
Hari berganti, keluarga Brendan melakukan makan siang bersama. Seminggu sekali, dihari Jum'at memang selalu makan bersama. Ayah Brendan yang sebagai keluarga Marquis Brendan yang berada di selatan Kerajaan An sebagai penopang ekonomi kerajaan.
Pusat pertanian dan hasil kerajinan serta pabrik ada di bawah kekuasaan Keluarga Marquis Brendan.
Hasil pabrik, pertanian dan kerajinan akan dikelola oleh Marquis bagian Barat untuk diurus ekspor impor. Marquis Brendan dan Duke Arthur, hari ini berencana untuk pergi ke sisi Barat kerajaan. Meski Duke Arthur telah mengeceknya semalam.
Duke Arthur tetap menghormati calon mertuanya untuk melakukan kunjungan bersama.
"Claire, apakah kamu bisa melepaskan Duke Arthur pergi ?" tanya Marquis Brendan.
Setelah makan siang, Duke Arthur dan Claire bercengkrama di balkon ruang keluarga. Hanya obrolan ringan.
"Ayah, jangan seperti itu" sahut Claire yang tersipu malu.
"aku berangkat dulu Claire" pamit Duke Arthur.
"Claire, kau jangan hanya mengurung diri di kamar, temuilah anak Marquis Stephen. Dia selalu berteriak minta bertemu" sahut Marquis Brendan.
Lili, anak dari Marquis Stephen yang menguasai daerah tenggara. Teman masa kecil Claire, yang akhir akhir ini harus belajar di pusat pendidikan karena ia mengambil ketatanegaraan.
Duke Arthur dan Marquis Brendan pergi meninggalkan kediaman.
Claire segera berlari ke kamar. Ia harus segera menyiapkan satu hal besar agar ia mampu bertahan di dunia ini.
Dalam novel, perjalanan Duke Arthur ke selatan malam ini akan membawanya bertemu dengan wanita cantik bernama Lisa. Lisa adalah pimpinan bidang ekspor di selatan. Wanita cerdas dan menyenangkan.
Duke memang tidak menilai lebih atau tertarik lebih dengan Lisa. Namun Lisa adalah pasangan Duke Arthur setelahnya, saat Claire dikurung dan dihilangkan dari mata rakyat, maka Lisa akan tampil sebagai istri Duke berikutnya.
"aku harus menemukan cara agar Arthur tetap berada disampingku. Lisa bukan siapa-siapa, tentunya tidak menjadi bahaya bukan ?" pikir Claire.
"apa sekarang aku terobsesi untuk memerankan Claire sepenuhnya ? tidak Eiden kamu harus mengetahui mengapa takdir membawamu kemari" sahutnya kemudian.
Claire mondar mandir dan berbicara sendiri. Ia mencatat dan mengingat cerita Duke Arthur dan Claire dalam Novel. Apa yang salah dengan hubungan pasangan ini.
Sejauh ini Duke Arthur adalah laki laki sempurna. Kehidupan dalam Novel, Duke adalah pria yang gila kerja. Claire memang sering ditinggal Duke bekerja, namun Claire tidak mempermasalahkannya dan keuangan di kediaman Duke juga diserahkan kepada Claire.
"tunggu ! sejarah keluarga Alphonsus. aki pernah membaca di Novel. tapi tentang apa ?"
__ADS_1
Ada sejarah di keluarga Alphonsus bahwa setiap pria dari keluarga Alphonsus yang sudah menikah harus mengumumkqn kehamilan pasca 4 bulan perayaan pernikahan. Sebagai penguat kedudukan keluarga Alphonsus bahwa keluarga tersebut tak terkalahkan.
Claire/ Eiden lupa akan hal itu.
Sebetulnya hal itulah yang membuat Duke Arthur mengurung Claire dalam cerita novel.
"aku tidak bisa mengingat sejarah keluarga Alphonsus"
Hingga malam tiba, Claire masih memikirkan cara untuk mempertahankan kedudukannya di samping Arthur.
Dalam novel, hingga cerita berakhir. Duke Arthur dan Claire masih menyimpan perasaan yang sama. Bahkan hingga Claire meninggalkan dalam mansion dingin di kediaman Duke Arthur dan hingga Duke Arthur terbunuh karena perang. Kedua tetap saling menyayangi.
Namun tak bisa bersama.
"bila benang kehidupan harus membuat mereka bersama, maka aku harus membuat Arthur terbujuk padaki setiap waktu"
"apa cerita ini adalah cerita yang harus diselesaikan mereka berdua ? kesetiaan yang harus wujudkan"
Claire teringat bahwa malam ini adalah malam Duke Arthur dan Lisa bertemu, bila Claire cepat bertindak maka mereka tak akan bertemu.
Duke Arthur, meski menunjukkan rasa ketertarikan kepada Claire, namun Duke tersebut masih tertutup.
"Halo, Duke Arthur" sapa Claire melalui telepon.
"Claire, ada apa menelpon ?" tanya Duke Arthur.
"Duke, malam ini bintang begitu indah" kaya Claire asal.
"hm.. sepertinya begitu" sahut Duke Arthur.
"Duke sedang berada di luar ?" tanya Claire.
"Iya, aku akan menemui beberapa pimpinan disini untuk memastikan hasil kesepakatan ekspor impor dengan kerajaan tetangga, ada apa Claire ?"
"aku kangen" kata Claire cepat dengan satu tarikan nafas.
Claire takut bila Duke tak mendengar namun Claire juga malu bila Duke mendengarnya. Hal itu adalah reaksi si pemilik tubuh aslinya yang pemalu.
__ADS_1
Duke Arthur terkekeh mendengar perkataan Claire.
"kita bertemu hari sabtu di kediamanku bukan ? aku akan menunggumu"
"terlalu lama Duke"
"kau tak bisa menunggu? apa perlu aku pulang sekarang dan mejemputmu ?" tanya Duke Arthur.
"E em, aku menunggu Duke Arthur memilihku daripada pemimpin disana" kata Claire asal.
"Hahahaha... mengapa kamu jadi seperti ini ?" tanya Duke.
Perbincangan mereka di telepon berlangsung lama. Obrolan yang tak penting dari Claire selalu didengar oleh Duke Arthur.
Tanpa disadari iring-iringan pengamanan Duke mulai memasuki area keluarga Brendan. Jarak kota barat ke kota selatan hanya 3 jam. Dan mereka sudah menelpon selama 3,5 jam.
"Claire, apa yang sedang kamu lakukan sekarang ?" tanya Duke Arthur
"menelponmu, dikamar" jawab Claire.
Anna memasuki kamar Claire denga hati-hati.
"Nona, turunlah sebentar" kata Anna yang masih setengah sadar.
"Arthur ?" teriak Claire saat melihat Duke Arthur berdiri di hall rumahnya.
Claire berlari menghampiri Duke Arthur dan memeluk pria itu.
"kau datang ?" tanya Claire kepada Duke Arthur.
"bukankah kamu merindukanku" jawab Duke Arthur di sela sela pelukan mereka.
Claire merasa lega, usahanya tak sia-sia. Claire semakin mengeratkan pelukannya dengan Duke.
"seperti ini, sebentar lagi" kata Claire.
Ia mencium aroma Duke Arthur yang memabukkannya.
__ADS_1