
"terimakasih yang mulia tapi saya bisa membawanya sendiri" ucap Mey Ji lalu pergi mengikuti maid ke tempat barunya
di tempat baru telah disuguhkan kamar yang luas, besih, ada penjaga, bahkan didekat kamar Mey Ji juga ada kolam dan taman yang akan membuat setiap orang akan betah tinggal disana.
"hmm lumayan, tapi-" ucap Mey Ji menggantung melihat ranjangnya yang desainnya tidak bahkan sangat tidak disukainya.
"apa ini? warna emas dan unggu? ughh sungguh perpaduan yang bertabrakan"
"a- apakah yang mulia tidak menyukainya?" tanya seorang maid yang membantu membersihkan kamar Mey Ji
"sangat tidak suka. berikan perlengkapan yang ada, biarkan aku sendiri yang membereskannya"
"hah? apa yang telah di berikan padamu maka pakai saja. masih untung kau dihargai disini, kalau bukan nonaku yang mengizinkan kau memakai halaman ini kau tidak akan ada tempat tinggal" ucap seorang maid yang berada disis selir xiery
"ohh mulut siapa itu? apakah kau tidak ingin bekerja lagi?" tanya Mey Ji dengan melempar tatapan menghina pada maid selir xiery dan selir xiery
"beraninya kau menatap nonaku seperti itu" dengan langkah memburu maid tersebut ingin menampar Mey Ji namun tangganya tiba tiba dicegat oleh tangan kekar yang sedang merendam amarah
"beraninya kau melayangkan tangan mu pada selir ku" ucap raja muda (xiao yang)
"ya- yang mulia" ucap maid tersebut dengan tubuh bergetar hebat
"dan kau apakah benar benar tidak becus dalam menjaga maidmu? atau kau juga demikian? tolong kau ingat bahwa keberadaan kau yabg sebenarnya tidak diinginkan disini. kalau tidak karena almarhum adikku kau tidak akan berada di sini" tutur Ming Ye dengan tatapan benci yang mendalam
'ha? apa ini? pria ini memiliki adik? kenapa kucing imut tidak memberitahu?' ungkap isi hati Mey Ji
"enyalah dari hadapanku dan kalian tinggalkan tempat ini selain beberapa orang yang aku pilih tadi" perintah Xiao yang
setelah itu selir xiery dan maidnya beserta yang lainnya pergi meninggalkan kamar Mey Ji. tidak dapat dipungkiri kalau selir xiery menahan Malu yang tak terbayangkan.
"terimakasih yang mulia" ucap Mey Ji saat orang orang tersebut pergi
__ADS_1
"yah, kalian kemarilah" perintah Xiao yang
"apa ini yang mulia? apakah ada perkenalkan diri juga?"
"tidak. dua orang ini adalah maid tambahan untukmu kalau masih kurang ada beberapa diluar yang dapat kau pilih. dan dua orang ini adalah pengawal mu"
"hamba tidak membutuhkannya yang mulia"
"kau butuh, dan juga ada yang ingin aku tanyakan"
"silahkan yang mulia"
"apakah kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"
"tidak ada yang mulia"
"tapi wajahmu sangat pucat, apakah kau sakit? kalau begitu aku akan memanggil tabib"
"ti-TIDAK ha- hamba tidak sakit yang mulia, ha- hamba baik baik saja" ucap Mey Ji sambil menggenggam lengan baju Xiao yang dengan gemetar
"kucing imut, apakah kamu tidak terpikirkan untuk terlihat menyedihkan sebelum badai menghadang baru bisa mengobrak-abrik hari seseorang?"
"miaw?"
"haaa kucing tetaplah kucing"
sedangkan Xiao yang merasa benar benar janggal akan sikap yang diberikan Mey Ji bahkan ia merasa curiga yang mendalam saat bibi Lu orang kepercayaan ibundanya datang dengan tergesa-gesa menghampiri Mey Ji.
"nona jie? ahh salam yang mulia raja muda" ucap bibi Lu
"ada apa gerangan bibi kemari? apakah ada urusan mendesak denganku?"
__ADS_1
"ahh tidak yang mulia, hamba ada urusan dengan selir yang mulia"
"bagitukah? kalau begitu aku tinggal kalian berdua. aku akan mengurus beberapa urusan lagi untukmu dikediaman ini setelah itu kita akan makan malam" ucap Xiao yang berlalu
"baik yang mulia"
setelah kepergian Xiao yang, bibi Lu menanyangkan keadaan Mey Ji karena ia benar-benar khawatir atasapa yang menimpa Mey Ji. bagaimana tidak seorang selir yang sedang mengandung malah diracuni oleh adiknya sendiri hingga terbaring lemah di ranjang.
"ahh jadi kerena ini pemilik asli tubuh ini meninggal? kasihan sekali tapi tenang saja setelah malam ini berlalu kau akan berubah. aku juga akan membalaskan dendam mu" batin Mey Ji
setelah itu bibi Lu memberikan seserahan pada Mey Ji yang isinya beberapa pakaian yang indah, beberapa emas serta beberapa perhiasan.
"ini pemberian yang mulia permaisuri kaisar, dia harap kamu bahagia disini. dan besok datanglah ke istana akan ada kereta yang menjemputmu besok"
"baik bibi Lu"
namun diluar Xiao yang siap masuk kedalam kamar Mey Ji untuk mengajak makan malam namun langkahnya terhenti saat bibi Lu mengatakan-
"nona baik baik jaga kesehatan, jangan sampai bayi yang sedang nona kandung membuat nona sakit. saya juga berharap bayi ini tidak memberatkan hati nona"
deg
'bayi? Mey Ji sedang mengandung? anak siapa yang dia kandung? kenapa bibi Lu mengatakan dia mengandung?' banyak pertanyaan yang terlintas di pikiran Xiao yang bahkan sampai memikirkan hal yang tidak pantas.
dari pada tersulut curiga dan emosi ia memilih kembali ke kediamannya dan makan malam disana dengan ratunya.
"miaw? nona kenapa kau tersenyum?"
"api telah tersulut kucing manis, tunggu waktu terbakarnya"
"kalau begitu aku akan kembali nona, jaga kesehatan nona"
__ADS_1
"baik bibi Lu, aku tidak mengantar hati hati di jalan"
continued..