
*bip tokoh memasuki misi
*bip misi dimulai
"yah disinilah aku sekarang, tempat kumuh dengan seorang pembantu"
"nona disini namanya maid bukan pembantu miaww"
"ya ya ya, lalu bagaimana misi ini?"
"miawwww nona harus mendapatkan nilai cinta dari suami nona, dan nona harus bisa mengembalikan status asli nona tanpa bantuan dari pihak lain"
"bagaimana? cinta suami? kau mengatakan kalau kini aku sedang hamil tapi tidak mendapatkan cinta suami? lalu bagaimana aku bisa hamil kucing imut" tanya Mey Ji frustasi sembari menyubit nyubit kucingnya
"miaw sakit nona, saat ini status nona hanya seorang selir yang kabarnya menikah karena rasa kasihan raja muda pada nona sedangkan adik nona telah berstatus sebagai ratu"
"ahh aku mengerti, aku harus mendapatkan cinta pria brengsek yang membenci selirnya dan mengembalikan status ku. hmm hmmn sepertinya misi ini menarik"
"miaww miaww nona juga mendapatkan dukungan dari ibu raja muda, tapi adik nona yang akan menjadi tombak penghalang"
"tenang saja aku akan menghajarnya sekali serang"
"miawww tidak, perubahan sifat yang signifikan akan membuat misi nona langsung gagal"
"ha ha ha membosankan, hey kau kemari"
"MIAWWWW NONA"
"kucing manis diamlah, kembali lah ke ruang system"
"no- nona akhirnya siuman"
"yah, bagaimana kalau kita pindah tempat ke istana Selir saja? aku lelah berjuang seperti ini"
"no- nona? apakah anda baik baik saja? maaf hamba yang tidak berguna, hamba tidak menjalankan tugas yang diberikan tuan tua pada hamba"
"sudahlah kamu sangat baik, kakek tidak akan marah kalau aku menjelaskan semuanya"
"baik nona, kalau begitu hamba akan memanggil penjaga untuk membawakan barang nona ke istana Selir"
"baik akan aku bantu berkemas"
"baik nona"
setelah itu maid Mey Ji pergi memanggil penjaga untuk membawa barang nonanya ke istana Selir. dimana telah tinggal 2 orang selir raja muda, pertama selir yueyu sebagai mahar dan selir kedua xiery. namun saat perjalanan ke istana Selir Mey Ji bertemu dengan adiknya yang tak lain adalah istri sah raja muda atau dipanggil ratu muda.
"hmpp hahaha akhirnya kakak ku tercinta angkat kaki juga? apakah kau menyerah karena yang mulia tidak memandang mu sedikit pun? makanya kau harus cantik dan memiliki keluarga hahahha siapa suruh kau hanya anak angkat keluarga ku" cerca Wu Lin pada Mey Ji
__ADS_1
"hah? benarkah? jadi aku jelek menurut mu? kalau aku berdandan nanti takutnya kau akan mati iri melihat kecantikan ku" jawab Mey Ji
"ka- kau berani menjawab ku sekarang? kau tidak ingin pulang ke kediaman keluarga Wu hah?"
"seharusnya kau yang sadar diri, bahkan tetua keluarga saja menyayangi ku tapi kau dan wanita tua itu malah terus menyiksaku"
"aku akan laporan pada ibu kalau kau mencacinya, kau tidak akan lolos. lihat saja nanti"
"apa yang akan dilihat? hmm?" tanya seseorang pria yang berjalan mendekati Wu Lin Dan Mey Ji yang tak lain adalah raja muda Xiao Yang
"ahh yang mulia" ucap Wu Lin ceria menghampiri Xiao Yang
"ada apa hmm?" tanya Xiao yang penasaran
"kucing imut apakah ini suami ku?" tanya Mey Ji melalui telepati
"miawww benar nona"
"heh kalau begitu mari masuk ke dalam peran yang sesungguhnya"
"miaw?"
"salam hormat pada yang mulia raja muda" ucap Mey Ji dengan hormat
"hah? ahh iya. ada apa ini? kau membawa barang barang mu?"
