Ratu Bertopeng

Ratu Bertopeng
BAB 2


__ADS_3

*bip tokoh berhasil di masukkan


*bip tokoh telah diaktifkan


*bip tokoh telah mendapatkan raganya


*bip tokoh dapat memilih untuk memulai misi


"ughh"


ha? apa ini? kenapa seperti Labor komputer? dan ini siapa? bukankah aku sudah mati? apakah aku hidup kembali? *batin Mey Ji


"miawww. nona kau sudah bangun?"


"kyaaaa. kucing berbicara?"


"kau seperti melihat hantu. perkenalkan aku system yang akan membantu mu"


"system? membantu ku? seekor kucing memangnya bisa apa?"


"kau meremehkan ku! lihat ini? bukankah kau ingin melenyapkan mereka?" tunjuk kucing imut itu pada layar monitor


"heee tentu saja, aku bahkan ingin merobek wajah jalangnya itu" ucap Mey Ji melihat di layar monitor bahwa mantan kekasih dan sahabatnya berziarah ke makamnya


"tunggu" ucap Mey Ji kemudian


"miaw?"


"jadi kau system yang akan membantu ku? lalu aku telah hidup kembali begitu?"


"yah benar, waktu aku menjelajah untuk mencari tokoh yang sempurna untuk misi. aku menemukan orang yang sangat cocok"


"kenapa kau memilih ku?"


"karena di misi ini diperlukan tokoh yang memiliki tekad kuat dan memiliki keahlian bela diri, bukankah kau cocok?"


"hehehe kau memang tidak salah memilih. tapi karena kau memilih aku maka aku juga berkehendak memiliki permintaan bukan?"


"tentu saja, kau berhak mendapatkan satu permintaan sebelum memulai misi. katakan apa yang kau inginkan"


"sebelum memulai misi aku ingin menghabisi mereka berdua, bagaimana? aku akan membantu juga bukan?"

__ADS_1


"baiklah, dengan senang hati. tapi batas memulai misimu adalah 1 bulan, bagaimana kalau kita percepat saja waktunya?"


"tentu saja, setelah menghabisi mereka aku akan memulai misi dan menunjukkan kalau kau tidak salah dalam memilih"


"miaww ok"


klik


*proses balas dendam sedang dimuat


"bagaimana caraku memanggil mu? apakah kau bisa dilihat orang lain?"


"terserah padamu, aku hanya bisa dilihat oleh mu dan bercengkrama melalui telepati dengan mu. jadi tenang saja"


*proses selesai


*pemilihan tempat tujuan diproses


"jangan lupa bantu aku kucing manis"


"miaww baik nona"


*proses selesai


...----------------...


"zhihao sampai kapan kamu akan berdiri di sini? bukankah kamu juga menginginkan ini?"


"kembali lah lebih dahulu, aku akan segera menyusul"


"hmmp"


"zhihao jangan harap kau bisa lepas dari ku, kau hanya milikku" jengah Ruo pergi meninggalkan zhihao di depan makan Mey Ji


"jieji maaf, aku sangat menyesal. seharusnya bukan begini jalannya. kau dan aku yang akan bersama" tangis zhihao pecah


"benarkah? bukan begini? lalu bagaimana? kau ingin menyiksa ku sampai kapan?"


"jieji? kau kah itu? jieji?"


"yah ini aku, terkejut? apakah kau berasa melihat hantu?"

__ADS_1


"jieji" ucap zhihao lirih sembari merentangkan tangannya untuk memeluk Mey Ji


namun dengan lincah Mey Ji menghindar dan menyisipkan seberkas kata yang dapat menusuk hati


"menjijikkan"


deg


jantung zhihao berasa berhenti berdetak, kepalanya pusing bahkan ia tidak merasa kalau kakinya sedang menapak di tanah


"jie- jieji ma- mari kita mulai dari awal. aku tidak bisa hidup dengan Ruo aku hanya ingin dengan mu"


"benarkah?" tanya Mey Ji


"yah tentu saja benar. maafkan kesalahan ku sebelumnya, wanita b***g*** itu yang memaksaku melakukannya" tutur zhihao namun tanpa sadar perkataannya terdengar oleh Ruo


"ZHIHAO!! apakah kau gila? berbicara sendiri seperti itu bahkan memaki ku??? HAH??"


"Ruo? aku tidak gila. lihat jieji kembali dan kami akan memulai hidup yang bahagia. bukankah begitu jieji"


"yah benar" jawab Mey Ji dengan senyuman manis


namun zhihao tidak sadar kalau hanya dia yang dapat melihat Mey Ji


"KAU GILA HAH? MEY JI TELAH MENINGGAL!! SADARLAH ZHIHAO!!" hardik Ruo dengan suara yang menggelar dan didengar oleh peziarah yang telah sampai di belakang mereka


"kenapa mereka berisik sekali? apakah tidak tahu sopan santun" ucap salah seorang peziarah


"tunggu biarkan dulu, mari kita lihat apa yang terjadi di sini" ucap seorang peziarah yang lain bahkan ada beberapa dari mereka yang merekam hak tersebut


"KAU YANG GILA! KALAU BUKAN IDE GILAMU AKU TIDAK AKAN MENGHABISI JIEJI SAMPAI IA MENINGGAL" ucap zhihao


*prok prok prok


"ternyata kalian berkomplot untuk membunuh nona Mey Ji? padahal ia sangat baik pada kalian" ucap peziarah tersebut dengan tepukan tangan


"tidak, jieji masih hidup. lihat dia tersenyum padaku saat ini disamping ku bahkan ia akan kembali bersama ku" ucap zhihao seperti orang kehilangan akal


namun tak lama setelah itu terdengar bunyi mobil polisi dan menangkap zhihao beserta Ruo


"kalian diduga melakukan pembunuhan, pemalsuan dokumen, dan pengambilan hak secara paksa" ucap polisi pada mereka sembari membawa mereka ke mobil polisi

__ADS_1


"TIDAAKKKKK" teriak Ruo


continued.....


__ADS_2