
10 menit berlalu Kaisar Cathal kembali masuk ke ruang kerjanya. Raut wajahnya kini makin tak karuan.
Claire sempat tak yakin bahwa Kaisar memiliki reaksi demikian.
"kenapa kembali ?" tanya Claire kepada Kaisar.
"kita pulang saja, aku lelah" sahut Kaisar. "Perdana Menteri, tugasmu melanjutkan kerjaan" oper Kaisar kepada Julio Aiden.
"Kaisar kurang ajar, aku meminta cuti bulan depan dan harus dikabulkan !"
Kaisar hanya menjawab dengan lambaian tangan tanpa melihat kearah Perdana Menteri Julio.
Claire dan Kaisar Cathal kembali ke castil utama. Beberapa pelayan Kaisar dan pelayan Permaisuri sudah menunggu di halaman.
Kaisar nampak diam tak bersuara namun tatapannya yang tajam membuat setiap orang yang tak sengaja menatapnya akan ketakutan.
Saat turun dari mobil, keduanya di cegah oleh Putri Irene. Irene menatap remeh ke arah Claire. Namun Claire tak menggubris.
"ada apa Putri Irene ?" tanya Kaisar Cathal dengan menahan nafasnya.
Kerah Kaisar sekarang tak nyaman. Tubuhnya juga bereaksi tak nyaman dengan situasi ini. Beberapa kali ia mengendurkan ikatan dasinya.
"Kaisar, saya masuk lebih dulu" pamit Claire.
Claire melepaskan genggaman tangan Kaisar yang kuat itu. Genggaman Kaisar semakin kuat saat Irene menghadang. Claire tak nyaman. Jelas ada hal yang tak ingin Claire ketahui.
Biarkan masalah kedua pasangan ini menyelesaikan urusannya. Claire telah berjanji urusannya hanya sebagai Permaisuri dan meninggikan derajat keluarganya tanpa perlu memikirkan urusan pasangan Kaisar sebelumnya.
"No Beib.. kamu tetap denganku" cegah Kaisar Cathal. Suasana makin tak nyaman untuk Kaisar "jika tak ada urusan silahkan kembali ke mansion mu, Putri" tutup Kaisar.
Kaisar segera menggandeng Claire dan meninggalkan Putri Irene di halaman castil utama.
__ADS_1
"Kaisar, apa baik-baik saja jika meninggalkan Putri Irene di halaman ?" tanya ajudan Kaisar.
Ada jeda beberapa detik. Kaisar diam namun Claire dapat merasakan sesak dalam dada Kaisar. Tangan kanan Kaisar yang saat itu menggandeng Claire dilepas.
Kaisar melepas dasinya dan berbalik badan.
Bug
Tangan Kaisar sukses melayang ke pipi ajudan tersebut.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut terkejut. Tak terkecuali Claire. Karena terkejut Claire menutup mulut dengan kedua tangannya.
"aku sedang ingin istirahat, tidak ada yang boleh berisik"
Kaisar kembali menggandeng Claire dan berjalan menuju kamarnya.
Kaisar melepas kemejanya dan berganti kemeja rumahan yang lebih nyaman. Claire hanya melihat dengan diam.
Claire duduk di tepi ranjang memerhatikan Kaisar. Kaisar kini duduk di kursi depan ranjang tidur mereka.
"tidak ingin menjelaskan padaku ?" tanya Kaisar kepada Claire.
Claire panik. Apa yang harus ia jelaskan kepada Kaisar. Titik mana yang menjadi salahnya.
"apa yang ingin kamu dengar ?" tanya Claire menerka.
"Hah.. bukankah kamu bertemu dengan mantan pacarmu di ruanganku ?" tanya Kaisar dengan nada lebih tinggi.
Claire paham sekarang. Apa Kaisar marah sedari tadi hanya urusan Claire dengan Arthur ?
__ADS_1
"aku tidak bertemu dengannya Kaisar" jawab Claire dengan nada lembut, ia mencoba menenangkan Kaisar yang masih belum ia kenal.
"dia memasuki ruanganku saat aku pergi" sahut Kaisar.
Claire tersenyum melihat tingkah Kaisar yang membuatnya tak tenang hanya karena Arthur.
Claire berjalan menuju kursi disebelah Kaisar. Menggenggam tangan Kaisar dengan lembut. Bersyukur Kaisar tak menolak.
"aku tidak bertemu dengannya. mungkin saat ia masuk ke ruanganmu saat itu aku sedang ke kamar mandi"
"alasan yang tak masuk akal"
Claire melepaskan genggamannya, Kaisar Cathal sempat menatap tajam ke arah Claire seakan bertanya mengapa ia melepaskan genggamannya.
Namun Claire tetap melepaskan dan berjalan menuju nakas dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"aku sedang mengecek ini tadi, jika kamu tidak percaya kamu bisa menciumnya, belum ada satu jam jadi baunya pasti masih terasa" jelas Claire dan menyerahkan benda berbentuk persegi panjang kepada Kaisar.
Kaisar menerimanya dan melihat apa yang Claire serahkan.
"What ?! this is real ?"
Benda tersebut adalah alat tes kehamilan.
Claire sudah menghitung waktu setelah malam itu dan hari ini. Datang bulan Claire di tubuh aslinya selalu tepat waktu, dan rekaman kesehatan Claire menunjukkan bahwa malam itu adalah masa subur Claire di tubuh asli.
Keduanya mengalami masa hening. Fokus dengan pikiran masing-masing. Tak ada yang ingin membuka pembicaraan lebih dulu.
"apa aku harus mengumumkan sekarang ?" tanya Kaisar 10 menit kemudian.
"semuanya berpihak padamu. aku telah membuktikan ucapanku"
__ADS_1
Dengan hasil ini, Claire semakin menguatkan hatinya bahwa kini hidupnya berubah. Meski ditubuh wanita ini sudah tak ada Claire Brendan yang asli, meski hidup yang dijalani ini fiksi atau nyata.
Claire harus memantapkan hatinya bahwa keputusan dengan Kaisar adalah pilihan tepat. Melepas sesuatu yang tubuh asli cintai adalah pilihan tepat untuk menutupi aib keluarga Brendan.