"ya yang mulia, mulai sekarang saya tidak akan menggangu kehidupan yang mulia dan permaisuri"
"tidak apa yang mulia, walaupun demikian saya akan tetap membersihkannya sendiri. kalau begitu saya tidak akan menggangu anda lagi, saya permisi"
"ahh itu-" belum selesai Xiao Yang berbicara, Mey Ji beserta rombongannya telah berlalu. Xiao Yang merasa tidak enak melihat Mey Ji yang pergi dalam keadaan wajah pucat, ia takut kenapa-kenapa.
"anda ada urusan apa yang mulia?" tanya Wu Lin untuk mengalihkan perhatian Xiao Yang dari Mey Ji
"aku ingin menemui mu, besok ayah dan ibu ingin bertemu jadi jangan lupa bersiap"
"benarkah? dengan senang hati" ucap Wu Lin ceria
"kalau begitu aku pergi dulu ada urusan yang masih harus ku kerjakan"
"baiklah"
*di tempat Mey Ji
"nona miaww kenapa anda pergi begitu saja? kenapa tidak meninggalkan sedikit kesan pada suamimu?"
"wanita seharusnya tidak mengejar Zhu, dia akan menghampiri ku dengan sendirinya sebelum dia menggugurkan anak yang aku kandung bukan?"
__ADS_1
"benar miaww, peringatan dari system bahwa nanti malam adik nona akan mengungkapkan kalau nona berselingkuh dan telah hamil beberapa bulan"
"bagus, sesuai rencana"
*di tempat Xiao Yang
"Cheng keluarlah" ucap Xiao Yang pada penjaganya
"ya yang mulia" ucap seseorang yang datang bak angin
"bersiaplah temani aku ke istana Selir, aku melihat selir Ji tidak dalam keadaan baik saat pergi tadi"
"baik yang mulia"
Setibanya di istana Selir, Mey Ji disambut baik walaupun ada seseorang yang tidak menyukainya yaitu selir xiery. ia melempar tatapan rendah pada Mey Ji karena ia merasa kedudukannya lebih tinggi dari Mey Ji.
"selamat datang yang mulia" sambut maid disana
"terimakasih" ucap Mey Ji melempar senyum yang tipis tapi indah membuat orang orang di kediaman langsung menyukainya. bahkan senyuman manis itu juga dilihat oleh Xiao Yang dan Cheng yang tepat berhenti di depan istana Selir saat Mey Ji hendak memasuki istana Selir.
"yang mulai, apakah dia benar benar manusia?" ucap Cheng kemudian
"apa maksudmu? tentu saja dia manusia" jawab Xiao Yang
"tapi tidak ada manusia yang dapat tersenyum seindah itu" jawab Cheng
"berhenti memperhatikan istri sahabatmu sendiri, apakah kau akan tetap menunggu disana?" ucap Xiao Yang yang telah berada di dalam istana Selir.
kedatangan Xiao Yang tentu saja membuat yang berada di kediaman tersebut berhamburan keluar tak ketinggalan seorangpun.
"tidak perlu di sambut sedemikan rupa, aku datang untuk mengantar selir Ji. kalian persiapan kamar selir Ji" suruh Xiao Yang pada beberapa maid
"terimakasih yang mulia" ucap Mey Ji yang berada di antara kerumunan tersebut. ucapan Mey Ji dijawab senyuman oleh Xiao Yang karena ia sibuk memilih beberapa orang maid untuk Mey Ji
"cuih hebat sekali mengambil muka" cerca selir xiery
"kalau kau begitu ingin diperhatikan yang mulia setidaknya harus memiliki wajah suci dan lembut seperti yang mulia ratu muda." jawab Mey Ji
"heh hanya karena dia adikmu maka kau mendukungnya, kau pikir siapa yang tidak tahu kalau kau dinikahi hanya karena dihargai?"
"kalau begitu aku lebih baik darimu"
"apak maksud mu?" tanya selir xiery tidak paham
"aku dinikahi karena dihargai walaupun jatuhnya sebagai hadiah, tapi kau telah dinikahi tapi belum tentu dihargai bukan? sadarilah posisi mu" ucap Mey Ji dengan intonasi penuh penekanan
tak lama setelah itu Xiao Yang menghampiri Mey Ji untuk membantu membawa barang yang digenggam Mey Ji, namun dengan cepat dan anggun Mey Ji menghindar dan berkata
__ADS_1
"terimakasih yang mulia tapi saya bisa membawanya sendiri" ucap Mey Ji lalu pergi mengikuti maid ke tempat barunya
continued......