"Menunjukan padamu sikap anjing yang sesungguhnya." Pangeran Ocean hanya tersenyum evil.


"Kau mengambil FIRST KISS ku." Ucap Queen marah.


"Aku baru mengambil firts kiss mu, belum yang lain." Ocean tersenyum penuh arti sedangkan Queen memasang kembali wajah datar tanpa ekspresinya.


"Pengawal, bawa dia ke tabib, aku tidak ingin bercinta dengan orang yang lemah." Perintah pangeran Ocean dan pengwal yang dari tadi berdiri di depan penjara, langsung masuk dan mengapit lengan Queen.


"Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri." Queen menepis tangan kedua prajurit itu dan berjalan keluar dari penjara.


"Cihh.. sepertinya engkau sudah tidak sabar ingin bersamaku ******."


"Ya.. aku sudah tidak sabar. Tidak sabar ingin membunuhmu." Balas Queen sambil berjalan dengan tertatih mengikuti lorong penjara bawah tanah yang gelap dan lembab.


'Lihat saja, setelah aku diobati aku akan kabur dari sini, lebih baik menjadi santapan anjing liar atau ikan jelek itu dari pada harus menjadi budak pangeran tak punya hati itu." Ucap Queen dalam hati.


👑👑👑


Kelam akan berakhir, sang mentari akan bersinar dengan gagah di cakrawala.


Aku harap nasip akan sama.


-Queen-


_______________


Masih ingat cerita ini?


Ada yang kangen?


Next or stop?


Mohon krisannya yaa😊


Kita sama-sama belajar yaa😊


Btw... typo bertebaran dimana-mana! Mohon maklum.

__ADS_1


__ADS_2