Ratu Bertopeng

Ratu Bertopeng
BAB 6


__ADS_3

"miaw? nona kenapa kau tersenyum?"


"api telah tersulut kucing manis, tunggu waktu terbakarnya"


"kalau begitu aku akan kembali nona, jaga kesehatan nona"


"baik bibi Lu, aku tidak mengantar hati hati di jalan"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah kepergian bibi Lu Mey Ji memilih untuk menukar pernak pernik serta alas tempat tidurnya karena warna yang sangat bertambrakan menurutnya.


sembari membersihkan Mey Ji teringat ucapan raja suaminya tadi ttg "almarhum adiknya"


"hey kucing kecil keluarlah ada yang ingin aku tanyakan" ucap Mey Ji


"miawww ada apa nona?"


"apakah kau tahu kalau raja muda itu mempunyai adik laki laki?"


"miaw tentu saja, di sistem juga sudah tertulis jelas"


"ahh karena tidak ada seorangpun sekarang ceritakan semuanya tentang pemilik tubuh asli ini"


"miaw miaw"


"ekhem ekhem jadi raja muda memiliki adik laki laki yang lebih muda 4 tahun darinya, adiknya memiliki fisik yang lemah bahkan raja muda ingin menyingkirkan gelarnya agar ia tetap bersama adiknya. tapi karena permintaan sang adik dia mengurungkan keinginannya."


"miaww apa nona ingat selir dengan maid yang ingin menampar nona tadi? dia awalnya adalah calon tunangan adiknya suami nona namanya xiery, tapi setelah ia tahu kalau pangeran tersebut lemah dan tidak memiliki tahta ia sedikit menghindari pangeran tersebut. walaupun dapat diakui pangeran memiliki wajah yang sangat tampan tapi setelah tanpa sengaja bertemu dengan suami nona wanita tersebut malah berpaling dari pangeran. padahal pangeran sangat menyayangi dan mencintainya, karena patah hati kesehatan pangeran semakin lama semakin lemah tapi pangeran tidak menyimpan dendam pada suami nona, bahkan ia meminta agar menikahi wanita tersebut walaupun dengan status selir terendah sekalipun."


"ahhh jadi begitu pria itu tidak menyukai wanita tadi, aduhh siapa namanya tadi?"


"xiery miaww"


"ahh aku lupa, bukankah pria itu katanya akan makan malam bersama?"


"mungkin hanya taktik agar nona nyaman saja miaww, apakah nona lupa kalau ia bahkan hanya 1 kali mengunjungi istrinya yang terkapar sakit?"


"benar juga, padahal kalau dilihat dari tampangnya ia sangat tampan"


tok tok tok


"yang mulia selir jie, hamba mengantarkan makan malam anda" ucap seorang maid

__ADS_1


"masuklah, letakkan saja di atas meja"


namun setelah meletakkan makanan tersebut maid itu tidak pergi malah tetap berdiri di tempatnya.


"apakah aku harus menyuruh mu untuk pergi dulu baru kau pergi" ucap Mey Ji melempar nafas beratnya


"mohon maaf yang mulia, raja muda meminta saya untuk menunggu yang mulia menghabiskan makanannya"


"ck dasar, oh ya mana raja mudamu itu? katanya akan makan malam bersama?" ucap Mey Ji sembari memakan makanannya


"yang mulia raja muda telah makan malam dengan yang mulia permaisuri raja muda, mohon agar selir tidak menggangu waktu mereka"


mendengar hal tersebut Mey Ji merasakan seakan ia hanyalah sampah yang akan menggangu waktu mesra sepasang kekasih


brak


dengan amarah Mey Ji memukul meja makannya sampai retak.


"APAKAH AKU SERENDAH ITU DI MATAMU? KAU SEAKAN MENGATAKAN SEPERTI AKU PENGGANGGU PADA PERNIKAHAN MEREKA!!" hardik Mey Ji pada maid tersebut


"KAKAK" ucap seseorang di depan pintu kamar Mey Ji


"haa aku benar benar harus berurusan denganmu?"


