
[Kaisar POV]
3 hari sebelum pernikahan
Kaisar Cathal melakukan jadwal seperti biasanya, pengecekan berkas kekaisaran dan rencana proyek pembangunan sekolah untuk perguruan tinggi kenegaraan.
Dan mengadakan rapat untuk tiga bulan kedepan mengenai penerimaan permaisuri baru dan tanggung jawab yang dapat diurus oleh permaisuri bersama para menteri terkait.
"Yang Mulia, gaun yang akan dikenakan Nona Brendan sudah di selesaikan" ucap seorang desiner baju kepada Kaisar Cathal.
"antarkan kepada Nona Brendan dan sesuaikan dengan postur tubuhnya, sepertinya badannya lebih berisi sekarang" jelas Kaisar.
"wow.. apakah kau benar benar jatuh hati dengab mantan Arthur ?" sahut Julio Aiden, Perdana Menteri kekaisaran Ann.
Kaisar hanya melirik kearah Julio Aiden dengan malas.
"jika kamu kemari hanya mengolok-olokku, akan ditarik jatah liburanmu!" ucap Kaisar Cathal kesal.
"Kurang ajar, aku sudah tidak libur satu tahun empat bulan gara gara kamu" protes Julio sang Perdana Menteri.
Cathal, Julio Aiden, dan Arthur Alphonsus adalah tiga serangkai dari surga. Ketiga pria ini begitu berpengaruh di kekaisaran Ann.
"apa kau benar menikahi wanita tersebut ?" tanya Julio penasaran.
"apa aku terlihat bercanda?" tanya Kaisar Cathal membalas.
__ADS_1
"aku tidak menyangka bahwa Yang Mulia akan menikahi mantan kekasih Duke Arthur, para menteri masih setengah hati menerimanya" sahut Julio.
Ditengah obrolan Kaisar dan Perdana Menteri mengenai pernikahan bersama Claire Brendan. Muncul pelayan dari istana selir yang berlari terengah-engah.
"Mohon ampun Yang Mulia Kaisar, Putri Irene membuat masalah dengan para pekerja di halaman castil utama" jelas pelayan tersebut.
Kaisar meninggalkan ruang rapat disusul oleh pengawal pribadi dan oelayan dari istana selir.
"wow.. pertunjukkan menarik" ucap Julio dan mengikuti di belakang Kaisar Cathal.
Prang....
Terdengar suara pot bunga yang pecah karena dipukul oleh Putri Irene.
"Irene" seru Kaisar untuk menghentikan amarah Putri Irene.
Putri Irene memiliki tempramen lebih kasar dan sedikit angkuh. Meski tertutup oleh wajah anggun dan cantiknya.
Kaisar Cathal menghentikan Irene yang semakin murka. Kaisar Cathal menarik lengan Irene untuk menatap wajahnya.
"Bersikap baiklah hingga satu minggu aku menikah Irene. Kau membuat kekacauan"
"apa ? bersikap baik ? tidak akan!"
"bukankah kamu ingin membuktikan bahwa kamu Putri Duke terhormat ?" bujuk Kaisar.
__ADS_1
"apa setelah satu minggu saya diizinkan untuk mencampuri urusan putri Marquis itu?" tanya Irene yang tertarik.
"aku tak pernah melarang para istriku mencari perhatian denganku" jawab Kaisar Cathal.
"baik. aku akan diam di istana selir selama satu minggu. bye bye sayang" tutup Putri Irene dengan membelai pipi Kaisar.
Putri Irene dan para pelayannya meninggalkan halaman castil utama.
Semua pegawai nampak lega.
"mengerikan" ucap Julio sambil menggelengkan kepala.
"akan lebih baik jika Nona Brendan bersama Arthur" sahutnya lagi.
Greb
Kaisar menarik kerah baju Julio. Kaisar menatap tajam Julio, namun Julio nampak kebingunan.
Julio melepas genggaman Kaisar di kerahnya.
"jangan mengatakan hal itu lagi atau pertunanganmu aku hancurkan dan tak ada hari libur" ucap Kaisar dengan nada marah dan pergi meninggalkan Julio.
Sebetulnya, tak ada hal istimewa mengenai Putri Claire. Namun Cathal menyetujui tawaran menikah dengan Putri Claire karena ia mengingat setiap sentuhannya dengan Claire.
Wanita tersebut berbeda. Wanita yang sama sekali tak pandai dalam hubungan intim namun membuat Cathal puas, serta keberaniannya untuk menjamin bahwa ia mengandung juga menjadi poin mengapa ia menyetujui menikah dengan Claire.
__ADS_1
Cathal berpikir bahwa ini rasional.
Pria memang membutuhkan wanita sepertinya bukan untuk selalu diranjang ? Menjanjikan anak pula, keturunan Kaisar harus sudah direncanakan . Kata Cathal dalam hati