Ratu Terakhir

Ratu Terakhir
2


__ADS_3

Hari berikutnya Claire memutuskan untuk berkeliling mansion. Melepas penat.


Setelah kepergian Duke Arthur kemarin. Perasaan Claire sangat tidak enak. Menjengkelkan dan ingin memarahi tunangannya, Duke Arthur.


"bagaimana pria itu bisa berkata dengan kejam seperti itu?" teriak Claire frustasi.


Arthur Alphonsus dikenal sebagai keturunan tunggal dari keluarga Duke Alphonsus yang berkuasa di wilayah utara. Duke Arthur adalah keturunan terakhir dari keluarga yang sangat disegani untuk kalangan Duke. Kekuasaan Keluarga Duke Alphonsus menjadi kuat setelah pemimpin kekuarga Alhponsus mampu menangani pemberontakan Keluarga Kekaisaran An 20 tahun lalu.


Duke Arthur sendiri dikenal kejam dan tak terkalahkan di medan perang, bijaksana dan tegas di depan rakyat, dan memuja Claire sebagai pasangan. Seluruh rakyat tahu akan cerita cinta Duke bersama Putri Marquis Brendan.


Hubungan cinta mereka menjadi buah bibir selama 6 bulan terakhir. Kesetiaan Duke Arthur menjadi contoh untuk para pemuda di seluruh penjuru wilayah kekuasaan Duke Arthur dan kelembutan Putri Claire Brendan menjadi contoh bagi pemudi di seluruh penjuru.


Kisah cinta yang diidamkan semua kalangan.


"Nona, Duke Arthur akan mengunjungi Nona sore ini" kata Anna.


"mengapa Duke Arthur sering kemari ?" tanya Claire.


"saya juga tidak tahu, Nona. Mari saya antar kembali untuk bersiap menemui Duke Arthur"



"Nona, mengapa Nona memakai pakaian seperti ini lagi?" tanya Anna kepada Claire.


"aku ingin mengganti suasana Anna. Gaun-gaun besar dan tertutup yang ada di lemari itu kau buang saja"


"tapi di wilayah ini sedikit sekali yang memakai gaun seperti itu Nona" Anna melirik gaun yang Claire pakai. Seakan berkata bahwa Claire tak boleh berpakaian demikian.


Gaun yang Claire pakai adalah gaun lama. Namun Claire melakukan desain ulang gaun tersebut agar terlihat fresh dan cerah.


"ini akan menjadi mode baru Anna"


Setelah persiapan Claire menyambut Duke Arthur, Claire menunggu di teras belakang mansion. Menatap taman belakang mansion yang hijau dan sesekali menyapa pelayan yang sedang menghias taman.


"kenapa putri bisa berada di halaman belakang ?" sapa seorang pria dengan suara bariton.


"Duke Arthur"


"apa kamu sedang mengubah suasana lagi?" tanya Duke Arthur saat melihat gaya pakaian Claire.


"saya rasa pakaian seperti ini akan menjadi mode terbaru di musin panas ini"


Mendengar penjelasan Claire, Duke Arthur tersenyum simpul.


"mau jalan-jalan ke kota ?" tanya Duke Arthur


"sepertinya Duke memiliki banyak waktu luang, saya baik baik saja bila hanya berdiam diri di rumah, Duke" jelas Claire.

__ADS_1


"kau sudah berusaha mengganti suasana hatimu, maka aku juga harus menemani mu agar suasana hatimu tidak buruk"


Akhirnya Duke Arthur dan Claire jalan jalan sore ke kota. Mengunjungi pusat perbelanjaan kota tersebut. Tak membeli hanya melihat-lihat. Claire merasa tak tertarik untuk membeli apapun meski Duke sudah berkali-kali menyuruhnya membeli suatu barang.


Di tengah perjalanan mereka, banyak pasang mata yang melihat kearah pasangan yang dicintai rakyat tersebut. Melihat pemandangan yang indah antara Duke Arthur dan Putri Claire Brendan serta melihat perubahan penampilan busana Putri Claire Brendan yang lebih fresh dan cantik.


Awal musim panas ini banyak sekali rakyat yang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan musim panas. Maka suasana kali ini semakin riuh ditambah pasangan yang dipuja rakyat juga berada di sana.


"Apa kau menyukainya ?" tanya Duke Arthur


"Iya Duke, saya tidak tau jika awal musim panas akan se ramai ini"


"aku senang bila kamu senang Claire" sahut Duke Arthur.


Cup


Duke Arthur mencium kening Claire singkat.


Tinggi badan Calire yang hanya sedagu Duke Arthur memudahkan Duke tersebut untuk lebih berinisiatif mencium kening pasangannya.


Claire membeku sesaat karena ini pertama kalinya. Pertama kali bagi Claire.


