
Sesuai janji sebelumnya. Hari sabtu Claire akan berkunjung ke kediaman Duke Arthur.
Sebetulnya bukan kunjungan privasi. Namun setiap awal bulan Duke Arthur akan mengadakan makan malam bersama dengan Marquis di wilayah kekuasaannya.
Wilayah Duke Arthur berada di Barat Laut Kerajaan Ann. Wilayah yang ekstrim secara iklim dan sebagai pusat ekspor impor untuk kerajaan tersebut.
Dikatakan sebagai wilayah yang ekstrim karena suhu udara di wilayah ini memang tidak biasa. Wilayah utara adalah wilayah dingin yang ekstrim. Ketika mencapai ditengah suhu tersebut menghangat.
Banyak situasi yang harus terus di perbarui dan selalu di evaluasi setiap bulan. Itu mengapa Duke Arthur mengadakan jamuan makan malam setiap bulan.
Perjalanannya sebagai Duke tidaklah mudah. Ia adalah pemimpin wilayah. Meski masih muda, ia sanggup menangani situasi yang terus berubah di wilayah Barat Laut Kerajaan Ann.
Claire mematut diri di depan cermin. Cukup. Tak begitu mencolok dan sangat sopan untuk sekedar jamuan makan malam.
"Nona, apakah saya perlu menyiapkan air lemon untuk anda ?" tanya Anna pada Claire.
"tidak perlu Anna"
"Nona, pengawal Duke Arthur telah menjemput" kata seorang pelayan kepada Claire.
Claire berjalan menuju mobil jemputan dari Duke Arthur. Ada bendera yang menunjukkan wilayah kekuasaan Duke Arthur, dominan Biru dengan dua singa serta elang dan ada warna Gold sebagai warna kerajaan Ann.
Perjalanan yang ditempuh selama 1,5 jam terasa begitu lama karena pengawal Duke Arthur tak banyak berbicara.
Claire juga hanya menikmati wilayah kekuasaan tunangannya. Claire sedikit sedih bila harus mengingat bahwa saat ini bukan tubuh Claire yang asli. Betapa menyesalnya ia bila harus berhenti menjalani kehidupan yang megah ini.
Memasuki Mansion Duke Arthur. Hawa dingin menyelimuti Claire. Kediaman Duke berada di perbatasan wilayah dingin dan hangat. Maka ketika sore hari, kediaman ini akan diselimuti nuansa sejuk dan malam hari akan diselimuti dingin.
Benar-benar rumah bujangan. Hanya ornamen wajib yang ada di rumah ini. Sedikit hiasan bunga.
"Nona Brendan, saya antar menuju kamar Duke" kata pelayan yang menyambut Claire.
"apa aku harus ke kamar Duke ?" tanya Claire pada pelayan tersebut.
"Duke Arthur sedang menemui Yang Mulia Kaisar, saya hanya ditugaskan"
Yang Mulia Kaisar dan Duke Arthur memang sering bertemu, banyak orang yang mengetahui mereka dekat karena keduanya teman sekolah.
Namun secara pribadi keduanya dibilang tak pernah akur karena desas desus bahwa Duke Arthur masih menjadi keluarga kekaisaran. Desas desus mengatakan bahwa Ayah Duke Arthur bukanlah Tuan Alphonsus.
Melainkan Yang Mulia Kaisar sebelumnya. Desas desus tersebut menguat karena kekuatan fisik, kecerdasan, dan segala macam strategi Duke Arthur dan Yang Mulia Kaisar setara.
Yang Mulia Kaisar seusia dengan Duke Arthur. Menjadi Kaisar muda karena hasil dari pemberontakan kepada Kaisar sebelumnya. Ayahnya sendiri.
Membunuh ayahnya dengan keji karena dakwaan bahwa Kaisar membunuh permaisuri (ibu Kaisar sekarang) dengan cara meracuni dan melakukan korupsi dengan salah satu selirnya.
Pikiran Claire teralihkan dengan nuansa kamar Duke Arthur yang kini ada dihadapannya. Duke Arthur tak pernah menunjukkan situasi kamarnya bahkan ketika keduanya sedang video call. Di novel pun tak pernah digambarkan.
"ini kamar Duke ?" tanya Claire pada pelayan tersebut.
"i-iya Nona" jawab pelayan tersebut sedikit menunduk.
__ADS_1
Setelah itu pelayan pergi meninggalkanku di kamar ini.
Claire mengelilingi kamar itu.
"hm.. tak terlalu menunjukkan kamar seorang Arthur Alphonsus" kata Claire.
Memang tak ada foto Arthur maupun barang yang bergelatak di ruangqn tersebut. Ruangan rapi dan terawat dengan baik.
Tok .. Tok .. Tok ..
Seorang pelayan masuk dengan mendorong troly makanan.
"Nona, saya mengantar cemilan sembari anda menunggu" kata pelayan tersebut
"terima kasih"
Pelayan meninggalkan ruangan tanpa suara.
"Tunggu, apa Duke Arthur dan Kaisar masih lama?" tanyaku ketika ia hendak menutup pintu.
"saya tidak tau"
Sudah dua jam Claire menunggu Duke Arthur, cemilan yang diantar oleh pelayan pun juga sudah habis.
Cookies dan segelas teh panas.
"aww.. kepalaku sakit, kenapa ini ?"
"aahhh.. pusing, Oh Tuhan. apa tubuh ini punya penyakit fertigo ?"
Claire terus memegangi kepalanya dan mencoba untuk tiduran sebentar untuk mengurangi pusingnya.
