
"aku akan pulang lebih dulu. kau lanjutkan bekerja" pamit Claire kepada Kaisar.
Kaisar mengiyakan. Menurut Kaisar bila Claire berlama-lama di ruang kerjanya akan berdampak buruk untuk kesehatannya. Karena Claire harus berdiam diri melihat Kaisar Cathal sibuk dengan tumpukan dokumen yang harus ditanda tangani.
Sebelum meninggalkan kantor, Kaisar berpesan bahwa ia akan pulang larut hari ini. Karena ia juga harus pergi ke bagian utara sore nanti untuk melakukan controlling perkembangan usaha untuk beberapa pengusaha muda disana.
Kaisar memang mendukung para usahawan muda untuk bergerak dan mengandalkan diri sendiri. Etos kerja Kaisar muda memang cukup baik dalam perbaikan perekonomian daerah. Satu per satu permasalahan di tiap daerah mulai teratasi.
Mobil dan pengawalan Permaisuri Claire meninggalkan Kantor Pemerintahan Kekaisaran Ann.
Claire ditemani Anna yang duduk disampingnya.
Gaun yang Claire kenakan terasa sedikit tidak nyaman. Entah mengapa perut Claire terasa sesak.
apa ini efek kehamilanku. katanya dalam hati.
"Anna , apakah besok kau bisa melonggarkan beberapa gaunku ?"
"baik Nyonya, akan saya longgarkan beberapa centi agar anda merasa nyaman" jawab Anna.
Claire kembali diam. Ia memilih untuk menikmati suasan kota di siang hari. Meski tak banyak lalu lalang namun kota jelas sibuk dengan aktivitasnya.
Claire sudah menginformasikan kehamilannya pada keluarga Brendan. Ariya, Mamanya sangat senang. Ayahnya hanya tersenyum namun Claire tak dapat mengartikan senyumam pria paruh baya itu.
Sejak pernikahannya dengan Kaisar. Keluarga Brendan makin sibuk dengan bisnis dan kehidupan sosialnya. Mama Claire kini sibuk menghadiri jamuan dari para bangsawan lainnya. Ayah Claire sibuk dengan kerja sama kolega yang semakin banyak.
Claire senang mendengarnya. Setidaknya hal itulah yang Claire harapkan. Keutuhan status keluarga Brendan.
Jika Arthur tak melepas hubungan pertunangannya , Claire akan tetap bertahan. Namun Arthur tetap Duke Arthur.
"apakah ia sudah bertemu dengan perempuan itu?"
Pikiran Claire kembali pada sosok Arthur dan perempuan dari Inspektorat bagian selatan. Lisa.
"Nyonya, kita sudah sampai"
Lamunan Claire terhenti oleh suara Anna.
"Nyonya jangan memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan. Kesehatan Nyonya dan calon bayi yang terpenting" saran Anna saat keduanya sampai di kamar Claire dan Kaisar.
__ADS_1
"terima kasih Anna"
Anna membantu melepas gaun yang Claire kenakan.
Claire ingin pakaian yang lebih santai, namun protokol Kekaisaran tidak mengizinkannya.
Permaisuri tetap harus diatur dalam berpakaian. Meski tak terlalu menuntut dengan satu pakaian. Namun yang jelas Permaisuri tak diizinkan bila mengenakan ****** ***** bentuk dan bahan apapun.
"pakaian yang seperti ini lebih nyaman Anna"
Anna mengangguk.
Tok .. Tok ..
Pintu kamar diketuk. Terlihat selir Melisa datang berkunjung.
Claire sedikit terkejut mengapa selir dapat dengan bebas berkunjung kemari. Namun Claire tetap menerima kedatangan Selir Melisa.
Claire teringat dalam cerita novel. Bahwa Selir Melisa lebih bijaksana dan tenang serta tak mecampuri urusan Kaisar.
"ada apa Selir Melisa ?" tanya Claire.
Melisa mengeluarkan kotak berwarna hitam. Terdapat lambang kekaisaran dalam tutup kotak tersebut. Melisa menyerahkan kepada Claire.
"saya menyerahkan hadiah ini untuk bayi agung Kekaisaran Ann Yang Mulia"
"Ayah saya, raja Kerajaan Almut pernah berpesan pada Kaisar bahwa putra mahkota Kekaisaran Ann yang menduduki tanah Almut berhak mempunyai barang pusaka ini, saya yang menyimpannya kini saya serahkan kepada Anda" lanjut Selir Melisa.
Claire meminta izin untuk membukanya. Terdapat kalung berliontin berlian berwarna merah darah. Claire tak mengerti dengan maksud Melisa.
"saya tulus memberikannya Yang Mulia, ini hadiah dari Almut untuk bayi anda"
"terima kasih Melisa"
"pakailah selalu kalung itu selama anda hamil Yang Mulia. Ada mantra pertahanan dan perlindungan di batu berlian tersebut. Batu yang telah diberkati oleh leluhur Almut ribuan tahun lamanya"
"terima kasih Melisa, aku sangat senang menerimanya"
__ADS_1
Melisa tersenyum manis mendengar ucapan Yang Mulia Permaisuri Kekaisaran Ann.
"mengapa wanita cantik ini tak dijadikan Permaisuri. hatinya begitu baik" bisik Claire dalam hati.
"apa hanya ini yang ingin kamu sampaikan ?" tanya Claire.
"saya hanya ingin bertemu anda Yang Mulia dan menyerahkan benda tersebut. saya pamit undur diri"
Sepeninggal Melisa. Claire tak langsung kembali ke kamar. Ia masih berdiam diri di ruang tunggu.
Melihat sekeliling ruangan tersebut. Ini memang pertama kali ia mendatangi ruangan ini.
"ternyata masih banyak sudut Castil ini yang menampilkan si pemilik"
Ruangan yang penuh dengan warna hitam disinari oleh warna gold.
Claire berjalan menuju jendela. Melihat halaman depan Castil yang menunjukkan taman asri. Meski ini bukan Castil utama Kekaisaran, Castil ini cukup besar dan mewah.
Suasana di Castil ini lebih hidup karena Kaisar sering melakukan aktivitasnya di Castil ini daripada Castil utama. Namun aturan Kekaisaran mengatakan bahwa setelah putra/putri mahkota lahir. Kaisar , Permaisuri dan putra/putri mahkota harus tinggal di Castil utama.
Hanya delapan bulan lagi Claire tinggal di tempat ini sebelum anaknya lahir.
Claire melamun cukup lama hingga tak sadar ada lengan kekar yang mengelus perutnya dari belakang.
"apa yang kamu lakukan disini, Permaisuri ?" suara ini jelas Claire kenal.
"bukannya kau akan pulang larut ? ini masih sore"
"Kaisar memiliki keluarga, perdana menteri masih bujangan, biarkan bujangan itu yang bekerja"
Claire membalas pelukan Kaisar Cathal. Entahlah. Claire menyukai ia memeluk suaminya ini.
"Selir Melisa menemuiku" kata Claire berikutnya.
"ia pasti memberikan kalung keramat itu"
"darimana kau tau ?"
"ayahnya berpesan padaku mengenai kalung itu. aku tak percaya dengan kekuatan magis di dalamnya. namun sebagai rasa hormatku aku menerimanya. pakailah, leluhur Almut begitu taqt dalam beribadah"
"baiklah"
__ADS_1
Kaisar Cathal menyampaikan bahwa besok adalah jadwal mereka honeymoon setelah satu bulan tertunda.
Claire sedikit tak menyetujui. Perdebatan terjadi. Namun akhirnya Claire mengiyakan dengan terpaksa.