Ratu Terakhir

Ratu Terakhir
1


__ADS_3

Kehidupan kerajaan memang menarik bagi banyak kalangan. Banyak yang menginginkan tahta disamping Raja.


Keinginan itulah yang membuat semua orang melakukan cara licik untuk keuntungan pribadi ataupun nama keluarga.


Kerajaan Valcke adalah kerajaan besar yang menguasai di berbagai sektor bisnis. Dibawah kekuasan Raja Cathal Helemon III. Selama 5 dekade. Kerajaan Valcke terkenal sangat jaya.


Wilayah penopang kerajaan sangat terlibat dalam kejayaan kerajaan. Wilayahnya meliputi wilayah Blooming di barat yang di pimpin oleh Duke Blooming ke VI kaya akan sumber emas, wilayah Azarban di sisi selatan dipimpin oleh Duke Zachani dengan kekayaan pangan, wilayah timur adalah daerah Equistria dengan kekayaan hewaninya di pimpin oleh Duke Edward V. Dan satu daerah terlarang di Kerajaan Valcke, wilayah utara dipimpin oleh keluarga Ashford. Wilayah dengan kekuatan armada lerang terhebat di kerajaan.


Keluarga Blooming, Keluarga Zachani, Keluarga Edward, dan Keluarga Ashford adalah dewan tertinggi di kerajaan.


Raja adalah pusat dunia, tetapi dewan kerajaan berdiri setara dengan raja.


Seperti sekarang ini Valcke mengalami krisis kepercayaan karena raja baru saja mangkat, dan putra mahkota belum memiliki istri.


Masyarakat di kerajaan Valcke sangat menyayangkan situasi putra mahkota mereka.


Pangeran Joansevel Cathal, penerus wangsa Helemon.


Claire Brendan, anak seorang Marquis yang memiliki kedekatan dengan keluarga kekaisaran.


Gadis yang menjadi pusat di jamuan golongan atas. Claire tengah menjadi perbincangan karena ia resmi menjadi tunangan Duke Arthur.


Seorang pewaris muda dari keluarga Duke di wilayah bagian utara yang ganas. Duke muda yang sangat disegani dan ditakuti oleh para petinggi kekaisaran karena seorang ksatria hebat.



"Nona Claire, waktunya bersiap" kata pelayan yang membangunkan Claire.


"Nona , sudah ditunggu oleh pemilik butik untuk fitting gaun yang akan dikenakan dipesta penyambutan ksatria. Ayo Nona sudah tidak ada waktu" kata pelayan lainnya yang memasuki kamar Claire

__ADS_1


"Tunggu, apa aku akan bertemu Duke Arthur ?" tanyanya kemudian.


"Tentu, Duke adalah tunangan Nona. Duke Arthur pemimpin Ksatria. Tentu Nona harus bersiap menyambutnya"


"aku ingin gaun merah ini saja untuk ke butik" kata Claire.


"Nona, tidak sopan karena Nona sekarang tunangan Duke. Keluarga Duke Arthur tidak menolak berpakaian warna merah" jawab salah satu pelayan


Setiap keluarga di bangsawan di Kekaisaran memiliki warna untuk setiap keluarga bangsawan. Keluarga Claire berwarna putih dan memiliki beberapa unsur warna biru.


"aku sudah memilih, aku pakai gaun merah"


Para pelayan tak dapat menolak lagi. Bisa panjang urusannya bila tak menyetujui permintaan Nona-nya.


"Nona, saya akan menemani anda ke butik negara. mari saya antar"




Calire ditemani oleh pelayannya untuk keluar dari kediaman keluarga Brendan.


"Nona, setelah ini anda sampai di kota, anda akan makan siang terlebih dulu bersama Duke Arthur"


Mansion keluarga Brendan yang ditempati Claire berada diujung kota. Tepatnya perbatasan wilayah kekuasan Keluarga Brendan dengan ibu kota.


Keluarga Brendan adalah pemilik tanah di sisi selatan. Meski bukan berdarah Duke, dan bukan bangsawan kelas atas. Keluarga Brendan kuat di wilayah selatan karena perusahaan dagang ekspor - impor yang berjaya sejak lebih dari 50 tahun lalu.


Membuat posisi Marquis yang hampir setara dengan Duke.

__ADS_1


"terima kasih, bisakah kamu mengantar saya ke tempat makan siangnya ?" tanya Claire kepada Anna.


"bisa, Nona"


Claire diantar oleh Anna menuju restoran mewah di tengah kota. Pelayan Restoran mengantar Claire untuk menemui Duke Arthur yang sudah menunggu.



"Claire , mengapa kamu berpakaian seperti itu ?" tanya Duke Arthur saat pelayan meninggalkan mereka berdua.


Wajar bagi Duke Arthur menanyakannya, selain warna merah adalah warna yang kurang diterima oleh keluarga Arthur. Model dress Claire sangat berbeda dengan dress dress yang biasa Claire kenakan.


"aku ingin mengganti suasana saja" jawab Claire.


"sudahlah, ayo makan bersama"


Makan siang dengan Duke Arthur berjalan cepat. Claire tidak dapat menikmati makan siangnya.


Para wanita yang ada di restoran tersebut menatap Duke Arthur dengan gairah. Namun mentap Claire dengan jijik.


Para gadis tersebut adalah gadis dari bangsawan setara Duke. Beberapa diantaranya, Clair mengenal mereka.


Setelah makan siang, Claire Brendan dan Duke Arthur menuju butik.


Pemilik butik menunjukkan beberapa rancangan gaun yang akan dikenakan oleh Claire, dan rancangan tuxedo yang akan dikenakan Duke Arthur.


Duke Arthur tak banyak merombak pakaiannya. Tetapi Claire beberapa kali berdiskusi mengenai gaunnya.


"Jika kamu masih lama, buat dirimu lebih nyaman. Aku akan pergi melanjutkan aktivitasku" pamit Duke Arthur.

__ADS_1


Pria tersebut berkata tanpa perasaan dan wajah yang datar.


Membuat beberapa pegawai butik terdiam menghentikan aktivitas mereka.


__ADS_2