
"APA YANG KAU LETAKKAN DI DALAM MAKANANNYA? KAU INGIN MEMBUAT AGAR AKU MENJADI KAMBING HITAMNYA KAN? HAH? CEPAT KATAKAN!!" ucap Wu Lin menggelegar sembari menjambak rambut maid tersebut
"ti-tidak yang mulia, aku tidak meletakkan apapun nona hamba bersumpah"
"apanya yang tidak ada hah? kau-"
"WU LIN!! BISAKAH KAU DIAM?" hardik Ming Ye
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"ya-yang mulia"
"yang mulia, bisakah anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi?" tanya bibi Lu tiba tiba
"bibi aku bisa bertanggung karena membunuh anak jieji tapi aku juga bukan ayahnya, pertanggungjawaban bagaimana yang bibi maksud?"
"haa yang mulia bisa tanyakan langsung pada ibunda yang mulia mengenai kehamilan nona jie, tapi hamba harap yang mulia tidak membuat yang mulia permaisuri marah"
"bibi Lu ternyata kalian memang benar menyembunyikan sesuatu" sambil tersenyum kecut
"ughh sa-kit" ucap Mey Ji bangun dari pingsannya
"ahh syukurlah yang mulia telah sadar" ucap tabib lega karena sedari tadi dia berusaha mengobati Mey Ji
"tabib anak bagaimana dengan anakku?" tanya Mey Ji tersenyum berharap
"maaf yang mulia, dosis obat penggugurnya tinggi jadi anak yang mulia tidak dapat saya selamatkan"
"ti-tidak mungkin, bagaimana bisa seperti ini hiks kalau tidak ada anakku lalu bagaimana aku akan hidup di kediaman ini hiks"
Xiao yang yang mendengar hal tersebut langsung bergetar hatinya, rasa kasihan marah serta kehilangan campur aduk dalam hatinya.
__ADS_1
apa ini? kenapa aku kasihan karena anak itu mati?
*batu Xiao yang
sedangkan Wu Lin hanya bisa diam seribu bahasa, ia tak tahu apa yang harus dilakukan. ia juga takut kalau nantinya ia dijadikan kambing hitam karena makanan yang dimakan Mey Ji dari pemberiannya apalagi menyangkut yang mulia ibunda permaisuri, ia bahkan dapat dikatakan tidak dekat dengannya.
"nona jie sebaiknya nona istirahat saja, besok saya akan mengatakan kendalanya pada yang mulia permaisuri" ucap bibi Lu mengalihkan perhatian agar kesedihan tidak terlalu menumpuk
"ti-tidak aku akan datang bibi" jawab Mey Ji
"yang mulia saya harap anda beristirahat saja yang mulia, keadaan yang mulia belum terlalu membaik dan saya tau yang mulia masih syok" ucap tabib meyakinkan Mey Ji
"tidak apa apa, ini tidak seberapa. aku akan hadir besok bibi"
"apakah kau tidak dengar? tabib menyuruh untuk istirahat oleh karena itu istirahat lah, aku dan Wu Lin akan datang besok jadi tidak perlu khawatir"
"hahah bagi yang mulia mungkin tidak akan terpukul, tapi bagiku yang seorang sampah ini tidak bisa demikian"
"MEY JI APAKAH KAU MENDENGAR KATAKU?" ucap Xiao yang dengan amarahnya
"tidak aku akan tinggal disini, yang lain bubarlah" sanggah Xiao yang
"yang mulia tolong pergi, maaf kalau saya lancang tapi melihat yang mulia berada disini membuat hati saya sakit saya mohon"
mendengar permohonan yang sangat menusuk hati tersebut Xiao yang memilih pergi dan meninggalkan Mey Ji tanpa sepatah katapun. ia benar benar merasa kesal atas keras kepalanya Mey Ji, namun saat didepan halaman kamar Mey Ji ia baru teringat kalau obat tersebut terdapat pada makanan Mey Ji lalu ia segera kembali ke kamar Mey Ji.
"WU Lin apa yang kau tunggu disana? kau tidak diperbolehkan ikut dengan ku keistana besok, aku akan berangkat dengan jieji karena kejadian hari ini akan diselidiki mulai darimu dan kau juga" tunjuknya pada maid yabg sedari tadi hanya bisa diam
sepeninggalan orang orang tersebut Mey Ji memilih tidur karena ia lelah telah mengalami hal yang ia kira tidak akan sesakit ini.
"ahh aku kira tidak sesakit ini, untuk saja system dapat menghilangkan sakitnya sejam setelah ini kalau tidak haa"
__ADS_1
......................
pagi yang cerah telah menghampiri kediaman Mey Ji ia juga telah bersiap untuk berangkat ke istana menemui ibunda permaisuri bahkan selir xiery dan selir yueyu juga datang karena ini seperti pertemuan keluarga.
tampak diluar kediaman raja muda telah terparkir tiga kereta kuda yang akan membawa tuan tuannya ke istana. raja muda, selir xiery dan selir yueyu telah menanti kedatangan Mey Ji.
"kenapa dia lama sekali, baru kemarin pindah sekarang malah kita harus menunggunya" ucap selir xiery
"jaga ucapan mu xiery, sadari pisisimu" jawab Xiao yang
"ahh itu dia nona jie" ucap selir yueyu membuat tatapan kini tertuju pada Mey Ji
"biar kubantu jie, apakah kau sudah membaik?" ingin membantu Mey Ji
"tidak usah yang mulia, hamba bisa sendiri" menarik tangannya yang telah di pegang Xiao yang
Mey Ji melihat hanya tiga kereta kuda, maka dia langsung tau apa yang diinginkan Xiao yang oleh karena itu tanpa basa basi ia langsung berjalan ke arah selir yueyu.
"selir yue bisakah aku sekereta dengan mu?" tanya Mey Ji dengan lembut
"tentu yang mulia, tapi yang mulia raja muda-"
"tidak apa apa, ayo naik maaf membuat kalian menunggu"
sudah membuat kami menunggu tapi dia malah tidak menghargai, dasar wanita sialan
*umpat hari selir xiery
~favoritnya jangan lupa
~dukungan
__ADS_1
~vote juga yaw😉
continued....