Ratu Terakhir

Ratu Terakhir
14


__ADS_3

Setelah Claire sepakat untuk ikut berlibur. Ia segera menyiapkan pakaiannya juga pakaian suaminya untuk liburan kali ini.


Claire mengambil alih dalam menyiapkan pakaian suami. Pakaian yang Kaisar kenakan dalam keseharian Kaisar pun, Claire yang menyiapkan. Meski terkadang ia harus berlomba-lomba dengan para pelayan. Karena para pelayan tak mengizinkan Claire melakukannya.


"kau masih menyiapkan pakaian ? ini sudah malam. biar pelayan yang menyiapkannya" kata Kaisar.


"sudahlah, ini hanya pakaianku. kau tidurlah dulu" jawab Claire tak mengindahkan perkataan Kaisar.


Claire melipat dan memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper, tak lupa menyiapkan beberapa vitamin untuk kehamilannya yang diberikan oleh dokter kandungan Kekaisaran.


Kaisar hanya mengangkat bahunya dan duduk di kursi ruang walking closet mereka.


Dor.


Peluru menembus kaca di ruangan tersebut. Kaisar segera melindungi Claire saat suara tembakan mengenai kaca.


Tepat, peluru tersebut mengenai sandaran sofa yang tadi diduduki Kaisar Cathal. Beruntung Kaisar dapat menghindar. 1 detik terlambat, kepala Kaisar akan terkena tembakan.


5 detik kemudian. Sirine tanda bahaya berbunyi memenuhi segala penjuru Castil. Terdengar beberapa prajurit mulai berlarian dan beberapa anjing penjaga mulair menggonggong.


Tanpa Kaisar sadari tubuh Claire bergetar karena terkejut.


Situasi ini pertama kalinya Claire alami setrlah pindah di Castil Kerajaan.


"are you oke ?" tanya Kaisar kepada Claire.


Kedua tangqn Kaisar mengusap wajah Claire dan beberapa kali meraba tubuh Claire untuk memastikan bahwa Claire tidak terluka.


Claire tidak menjawab. Dan tak memberikan respon apapun selain gemetar pada tubuhnya. Claire sendiri juga terkejut dengan reaksi tubuhnya yang hanya diam dan tubuh yang gemetaran.


Claire mencoba mengeluarkan suaranya namun tetap tidak bisa.


Kaisar segera menggendong Claire ala bridal style menuju ranjang mereka. Claire masih gemetaran, meskipun beberapakali pangeran mengelus tangannya dan memeluknya tetap tak meredakan kondisi terkejut tubuh Claire.


"siksa orang tersebut sampai aku datang ke penjara bawah tanah" kata Kaisar Cathal setengah berbisik pada earphone yang ada di tekinga kanannya.


Memberikan perintah kepada seseorang di sebrang sana yang tengah menangkap sosok yang berani membuat masalah di kediaman Kaisar.


Di halaman Castil terdengar beberapa tembakan, yang dapat dipastikan suara adu tembak antara prajurit dan oknum penembak.


"Claire, it's oke. semuanya aman" kata Kaisar Cathal kepada Claire.

__ADS_1


Jika tak melihat Claire yang gemetaran, Kaisar akan memberikan sedikit pengampunan pada penembak tersebut. Namun kini Claire masih gemetaran dan shock setelah 10 menit berlalu.


Kaisar bertahan di kamarnya dan memastikan kondisi Claire aman saat ada penyerangan juga pertama kali ia lakukan. Bahkan saat kedua selirnya hampir dibunuh oleh musuh dari kerajaan lain, Kaisar masih dengan tenangnya mangamankan situasi.


Namun saat Claire dan calon anaknya menunjukkan reaksi terkejut, membuat Kaisar bertahan di kamarnya dan memastikan Claire aman.


Selang 2 menit kemudian seseorang berbicara melalui earphone kepada Kaisar. Bahwa pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke penjara bawah tanah.


"semua aman Claire"


"aku takut"


Akhirnya Claire berbicara. Kaisar sedikit tenang namun amarahnya sudah diujung kepala.


