Ratu Terakhir

Ratu Terakhir
6


__ADS_3

Pelayan Anna bertemu dengan salah satu staff Kaisar. Pertemuan Claire dengan Kaisar tidak boleh diketahui oleh semua orang.


Meski Claire pernah berkunjung ke castil Kaisar Cathal namun ia belum pernah bertemua 4 mata dengan Kaisar tersebut.


"Nona, Kaisar menunggu di ruang belajar"


Claire diantar menuju ruang belajar Kaisar Cathal.


Claire menenangkan degup jantungnya yang tak karuan. Kaisar adalah harapan terakhir untuknya. Hidupnya telah jauh dari indah maka ia harus segera mendapatkan situasi baru untuk keluarganya.


untuk keluargaku yang menerimaku dengan hangat, meski kini bukan Claire yang asli. katanya dalam hati.



"Aku tidak berpikir bahwa kamu merindukanku Nona Brendan" sambut Kaisar Cathal saat Claire memasuki ruangan.



"Salam kepada Yang Mulia Kaisar Cathal"


Kaisar Cathal duduk di kursinya. Kemeja pria itu sudah berantakan. Dasi yang ia kenakan sudah ia lepas, lengan kemeja dilipat hingga siku. Dan jas yang tergeletak di lantai


Pria ini tampan secara sempurna.


"apa yang kamu inginkan Nona ?"


"anda tentu sudah tau Yang Mulia" jawab Claire.


"kau bersemangat untuk mempertahankan posisi keluargamu" sahut Kaisar Cathal.


Claire tahu bahwa Cathal sama cerdiknya dengan Arthur. Mengulur waktu sama saja sia-sia.


Claire tak suka dengan merengek meminta status, namun betul dengan perkataan Kaisar Cathal. Bahwa saat ini Claire harus mempertahankan status keluarga.


"bukankah Yang Mulia sendiri melihat bahwa saya menyelinap masuk ke kamar Anda ?" pancing Claire.


Claire memberanikan diri untuk mendekat kepada pria menakutkan tersebut.


Tatapan pria itu mengintimidasi, tajam dan begitu dalam. Claire tahu bahwa dibalik tatapan Kaisar Cathel, ada kilatan gairah yang sama seperti kenangan semalam.

__ADS_1


"saya tidak akan mengemis namun saya meminta kerja sama Yang Mulia, anda mendapat keturunan , dijauhkan dari selir anda yang merugikan dan mendapat ekspansi perekonomian lebih besar lagi" lanjut Claire.


Kaisar Cathal hanya memperhatikan Claire yang memutari meja diantara keduanya. Claire kini tepat berada di depan Kaisar Cathal.


"Hahaha... aku tidak peduli bukankah jika aku menerimamu bukankah sama saja aku memungut kembali apa yang dibuang bawahanku?"


"siapa yang dibuang ? bukankah sejak pertama Anda-lah yang mendapatkan saya ?" bisik Claire.


Claire sedikit mengetahui tentang Kaisar Cathal. Pria ini selain penuh hebat dalam perang dan pemerintahan.


Kaisar Cathal adalah pria yang sangat mencintai wanita cantik karakter yang sama seperti kaisar sebelumnya, pengagum wanita cantik dan seksi. Menjadi rahasia umum bahwa Kaisar Cathal sangat senang melakukan hubungan **** dengan para wanita.


"Bukankah saya termasuk dalam jajaran wanita yang diidamkan di negeri ini ? reputasi anda sebagai lelaki playboy akan hilang" rayu Claire.


"apa yang kamu inginkan, Claire ?"


"mempertahankan janin dari hubungan kita dan menjadi permaisuri untuk Kekaisaran Ann" kalimat yang sedari tadi ingin Claire ucapkan akhirnya terucap.


"apa kamu yakin kamu akan mengandung ?" tanya Kaisar Cathal.


"bukankah Kaisar begitu hebat ? akan sangat memalukan jika malam yang panjang itu tidak membuahkan hasil"


Tepat. Kalimat tersebut berhasil memancing Kaisar Cathal. Pria sangat sensitif mengenai hal tersebut.


Claire menunjukkan ekpsresi penasaran.


"kamu akan mengetahui setelah pernikahan. kamu yang mendatangiku maka sekarang adalah menghapus ingatan para rakyat bahwa kamu tunangan Arthur"


Kaisar memencet tombol darurat di telepon penghubung.


"Siapkan lembar persetujuan antara saya dengan Nona Claire, Bondan"


15 menit kemudian. Bondan. Memasuki ruang belajar.


"apa secepat ini ?" tanya Claire.


"jika dihitung, jika memang akan hamil, kita hanya memiliki waktu 2 minggu"


Pria ini ternyata sangat teliti. Bisik Claire dalam hati.

__ADS_1


"malam ini aku akan mengantarmu" tutup Kaisar Cathel.


Claire hanya menurut. Ia kembali ke tempat Anna dan sopirnya menunggu.


Namun di tengah koridor ada sosok yang menariknya.


"apa sebegitu inginnya kamu berada di status terpandang Nona Brendan ?"


Arthur.


Pria itu menarik tangan Claire dan membawanya ke sudut koridor yang sepi dan minim penerangan.


"lepaskan Duke Arthur" kata Claire.


Meski Claire terkejut dengan adanya Arthur di Castil ini. Claire harus tetap tenang karena tidak ingin mengubah apa yang sudah di rencanakan.


Duke Arthur meremas pundak Claire dengan erat hingga membuat Claire mengaduh, namun tak digubris oleh Duke yang kalap akan emosi marahnya.


"hubungan kita sudah berakhir Duke, jangan menampakkan diri di depan saya, karena akan menimbulkan rumor tidak sedap" kata Claire


Nafas Arthur semakin tak teratur. Remasan dipundak Claire semakin menguat.


Claire tahu pria ini marah besar. Tak pernah Duke Arthur berperilaku kasar dengan wanita.


"saya tidak pernah mencintai Anda, saya hanya mendekati anda untuk dekat dengan Yang Mulia Kaisar. Lepaskan saya"


Arthur tertegun.


Hal ini menjadi kesempatan untuk lari dari kungkungan Arthur.


Claire berlari menjauh sejauh mungkin dari pria tersebut.


No Claire, jangan berbalik. semua akan hancur lagi jika kamu kembali. Bisiknya dalam hati.


Tubuh pemilik asli begitu mencintai Duke Arthur, sulit untuk Eiden mengendalikan tubuh asli untik pergi.


Namun sejak awal, Duke Arthur telah salah paham dengan situasi Claire dan Cathal. Tanpa jeda Duke Arthur juga memutuskan pertunangan.


Maka jalan bagi Claire sekarang adalah membuat Duke Arthur semakin salah paham agar rasa kecewanya Duke dan rasa bersalahnya Claire impas.

__ADS_1


Tak ada yang bisa diharapkan kecuali Kaisar Cathal sekarang.


Begitu pikir Claire.


__ADS_2