Ratu Bertopeng

Ratu Bertopeng
bab 14


__ADS_3

**lanjut


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


"haisss tidak bisa tidak bisa aku harus membuat prestasi dan meminta pada ibunda permaisuri tempat ini sebagai hadiah sebelum orang lain tau isi rahasia tempat ini. lumayan juga bisa ku jadikan rumah tersembunyi"


Mey ji memilih kembali ke kediaman selir raja muda dimana disana sudah di nanti kedatangannya oleh Xiao yang, Wu Lin dan beberapa maid


"apakah ibunda permaisuri datang? kenapa kalian ada diluar" ucap Mey ji setelah memberi salam


"kami menunggu mu kak, apakah hukumannya telah selesai?"


"haha sudah adik. apa gerangan kalian menunggu ku?"


"bagaimana kalau kita bicarakan ini di ruangan? karena butuh kontribusi mu juga" ucap Xiao yang


"baik yang mulia"


disepanjang perjalanan ke ruang temu (aku ngak tau ruang tamu kalau masa dinasti namanya apa jadi maklumi aja yah) Wu Lin jadikan kesempatan untuk menebar kemesraannya dengan Xiao yang.


mulai dari mengandeng tangan Xiao yang sampai berpurah pura membersihkan rambut Xiao yang, yang katanya ada serpihan.


kalau yang bersama merek sekarang adalah Mey ji yang sesungguhnya mungkin dia sudah menangis menahan sakit hati yang mendalam namun kini dia adalah Mey ji yang baru.

__ADS_1


mulai dari sifat yang berbeda hingga cara berpakaiannya, Mey ji yang lama mungkin akan berusaha meniru bagaimana penampilan Wu Lin tapi Mey ji yang sekarang bahkan menjadi contoh Wu Lin.


sesampainya di ruang tamu


"maaf karena langsung membawa mu berdiskusi sedangkan kamu baru kembali dari kuil" ucap Xiao yang memulai


"tidak apa apa yang mulia"


"jadi pada 10 hari yang akan datang kerajaan kita akan mengadakan perburuan mulai dari para kesatria hingga bangsawan bahkan ada beberapa rakyat biasa yang ikut serta"


"jadi" lanjut Xiao yang


"aku diminta ayahanda ikut serta beserta adik keempat sedangkan adik kedua masih menjalani pelatihannya. perburuan kali ini sedikit berbeda karena ayahanda ingin ini dilaksanakan dengan pasangan"


"iya kakak, tidak mungkin aku kan? kalau untuk selir yang lain dilihat juga tidak cocok jadi aku mengatakan pada ayahanda kalau kakak lah yang paling cocok" sela Wu Lin


"hah begitu?"


"ma maaf kalau aku mengambil langkah tanpa persetujuan kakak, karena saat ayahanda memanggil kakak sendiri yang tidak datang"


"baiklah aku akan mencoba yang terbaik untuk membantu pangeran keempat, tapi hadiah sekarang? apakah jadi lebih besar?"


"hadiahnya 10.000 koin emas, senjata pusaka yang dapat dipilih sendiri dan satu permintaan pada kaisar"

__ADS_1


'bagus, lumayan dengan begitu aku minta pada kaisar saja mengenai kuil tadi. hohoho kamu pintar Mey ji'


"mari bersaing secara sehat kakak, aku dan Xiao yang pasti akan menang"


"baiklah adik"


setelah itu Xiao yang dan Wu Lin kembali, Mey ji juga demikian. ia ingin mengistirahatkan tubuhnya dan memakan banyak makanan buatan shisi karena selama di kuil ia hanya bisa memakan buah saja.


ia juga menceritakan pada shisi apa yang akan ia lakukan setelah pertemuan tadi dan mereka juga menyusun rencana.


"saya rasa nona, adik nona merencanakan sesuatu"


"tenang saja kita juga rencana sesuatu. oh iya kamu bilang bisa meracik obat dan racun kan?"


"bukan nona tapi aku tau beberapa manfaat obat dan racun"


"hmm tapi tidak apa apa, akan ku jadikan penghasil uang"


"hmm?" shisi kebingungan dengan nonanya kini ia gembira tapi menampilkan senyuman yang menyeramkan menurutnya


......................


continued

__ADS_1


__ADS_2