"tidak kucing kecil, kalau anak ini menghilang maka aku bisa menyelesaikan misi" ucap Mey Ji dengan nafas memburu


"kenapa adik ada waktu kemari? apakah kau merindukan kakak mu yang akan mati ini?" ucap Mey Ji


"kakak? apa yang kau katakan? jangan begitu kak. apakah karena anak haram itu kakak akan mengakhiri hidup kakak?" tanya Wu Lin


"yah karena anak ini tapi asal kau tahu dia bukan anak haram. ini anak mu yang mulia!!" ucap Mey Ji melihat dengan tatapan mengiba pada Xiao yang


"jangan melihatku dengan tatapan itu Mey Ji, aku bahkan tak pernah menyentuh mu sedikit pun bagaimana bisa kau hamil?"


"ta-tapi yang mulia, percayalah padaku. anda bisa bertanya pada yang mulia ibunda permaisuri"


"MEY JI apakah kau menjadi gila hah? sebelum menikah sudah aku katakan jangan pernah berharap lebih pada pernikahan ini!! apakah kau tuli?"


hahhah rasakan kau Mey Ji, siapa suruh kau bertarung denganku. sudah cukup kau mendapatkan kasih sayang lebih dari kakek bahkan kakek memberikan semua harta kekayaannya atas namamu, akan kepastikan sebelum kakek kembali dari pengabdiannya kau akan mati


*tutur hati Wu Lin


"hiks benar yang anda katakan yang mulia, hiks karena kegilaan ku bahkan aku rela dijadikan mangsa hahah"

__ADS_1


Mey Ji yang sebenarnya tak ingin menangis tapi ia tak menyangka kalau reaksi obat untuk menggugurkan kandungan yang sengaja ia tambahkan pada makanan yang dibawa maid suruhan Wu Lin tadi sudah mulai beraksi dan rasanya sangat sakit


"arrggg perut kuu aarrggg sakiiitt hikss sakkitt, bi-bibi luu to-tolong aku" ucap Mey Ji terduduk lemas dilantai sembari memegangi perutnya yang amat sakit


"NONA" ucap seseorang menerobos masuk yang tak lain adalah maid pribadi Mey Ji yang telah lama menemaninya


"bi-bibi lu, panggilkan bibi Lu hikss. ini menyakitkan"


"jieji hey apa yang terjadi? penjaga!!" ucap Xiao yang sembari mendekap Mey Ji


melihat hal tersebut membuat Wu Lin amat cemburu, ia bahkan mengepal tangannya kuat hingga berdarah. sedangkan maid suruhannya tadi hanya bisa diam dengan tubuh bergetar, bagaimana tidak ia takut manjadi tumbal perbuatan Wu Lin.


"yah yang mulai?" tanya penjaga


"panggilkan bibi Lu, dan tabib secepatnya. aku yakin bibi Lu belum jauh"


"baik tuan" dengan sigap penjaga tersebut pergi


tak lama kemudian Mey Ji yang kehabisan tenaga hanya bisa menangis memegangi perutnya.


"nona jie" ucap bibi Lu berlari kearah kamar Mey Ji


melihat tabib yang juga datang bersama bibi Lu, Xiao yang menggendong Mey Ji untuk diletakkan diatas ranjang namun saat baru berdiri darah segar mengalir pada kaki Mey Ji yang membuat semua orang yang disana terkejut apalagi maid pribadi Mey Ji yang tidak mengetahui apapun.


"NONAA!" teriak bibi Lu


"tidak tidak nona, bertahanlah. hey tabib cepat periksa keadaan nona jie Pastikan ia baik baik saja dan anaknya"


setelah meletakkan Mey Ji diranjang, Xiao yang hanya bisa terduduk lesu di samping ranjang Mey Ji dengan menggenggam tangannya.


aku tidak tahu ini anak mu dengan siapa, tapi aku juga punya hati nurani jie. aku tidak akan membunuh nyawa yang tidak bersalah yang bahkan belum lahir *batin Ming Ye campur aduk


sedangkan Wu Lin menatap tajam kearah maid yang membawakan makanan yang ia suruh dan menghampirinya.


"APA YANG KAU LETAKKAN DI DALAM MAKANANNYA? KAU INGIN MEMBUAT AGAR AKU MENJADI KAMBING HITAMNYA KAN? HAH? CEPAT KATAKAN!!" ucap Wu Lin menggelegar sembari menjambak rambut maid tersebut


"ti-tidak yang mulia, aku tidak meletakkan apapun nona hamba bersumpah"


"apanya yang tidak ada hah? kau-"


"WU LIN!! BISAKAH KAU DIAM?" hardik Ming Ye


continued

__ADS_1


__ADS_2