
Pangeran Ocean mondar-mandir tidak jelas, ini sudah hari ke dua sejak terjadinya kejadian itu, tapi Queen belum sadarkan diri, bahkan luka diperut pangeran Ocean semakin meradang.
"Bagaimana keadaan Queen?" Pangeran Ocean bertanya pada Albert yang baru saja keluar dari kamar Queen untuk memeriksanya.
"Keadaannya masih sama seperti dua hari yang lalu," keringat dingin terlihat bercucuran didahi Albert.
"Sembuhkan dia, jika kau tidak bisa maka aku yang akan membunuhmu,"
"Ta.. tapi pangeran,"
"Aku tidak ingin mendengar hal yang lain dari mulutmu kecuali kabar kesembuhan Queen," ucap pangeran Ocean memotong ucapan Albert sambil mencekik leher Albert dengan kuat.
"Tapi satu hal yang harus pangeran tau, anak panah itu sudah dilumuri racun bunga teratai hitam," ucap Albert saat pangeran Ocean melepas celikannya.
"Kenapa kau baru memberitahuku?" Pangeran Ocean mendekatkan wajahnyanya kearah Albern dan menatap laki-laki paru baya itu dengan mata menyala marah.
"Sa..saya baru memperhatikan anak panah itu," ucap Albern gugup.
Plak.. pangeran Ocean langsung menampar Albern atas kelalaian yang telah diperbuat.
"Apa penawar racun itu?" Tanya pangeran Ocean menggeram marah.
"Bunga teratai emas, tumbuh di air emas,"
"Dimana aku bisa mendapatkan bunga itu?" Pangeran Ocean bertanya dengan tatapan dinginnya.
"Tidak ada yang tau dimana bunga itu berada," setalah Albern mengatakan itu, pangeran Ocean langsung melangkah keluar dari ruangan itu berniat mencari bunga teratai emas.
"Bunga itu hanya bisa dilihat ketika mentari muncul, dan akan menghilang ketika matahari berada tepat di tengah langit," ucap Albern yang hanya diangguki pangeran Ocean.
Setelah keluar dari istana, pangeran Ocean menuju ketaman istana, pangeran Ocean menjentikkan jarinya, lalu sedetik kemudian seekor anjing berkepala empat dan memiliki sayap terbang kearah pangeran Ocean.
Setelah mendarat, anjing besar berkepala empat itu langsung berubah menjadi empat ekor anak anjing kecil dan imut.
"Ada apa pangeran memanggil kami kesini?" Tanya salah satu anak anjing yang memiliki bulu seputih salju yang diberi nama Philo.
"Apa kalian tau sesuatu tentang bunga teratai emas?"
"Penawar teratai hitam," ucap Philo
"Hidup di air emas," ucap salah satu anjing yang warnanya sekelam langit malam tanpa bintang maupun bulan yang bernama Oliph.
Semua hening.
__ADS_1
"Bunga teratai emas hidup di air emas dan tumbuh sebagai penawar racun bunga teratai hitam," ucap kedua anjing lainnya yang berwarna abu-abu dan cokelat yang bernama Val dan Vel, bisa dibilang Philo dan Oliph adalah anjing laki-laki dan Val dan Vel adalah anjing betina.
"Dimana bunga itu tumbuh?" Tanya pangeran Ocean malas.
"Sebelah barat,"
"Sebelah timur," ucap Philo dan Oliph bersamaan.
"Barat," tegas Philo.
"Timur," ucap Oliph.
"Hutan halusinasi, kita bisa lewat ke barat maupun timur karena hutan halusinasi sangat luas, ada apa pengeran mencari bunga itu?" Ucap Val dan Vel serempak.
"Jalan yang paling aman dan dekat?"
"Barat,"
"Timur," ucap Philo dan Oliph bersamaan.
"Timur memang dekat, tapi disana ada sekumpulan siluman kucing yang akan memperlambat jalan kita," Philo menatap sengit Oliph
"Di barat juga ada para sirena jelek yang menjengkelkan," Oliph menatap sengit Philo kembali.
"Sirena lebih menjijikan,"
"CUKUP! KALIAN BERDUA YANG MENJENGKELKAN," teriak pangeran Ocean yang berhasil membuat kedua anjing kecil dan imut itu tunduk takut.
"Val, Vel, dimana jalan yang lebih aman dan dekat?"
"Barat," ucap Val.
"Walaupun disana banyak kumpulan Sirena dengan pesonanya, tapi siluman kucing lebih berbahaya saat ini," ucap Vel.
"Kami dengar siluman kucing sedang mengadakan kompetisi untuk mendapatkan jantung laki-laki," ucap Val.
"Itu akan merepotkan, jadi lebih baik kita lewat barat saja," ucap Val dan Vel serentak dan diangguki pangeran Ocean.
"Kalau begitu, datanglah tengah malam nanti," ucap pangeran Ocean sambil berjalan menuju ke istana.
"Apa yang kalian lakukan disini anjing bau?" Tanya Lui yang tiba-tiba sudah tidur bermalas-malasan diatas tangkai kayu yang sudah tumbang.
"Kau yang bau," ucap Val dan Vel bersamaan.
__ADS_1
"Apa kau mengejek kami?" Tanya Oliph.
"Apa ada anjing lain disini?" Tanya Lui.
"Oliph, Val, Vel.." Pholi menjeda ucapannya sejenak. "Tangkap dia!" Lanjut Pholi berteriak dan langsung dituruti Oliph, Val dan Vel.
"Apa yang kalian lakukan," Lui berlari.
"Jangan biarkan dia lolos!" teriak Oliph.
"Hei kucing, kami punya ikan untukmu," ucap Vel. Dengan refleks Lui menghentikan larinya.
"Dimana?" Tanya Lui senang.
"Kena kau kucing nakal," ucap Val sambil menggigit belakang leher Lui pelan.
"Heii.. jangan kotori buluku dengan lendir menjijikan mu itu!" Teriak Lui tidak terima yang hanya diacuhkan oleh kawanan anak anjing itu.
"Bisakah kau melepaskanku," ucap Lui malas, sebenarnya Lui bisa menghilang saja tapi Lui sedang malas dan ingin tidur saja.
"Nanti kami akan melepaskanmu untuk menjadi umpan para sirena,"
"Sirena? Aku tidak suka makhluk yang satu itu, kakinya terlihat nikmat untuk dikunyah tapi wajahnya yang busuk membuat napsu makanku hilang seketika," ucap Lui.
"Sebelum aku pergi aku hanya ingin memperingatkan kalian untuk tidak menyentuh daun bunga teratai emas itu, jika kalian menyentuhnya kalian akan menjadi salah satu dari mereka," ucap Lui lalu menghilang dari gigitan Val, yang membuat para anjing itu menggeram lucu.
"Satu lagi.. jangan panggil aku kucing, panggil aku Lui," ucap Lui kembali muncul diatas pohon lalu benar-benar menghilang.
"Kucing yang imut.." ucap Philo dengan mata yang berbinar.
"Dasar anjing bodoh, sudah kukatakan panggil aku Lui," suara Lui kembali menggema entah dari mana.
"Kucing!" Teriak Oliph, Val dan vel serempak
_________________
Hallo guysss aku kambek😚😚😂
Maap ya udah 2 hari Author gak Up😴
Sebagai permintamaafannya, hari ini Author bakal dauble up yeyyyyyyyy..............
Part berikutnya bakal Author Up nanti sore lebih panjang dan lebih seru dari part ini.
__ADS_1