"aku keluar sebentar untuk memastikan situasi, claire" pamit Kaisar pada Claire.


"tidak, jangan !" cegah Claire.


Sorot mata Claire yang penuh ketakutan semakin membuat Kaisar marah.


"aku akan meminta Anna untuk menemanimu. kau tenanglah"


Tak boleh. Harus Kaisar yang menyiksa dan membunuh orang itu.


"saya akan menjaga Yang Mulia Permaisuri, Kaisar" kata Anna saat Claire masih tak mengizinkan Kaisar Cathal pergi.


"aku hanya sebentar Claire, promise" bujuk Kaisar.


Claire sedikit melonggarkan pelukannya kepada Kaisar.


Dipikirkan sekali lagi, Claire juga tak menyangka ia akan seterkejut ini. Tubuh asli ini yang begitu terkejut. Ia tak tahu apa yang pernah terjadi di kehidupan sebelumnya hingga membuat tubuh asli ini bergetar hebat.


"saya tuangkan teh hangat untuk anda Yang Mulia Permaisuri" ucap Anna.


Claire hanya menggangguk, mengiyakan.


Sementara itu Kaisar diantar oleh beberapa prajurit menuju penjara bahwa tanah yang berada cukup jauh dari Castil.


"anda harus berhati-hati Yang Mulia. saya tidak yakin, namun ini ada dugaan kaitannya dengan kejadian malam di kediaman Arthur" ucap komandan ksatria penjara bawah tanah.


"perempuan sialan itu hanya tau cara mengacau"

__ADS_1


Situasi penjara bawah tanah yang mencekam semakin tak karuan saat Kaisar memasuki ruangan introgasi.


Ruang introgasi penjara bawah tanah adalah ruangan mengerikan di seluruh penjara. Terlebih bila Kaisar sendiri yang melakukan introgasi tersebut.


Ruang gelap hanya dengan cahaya remang-remang ini dipenuhi dengan alat penyiksaan.


Pintu terbuka dan terdengar seorang ksatria tengah melucuti oknum penembakan tersebut.


"begitu berani melakukan hal keji di tempatku kau harus menerima hadiah dariku" ucap Kaisar Cathal.


Dor


Satu tembakan mengenai kaki pelaku tersebut. Pelaku tersebut berteriak kesakitan. Darah mengucur deras.


Jangan tanya kerendahan hati Kaisar di saat seperti ini. Tak ada yang dapat menghentikan Kaisar, terlebih berkaitan dengan keselamatan Permaisuri.


"hahahaha.. terima kasih hadiahmu, Kaisar. selamat tinggal"


Penembak tersebut mati. Ia mati karena sebelumnya ia meminum racun, dan menelannya saat Kaisar menembak kakinya.


"sial ! amankan seluruh Castil dan juga Castil selir. jangan biarkan satu orang pun keluar"


Semua prajurit dan ksatria bergegas mengamankan Castil Kekaisaran.


Dor !


Sekali lagi, Kaisar menembak penembak tersebut tepat di jantungnya. Darah merembes kekuar dari dada orang tersebut.


Kaisar berjalan keluar dan segera kembali ke kamarnya untuk memastikan kondisi Claire baik-baik saja.


Sebelum Kaisar memasuki kamarnya, ia terlebih dulu membasuh kedua tangannya dengan handuk basah yang diberikan oleh pelayan. Menyerahkan pistol kesayangannya dan memasuki kamarnya.


"bagaimana kondisi Claire ?" tanya Kaisar kepada Anna.


"Mohon ampun Yang Mulia Kaisar, saya memberikan obat penenang dengan dosis rendah. Yang Mulia Permaisuri telah tertidur"


Anna memberikan obat penenang yang aman untuk ibu hamil ke dalam teh yang Claire seduh.


Claire telah tertidur. Kaisar berbaring di sebelah Claire. Menatap wajah Claire yang pulas.


"siapa kamu sebenarnya, Putri Brendan ?"

__ADS_1


__ADS_2