12 jam kemudian
"Hahhh.. pusing sekali, badanku juga sakit"
"kau sudah bangun Nona ?"
Claire mendengar suara pria dengan nada rendah. Tunggu meski suaranya sama sama rendah dan berat. Suara tersebut bukan suara Duke Arthur.
Claire mengingatnya dengan jelas.
"Kaisar Cathal ?"
Claire panik bukan main. Ia melihat sekeliling dan melihat dirinya.
"Tidak" Claire terkejut.
Tubuhnya hanya dibalut selimut dan tak mengenakan pakaian apapun. Sekarang tubuhnya gemetaran.
Kaisar Cathal mendekati Claire yang masih panik di ranjang kamar tersebut.
"semalam kau begitu agresif Honey, aku tidak ada pilihan lain. Semoga saja tunanganmu itu tak kemari ke kamarku dan melihatmu denganku"
Wajah Kaisar tersebut begitu dekat dengan Claire. Tak ada ruang untuk Claire menjauh dari pria tersebut.
Ya. Cathal James Skanver. Kaisar Kerajaan sekaligus Kekaisaran Ann. Satria pemberani di seluruh penjuru. Jika Arthur si mata pedang maka Cathal adalah inti dari kekuatan pedang. Keahlian dalam peperangan yang setara dengan Arthur. Sosok pria yang dominan, keji, dan tak tersentuh.
Pria 28 tahun yang penuh arogan namun memimpin Kekaisaran Ann dengan penuh kehati-hatian. Meski tak disukai oleh rakyat, namun ia memberikan kesejahteraan yang berlimpah kepada rakyatnya.
__ADS_1
Brakk..
Pintu besar kamar tersebut terbuka dan menampakkan sosok Arthur.
"O O, kita ketahuan Nona" kata Kaisar Cathal kepada Claire.
Kaisar tersebut tak menoleh ke arah pintu dan hanya memandangi Claire di depannya.
Sementara itu, Duke Arthur terkejut dengan situasi dimana Claire dan Cathal duduk di ranjang yang sama dan Claire yang hanya menggunakan selimut senagai penutup tubuh. Namun dengan cepat ia merubah ekspresi terkejutnya.
"Yang Mulia, operasi ekspedisi impor keluarga August dari Timur dapat dilakukan sekarang" kata Duke Arthur.
Kaisar Cathal berdiri dan mengusap rambut Claire dengan lembut.
"Lakukan dengan tepat dan bunuh semuanya ! Nona Brendan membuatku bahagia semalaman ini" kata Kaisar Cathal sambil berjalan keluar.
Claire menatap Duke Arthur dengan menangis. Duke Arthur hanya diam mematung melihat Claire.
"aku bisa jelasin, ini tidak seperti yang kamu lihat" Claire berkata tanpa suara
"oh iya, biarkan Nona Brendan diantar oleh pengawalku. Aku sangat bersemangat sekarang" kata Kaisar Cathal dari luar ruangan.
Suara pria itu keras hingga membuat Claire yang berada di dalam ruangan terdengar. Beberapa pelayan yang berada di luar ruangan pun mendengar.
Duke Arthur tak menjawab dan segera menyusul Kaisar Cathal.
Claire menangis dan memukul mukul kepalanya. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Claire tak ingat sama sekali. Situasi tersebut semakin membuatnya frustasi.
Kepalay Pelayan dan seorang Nanny memasuki kamar tersebut.
"Nona saya akan membantu anda urus diri" kata Nannya separuh baya tersebut.
Claire tau bahwa Nanny tersebut adalah Nanny yang mengurus Duke Arthur sejak kecil. Nanny yang dikenal cukup baik dan sopan serta keibuan.
Selama membersihkan diri pun Claire tak berhenti menangis. Sesekali Nanny menghibur Claire namun tak ada satu kalimat yang masuk ke dalam telinga Claire.
Tubuhnya masih gemetaran, semakin gemetaran ketika ia melihat di leher dan sekitar dadanya terdapat banyak bercak kepemilikan.
Claire tau bahwa Kaisar Cathal yang melakukannya.
"Nanny, kamar siapa ini?" tanya Claire kepada Nanny.
"kamar Yang Mulia Kaisar Nona, di kediaman Duke Alphonsus, Kaisar memiliki kamarnya sendiri karena sejak kecil ia sering mengunjungi keluarga ini" penjelasan panjang dari Nanny.
Nanny tau bahwa Claire tak mengerti bahwa Claire salah memasuki ruangan.
Namun tak ada yang mengetahui hal tersebut dan tak ada yang mengira bahwa Yang Mulia Kaisar akan bermalam di kediaman Alphonsus.
Yang Mulia Kaisar tidak berkunjung dan bermalam sejak desas desus hubungan keturunan kekaisaran dengan Duke Arthur.
Semalam adalah pertama kalinya Kaisar menginap sejak peristiwa 12 tahun lalu.
"saya tutupi bercak dengan syal Nona, beruntung cuaca kali ini dingin"
Claire tetap tak mendengar. Kini pikirannya kosong.
Ketika pengawal Kaisar mengantar Claire ke kediaman Brendan, Claire tak bersuara.
Anna yang sibuk menanyai alasan Claire dianyar oleh pengawalan Kaisar Cathal pun juga tak digubris.
__ADS_1
Mama Claire, Nyonya Ariya Brendan pun melihat kondisi Claire. Hati Ariya sebagai ibu tak tenang melihat anaknya yang kembali dengan menangis sesenggukan.