Raja kegelapan

Raja kegelapan
Part 8


__ADS_3

Matahari telah kembali keperaduannya beberapa jam yang lalu.


Pholi, Oliph, Val dan vel kini berbaring ditaman istana.


"Segera bersiap, kita akan pergi," ucap pangeran Ocean yang baru saja datang.


Keempat anak anjing itu langsung bangun dan menjadi satu. Ukurannya menjadi lebih besar dari kuda badannya berwarna hitam dan sayapnya berwarna putih, giginya menjadi sangat tajam.


Setelah itu, pangeran Ocean langsung naik ke pundak anjing itu.


"Aku sarankan agar kalian lewat darat saja, para pemburu, vampir darah kotor dan siluman rubah akan lebih mudah menemukan kalian jika kalian lewat udara," ucap Lui yang tiba-tiba sudah berdiri diatas kayu tumbang.


"Ahh.. kucing itu lagi," ucap anjing itu.


"Lui.. kemana saja kau? Kenapa kau tidak pernah menghampiriku lagi?"


"Ahhh.. pangeran, aku tidak kemana-mana, hanya saja aku tidak terlalu suka bertemu denganmu, pertanyaanmu terlalu banyak, auramu terlalu gelap, dan aku lebih suka bertemu dengan matemu yang lembut itu.. aku sangat suka usapannya yang lembut," ucap Lui menutup matanya membayangkan usapan Queen.


"Ma ... "


"Sudah sana pergi, hari semakin larut," Lui mengusir anjing dan tuannya itu.


Setelah itu, philo, Oliph, Val dan Vel memasukkan sayapnya kembali lalu berlari membelah hutan dengan cepat.


Setelah beberapa jam, mereka akan melewati laut tempat para sirena berkumpul.


"Terbang dengan rendah, jangan sampai kita menarik perhatian para musuh, dan jangan sampai kita membangunkan tidur para siren," perintah pangeran Ocean yang langsung dilakukan anjing itu.


Saat mereka terbang dengan rendah, tanpa sadar seekor siren yang penjaga memperhatikan setiap gerak mereka sambil tersenyum senang dari bawah batu karang.


"Laki-laki itu sangat tampan, sang ratu akan menyukainya," siren itu langsung melompat kebawah air dan berenang keistananya.


Setelah beberapa menit, siren penjaga itu kembali dengan ratunya. Ratunya memiliki ekor berwarna merah darah dengan sirip beracun dibelakangnya, wajah siren itu hancur sebagian bahkan sudah membusuk, terlihat beberapa belatung menggeliat disana. Ratu itu menggunakan mahkota dari rumput laut, rambutnya disanggul berantakan.


"Kerja bagus Rara," ucap ratu kepada siren pengawal itu. Rara a.k.a siren penjaga memiliki ekor berwarna biru dengan sirip tajam dan beracun disetiap sisinya, dan wajah siren penjaga itu sudah habis dimakan belatung menyisakan tulang dan beberapa belatung lainnya disana.


"Kau bisa istirahat, aku akan membawakan raja baru untuk kalian," ucap ratu itu tersenyum senang dan langsung dipatuhi oleh Rara.


Setelah Rara pergi, ratu itu langsunh naik keatas batu karang.


Disisi lain.


"Sepertinya kita dalam bahaya," ucap Philo.


"Itu hanya penjaga siren," ucap Oliph santai

__ADS_1


"Bukan, itu adalah ratu siren, dia mengincar kita, berhati-hatilah," ucap pangeran Ocean dingin dengan mata waspadanya.


'Bulan malam ini terlihat begitu indah.. bersinar terang dan dekat' ratu siren itu mulai bernyanyi yang membuat siapapun terlena ketika mendengarkannya.


"Tutup telinga Pangeran!" Teriak Val dan Vel serentak yang tidak diubris lagi oleh pangeran Ocean karena ternyata pangeran Ocean sudah menutup telinganya dari tadi.


'Aku ingin menggapai dan memilikinya..' siren itu tetap bernyanyi sambil mengalihkan pandangannya kepada pangeran Ocean dan anjingnya yang semakin mendekat kearah ratu siren itu dengan kecepatan tinggi dan mulai terbang agak tinggi.


'Ohh bulan mendekatlah' siren itu tersenyum menggoda yang membuat pangeran Ocean semakin jijik.


'Temani aku tidur malam ini, buatkan aku sebuah dongeng pengantar tidur.. ceritakan aku tentang kisah cinta yang abadi dan indah' siren itu tetap bernyanyi, nyanyian yang membuat Philo, Oliph, Val dan Vel hampir kehilangan keseimbangan.


"Sial,nyanyian siren itu mulai meretakkan pelindung kita" Philo memindlink Oliph, Val dan Vel yang hanya dibalas geraman kawathir bercampur marah.


'Jadilah raja dihatiku, akan kubuatkau lebih berharga dari sebuah mutiara, akan kududukkan kau disinggasana kerajaanku, akan kubuatkau terbuai oleh cintaku,'


Brak.. perlindungan keempat anak anjing itu sudah hancur akibat nyanyian siren itu.


"Pangeran Ocean!" Keempat anak anjing itu meneriaki nama pangeran Ocean dengan serempak tapi yang dipanggil hanya menatap tajam kearah siren yang kini menatap mereka dengan pandangan menggoda miliknya.


"Pangeran Ocean tidak akan dengar, dia menggunakan pelindung sihirnya, memang siapa yang bisa menghancurkan pelindung yang ia buat? Kecuali matenya tentunya," ucap Val santai.


