
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"pergilah aku akan menjaga jieji sendiri" pinta Xiao yang pada shisi
"mohon maaf yang mulia, hamba tidak bisa meninggalkan nona dalam keadaan begini" ucap shisi dengan hormat
"haa baiklah, pagi aku akan datang lagi jangan lupa berikan sarapan untuk jieji"
"tidak perlu yang mulia, saya harap anda tidak datang beberapa hari kedepan. saya ingin menenangkan diri saya" ucap Mey Ji menyelimuti tubuhnya dan tidur
dengan langkah yang berat Xiao yang meninggalkan kamar Mey Ji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sekembalinya dari kamar Mey Ji bahkan sampai pagi Xiao yang tidak bisa menutup matanya untuk beristirahat, ia merasa gelisah mengingat kejadian kemarin.
tidak hanya itu, sudah beberapa kali Wu Lin meminta bertemu dengan Xiao yang namun selalu di tolaknya akhirnya Wu Lin kembali ke kediaman raja muda.
di lain tempat tampak Mey Ji yang masih tidur karena lelah bermain drama Indosiar kemarin.
"nona sudah siang, mari bangun saya bantu membersihkan luka nona setelah itu mari sarapan di tepi kolam" ucap shisi sembari membuka jendela kamar Mey Ji
"haaa aku masih mengantuk, tapi tidak apa apa. aku sudah siap untuk melanjutkan drama ini"
"ha? drama apa nona?" tanya shisi bingung
"benar juga, bagaimana kalau kamu membantu ku? kira kira sebagai tanda terima kasih pada majikan mu yang telah meninggal" ucap Mey Ji tanpa basa basi
"majikan? meninggal? hahhaha nona jangan bercanda. nona masih ada di depan mata saya nona"
__ADS_1
"bagaimana kalau aku ceritakan yang sesungguhnya terjadi? walaupun sulit di percaya tapi aku tidak berbohong, kalau kau ingin bukti juga bisa aku berikan. aku hanya ingin setelah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi kau tetap tutup mulut dan membantu ku" pinta Mey Ji
setelah itu Mey Ji menceritakan semua yang terjadi, mulai dari dia berada di zaman ini tiba tiba bahkan cerita sesungguhnya yang menimpa Mey Ji yang asli.
tidak dapat di pungkiri awalnya shisi tidak percaya namun setelah Mey Ji memperlihatkan kemampuan yang ia dapat dari system dan juga memperlihatkan kucing imut nya akhirnya shisi terdiam.
terdiam? yah terdiam seribu bahasa. badannya lemas ia tak mengira saudara tiri nonanya sangat amat kejam bahkan ternyata selama ini nonanya hanya menerima cinta bertepuk sebelah tangan.
karena kebaikan hatinya dan ingin membantu membalaskan dendam nonanya shisi membantu Mey Ji palsu untuk berdrama. bahkan kini mereka dapat terlihat seperti sepasang pemain film yang sangat amat profesional.
"kau paham kan bagaimana bertindak? saat terluka aku akan tetap baik baik saja namun jangan lupakan juga keselamatan dirimu"
"baik nona, nona tenang saja aku tidak akan mengecewakan nona"
"terimakasih"
...----------------...
namun dari luar terdengar seseorang memanggil Mey Ji.
"selir jie? apakah anda di dalam? bisakah kita berbicara?"
orang yang memanggil itu tak lain adalah saudara Ming Ye seseorang yang mencintai Mey Ji diam diam pangeran keempat.
"maaf yang mulia saya tidak segera menjawab sahutan anda。◕‿◕。" ucap Mey Ji sembari keluar dari kamarnya
'deg
apa ini? kenapa kepala jieji di baluti kain putih? padahal saat kembali kemarin baik baik saja!! siapa yang berani berbuat demikian?!! *batin pangeran keempat
__ADS_1
"ada apa ini jie? apakah kamu baik baik saja?"
"ahh ini? aku baik baik saja yang mulia. apa sesuatu yang ingin yang mulia sampaikan tadi? atau kita berbicara di taman saja sembari sarapan?"
"apakah aku mengganggu waktumu?"
"tidak sama sekali yang mulia"
"kalau begitu dengan senang hati jie😊"
melihat senyuman pangeran keempat yang manis selintas ide baru keluar dari pikiran Mey Ji bersama dengan datangnya Xiao yang dari halaman depan ke arah kamar Mey Ji
"saat tersenyum anda sangat tampan yang mulia"
'deg
astaga dia memuji ku? apakah aku sedang bermimpi?
"ti-tidak jie kakak raja muda jauh lebih tampan" jawab pangeran keempat gagap
"jauh berbeda yang mulia, andai saya bertemu lebih dahulu dengan anda mungkin nasib saya tidak akan sesial ini" ucap Mey Ji dengan mata berkaca kaca
continued
makasih buat yang masih setia Ama CS ini
boleh minta dukungannya? biar aku lebih semangat up nya
makasih
__ADS_1