"Duke, apakah saya boleh ke toko bunga itu?" tanya Claire mencairkan suasana dan debaran jantungnya.


Claire melihat toko bunga di ujung jalan. Ia ingin mengunjungi toko bunga tersebut.


"apa saya bisa merangkai bunga untuk saya sendiri?" tanya Claire.


Pemilik toko sedikit sungkan, ia mencoba untuk melirik kearah Duke Arthur untuk melihat apakah Duke menyetujuinya atau tidak.


Duke Arthur mengangguk di belakang Claire.


Pemilik toko mempersilahkan Claire untuk menghias bunganya sendiri. Sesekali pemilik toko merekomendasikan bunga awal musim panas untuk bouquet buatan Claire. Claire juga dengan antusias melihat bunga bunga rekomendasi pemilik toko.


Satu jam Claire menghias bunga, satu jam itu pula Duke Arthur menunggu Claire menyelesaikannya. Tak ada pembicaraan dari Duke Arthur, karena ia sibuk memperhatikan tunangannya tersebut.


Ada dua bouquet yang berhasi Claire rangkai.




"bouquet yang Putri rangkai indah, saya belum pernah melihat seindah ini" puji pemilik toko.


"kamu bisa menggunakan rangkaiannya untuk musim panas ini" sahut Claire.


"terima kasih Putri"

__ADS_1


Kedua pasangan tersebut keluar dari toko bunga itu. Pasangan yang dikenal rakyat tentu mencuri perhatian.


Entah mengapa Duke Arthur menikmati waktu bersama Claire. Satu minggu lalu, ia masih enggan untuk bertemu Claire. Duke akan mementingkan pekerjaannya dibandingkan dengan jalan jalan dengan Claire. Namun saat melihat sisi Claire yang lain, Duke justru merasa nyaman melakukan aktivitas dengan Claire.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kediaman Brendan karena malam akan datang. Duke Arthur bilang, selepas makan malam ia harus ikut berpatroli di pinggiran wilayah untuk melihat ekspor impor disana.


"Claire, kapan kamu akan ke kediamanku?" tanya Duke Arthur dengan nada pelan.


"jika Duke mengundang saya, saya akan datang dengan senang hati"


Mata Duke tersebut berbinar mendengar jawaban Claire.


Claire berinisiatif untuk menyentuh rahang Duke yang tegas itu.


"apa Duke ingin saya mengunjungi di kediaman anda sabtu mendatang?" tanya Claire dengan masuk mengusap rahang Duke Arthur.


Terdengar Duke Arthur berdehem dan membuang nafas berat.


"aku akan senang hati kamu menepati janjimu" jawab Duke dengan suara berat.


"saya janji, Duke" jawab Claire dengan lembut.


Tatapan keduanya semakin dalam, ada kabut dimata Duke Arthur. Tatapannya jatuh ke bibir Claire yang merah ranum.


Duke menarik dagu Claire untuk lebih dekat ke wajahnya. Arthur adalah pria normal yang akan memiliki inisiatif dan sisi agresif saat berada di dekat perempuam yang menarik perhatiannya. Ia memajukan wajahnya untuk lebih dekat dengan wajah Claire. Keduanya begitu dekat, nafas mereka saling beradu. Bibir Duke Arthur dan Claire bertemu. Duke memperdalam ciumannya dan menarik tengkuk Claire agar lebih dekat dengannya.


Tok Tok Tok


Jendela mobil diketuk.


Claire terkejut dan menjauh dari Duke. Calire salah tingkah. Membenarkan pakaiannya dan keluar dengan tergesa. Terlihat Anna khawatir menunggu Claire keluar. Biasanya Claire akan langsung keluar tidak lama seperti ini.


"Nona, sudah pulang" sapa Anna


"Iya Anna" jawab Claire dan menyerahkan dua bouquet sebelumnya kepada Anna.


"Saya pulang dulu Claire" kata Duke Arthur.


Sepeninggal Duke Arthur dari halaman keluarga Brendan. Claire langsung menuju kamarnya. Anna mengikuti dibelakang.


"Nona, sepertinya Duke semakin hari semakin menunjukkan ketertarikannya. sepertinya akan bagus untuk anda" kata Anna kepada Claire saat mereka sampai di kamar Claire.


"iya Anna, semoga saja demikian"


Claire masih teringat ciumannya dengan Duke Arthur, ia yakin 100% bahwa Duke Arthur dapat merasakam bahwa Clakre belum pernah berciuman sekalipun. Terlihat bahwa tubuh Claire hanya mematung dan terkejut. Meski sudah ia coba tenangkan.


Ciuman tadi memang singkat, namun jelas Duke Arthur begitu mendominasi dan meminta lebih.

__ADS_1


"Aaahhh..."


__ADS_2