'Wahai alam.. bawalah rajaku padaku,' nyanyian siren itu menatap Philo, Oliph, Val dan Vel dengan bola mata berwarna biru kelam, nyanyian merdu dan terdengar pilu yang sangat memabukkan, sedetik kemudian, mata anjing itu mengkilat berwarna biru kelam, dan berubah menjadi putih.


Anjing-anjing itu terbang semakin renda dan santai kearah Ratu siren itu.


'Sial, mereka terpengaruh' maki pangeran Ocean dalam hati.


"Baiklah, mari kita bermain," ucap pangeran Ocean menatap remeh sang ratu siren itu.


Pangeran Ocean mengedipkan matanya dan saat pangeran Ocean membuka matanya, matanya menjadi warna putih sama seperi mata Philo, Oliph, Val dan Vel. Pangeran Oceam duduk dengan tenang tanpa beban, melihat hal itu, ratu siren itu tersenyum bahagia.


'Rajaku kini terjatuh dalam pesonaku, takjub akan keelokan kutukanku, takjub akan keelokan wajah kaumku,' siren itu tersenyum sambil membuka tangan lebar seolah-olah akan memeluk pangeran Ocean.


"Hahahaha.. raja akan segera datang, ritual suci akan segera dilakukan," teriak ratu siren itu seraya melebarkan kedua siripnya yang menyerupai sayap itu lalu terbang dan duduk didepan pangeran Ocean.


Ratu siren itu mendekatkan wajahnya kearah pangeran Ocean berniat memcium bibir pangeran Ocean. Bibirnya semakin dekat bahkan pangeran Ocean bisa melihat dengan jelas beberapa letung yang menggeliat dibibirnya.


'Buk..' dengan keras pangeran Ocean langsung mendorong siren itu dari punggung anjing-anjing peliharaannya.


"Kau begitu menjijikan, lebih baik aku mencium bibir anjing atau pegasusku dari pada menciummu," ucap pangeran Ocean menatap jijik kearah ratu siren yang kini menatap mereka tajam dari bawah air.


Pangeran Ocean menyentuh dahi Oliph, Philo, Val dan Vel secara bergantian sehingga beberapa detik kemudian matanya kembali kewarna normal.


"Kau menghianatiku!" Teriak ratu Siren itu sambil mengarahkan tangannya kearah pangeran Ocean, sedetik kemudian ribuan ikan piranha terbang kearah mereka dengan ganas, Philo, Oliph, Val dan Vel dengan refleks membawa pangeran Ocean terbang semakin tinggi.

__ADS_1


Pangeran Ocean tak mau kalah, pangeran Ocean mengarahkan tangannya kearah ikan itu, sedetik kemudian api keluar dari tangannya mengarah kearah ikan-ikan piranha itu yang membuat semua ikan piranha itu menjadi ikan piranha bakar.


"Hanya itu?" Pangeran Ocean berdiri diatas punggung anjingnya dan bertanya dengan nada meremehkan.


"Pangeran Ocean terbelak kaget ketika ratu siren itu memanggil para siren penjaga dan siren pengawalnya.


"Aku akan memberi tawaran kepadamu, menjadi makanan ikan piranha peliharaanku, makanan hiu putih peliharaan adikku, atau menjadi raja dikerajaanku?" Ucap ratu siren itu.


"Aku lebih memilih mati.. maksudku kau yang mati menjadi makanan anjingku dan Lui tentunya,"


"Bawa dia kepadaku!" Perintah ratu itu tegas dan siren penjaga dan pengawal itu melompat dengan tinggi kearah pangeran Ocean.


Para pengawal dan penjaga siren itu siap menembakkan duri beracun yang ada disekitar ekor mereka.


Suit..


Suit..


Suit..


Suit..


Dengan cepat pangeran Ocean membuat pusaran angin ****** beliung yang menahan duri para siren itu dan ikut menelan para siren itu dalam pusaran angin ****** beliung. Pangeran Ocean menggabungkan air kedalam air ****** beliung itu lalu membekukan para siren itu bersama duri mereka.


"Menghalangi jalanku saja," pangeran Ocean menggenggam tangannya erat sambil menatap pusaran angin yang kini telah membeku, sedetik kemudian para siren itu meleleh bersama bekuan es yang dibuat pangeran Ocean.


Ratu siren yang melihat itu menjadi geram, ratu siren terbang dengan tatapan tajam, sambil mempersiapkan semua sisik dikakinya yang telah diubah menjadi duri beracun.


Dengan santai pangeran Ocean memgubah semua duri itu menjadi air yang jatuh kekulitnya.


Sedetik kemudian pangeran Ocean melompat dari punggung anjingnya dan membuat pedang dari air.


Sret.. pangeran Ocean berhasil menggoreskan luka keperut ratu siren itu yang diikuti pekikan kesakitan.


Belum puas pangeran Ocean mengubah sebagian besar air dilautan itu menjadi jarum transparan yang tajam.


Wush.. dengan bantuan angin pangeran Ocean menuntun jarum air itu kearah ratu siren yang membuat tubuh ratu siren itu bolong-bolong dan mengeluarkan banyak darah.


"Aku belum mati. Tunggu pembalasanku," ucap ratu siren itu dengan tubuh bolong-bolong dan wajah yang semakin hancur tak karuan.


"Kau hanya menghalangi jalanku saja," ucap pangeran Ocean dengan santai sambil menuntun kembali anjing-anjingnya terbang kehutan halusinasi, sedangkan ratu siren itu berenang kembali keistananya.


____________


Udah dulu ya Guysss..

__ADS_1


Maap kemaren gak sempat dauble up gara-gara jaringan Author ngilang gak tau kemana😓 padahal udah ngetik panjang..


Awas! Typo bertebaran dimana-mana😓


__ADS_2