Ratu Terakhir

Ratu Terakhir
12


__ADS_3

"Yang Mulia Permaisuri, saya antar anda untuk bersiap" kata Anna pada Claire.


Hari berikutnya, Kaisar Cathal terburu untuk pergi meeting persiapan pengumuman kehamilan Permaisuri Kekaisaran Ann.



"apakah gaun ini menghimpit perut anda, Nyonya" tanya Ann setelah selesai memberikan pakaian kepada Claire.


Meskipun jantung Claire berdegup kencang, dadanya sesak. Gaun yang ia kenakan kali ini tidak terasa sesak sama sekali. Justru nyaman dipakai.


"tidak Anna, terima kasih"


Persiapan selesai. Claire segera diantar menuju gedung pemerintahan Kekaisaran Ann. Semua menteri dan awak media telah menunggu di aula pers Gedung Pemerintahan Kekaisaran Ann.


"tunggu apa lagi ? kau tak ingin pergi ?" tanya Kaisar Cathal kepada Claire saat mereka berdua masih di ruang kerja Kaisar.


"tunggu sebentar" kata Claire.


Ia perlu meyakinkan dirinya bahwa semua akan berjalan lancar.


Kaisar Cathal berjalan mendekati Claire. Kini posisi mereka berdua saling berhadapan. Tinggi Claire yang hanya seleher Kaisar membuat Kaisar Cathal harus sedikit menunduk.


Kaisar menyejajarkan wajahnya dengan wajah Claire.


"kau takut Permaisuriku ?" tanya Kaisar Cathal tetap dalam posisi sebelumnya.


Claire terdiam menatap manik mata Kaisar yang mengejek. Hati Claire sedikit tak terima.


Cup

__ADS_1


"kau berlebihan, Kaisar"


Claire mencium pipi kanan Kaisar secepat kilat. Claire tak terima mendengar kalimat ejekan dari Kaisar Cathal. Tanpa pikirkan panjang ia mencium pipi Kaisar untuk membalas dendam.


Claire yakin 100% bahwa bagian bawah Kaisar itu sedang meronta-rontah disana.


Kedua insan ini hanya tahu bagaimana membuat satu dan yang lainnya tak nyaman.


Claire melangkah cukup tegas menuju ruang pers Kantor Kekaisaran. Sesekali ia mengelus perutnya yang masih rata.


Baru satu bulan pernikahan dan mengumumkan kehamilan. Kaisar Kekaisaran Ann cukup gila.


Itulah yang dipikirkan awak media saat ini.


Pintu terbuka dan menampilkan dua sosok paling berpengaruh. Kaisar dan Permaisuri.


Si gagah berani dan si indah jelita.


Pengumuman Kehamilan Permaisuri telah diumumkan. Awak media mengabarkan semuanya dengan tepat.


15 menit penuh dengan berita yang akan menjadi trending.


Kaisar dan Claire duduk di singgasana mereka. Para menteri dan jajarannya duduk di kursi mereka masing-masing.


Sorot mata Claire menangkap jelas sosok Arthur yang duduk disamping perdana menteri Julio.


Meski Arthur hanya diam. Namun Claire, tubuh asli Claire dapat merasakan bahwa Arthur sedang dalam kondisi marah besar. Dan tertahan.


Sebesar inikah kau cinta dengannya ? Tanya Claire pada tubuhnya.

__ADS_1


Degup jantung Claire masih sama kala melihat Duke Arthur. Berdetak lebih cepat. Nafasnya tersengal tak nyaman.


"stop staring at him !"


Geraman rendah terdengar ditelinga Claire. Kaisar Cathal menatap tajam Claire.


"ini peringatan istriku, jika kau masih melakukannya aku akan membakar semua aset Keluarga Alphonsus" bisik Kaisar selanjutnya.


Pria berbahaya ini. Buru - buru Claire mengalihkan pandangannya dan membelai lembut lengan Kaisar. Mencoba menenangkan pria tersebut.


Kaisar memang tak menolak. Namun tatapan tajam bagai mata elang itu masih belum berubah. Justru semakin menakutkan hingga semua hadirin nampak tak nyaman.


"para menterimu tak nyaman melihatmu begitu, sayang" kata Claire kepada Kaisar Cathal.


Kaisar membuang nafas frustasi. Ia melonggarkan dasinya dan segera memulai rapat.


Rapat kali ini, Claire harus ikut karena membahas mengenai kehamilan Permaisuri.


"Izin memberikan laporan Yang Mulia, berita pagi ini memberikan dampak positif bagi pemerintahan dan citra Kekaisaran. Semua saham gabungan dari Kekaisaran melonjak naik. Bahkan pada kondisi yang belum pernah terjadi. Beberapa pasar dagang juga memberikan hasil positif sampai di pertengahan hari ini ..." laporan menteri keuangan dan perbendaharaan kepada Kaisar.


"bagus, upayakan tetap berjalan baik hingga sepekan kedepan"


Semua menteri memberikan laporannya masing-masing. Claire masih diam memperhatikan. Sesekali ia menengok ke arah Cathal.


Pria ini. Begitu serius kala bekerja.


Tak Claire sadari ia tersenyum menatap Kaisar Cathal. Dan tanpa Claire sadari Kaisar juga membalas senyum itu dengan senyumnya. Meski tak ia tunjukkan kepada Claire.


Namun semua yang melihat di ruangan tersebut. Tahu bahwa Kaisar tersenyum.

__ADS_1


Kaisar Cathal tersenyum dalam rapat.


__ADS_2