
Melangkah menjauh dari rumah jenderal. Rea merasa sangat bahwa tindakannya tadi terlalu bodoh. Dia menembak selir itu, hanya menembak! tidak sepadan dengan apa yang telah jal*ng itu lakukan pada Liu Xufei.
"Xufei, Maafkan aku karena tadi membunuhnya terlalu cepat, aku tadi bener bener muak liat wajah so kecantikan dan so kecentilan tuh cewe! Apalagi waktu tau bahwa sebenarnya kelakuan kakak kandung dan ayah kandungmu itu sebenarnya bukanlah murni karena mereka ingin. Tapi ada suatu kekuatan magis yang membuat mereka seakan bertekuk lutut, menuruti apa yang ****** itu mau, dan bahkan percaya apapun yang diucapkan nya. Ini harusnya pelet nihh!! Di duniaku jika ada yang seperti ini kasusnya ini pelet. Tapi bedanya kalo di duniaku pake makhluk goib dan sihir tapi disini mungkin saja karena ramuan atau sihir. ga beda jauhlah efeknya." Sambil berjalan dia terus berbicara sendiri seakan akan Liu Xufei yang asli ada di hadapannya.
"Tapi tenang aja Xu'er, untuk orang selanjutnya yang telah membuat mu menderita aku pastikan aku tidak akan dengan mudah melepaskannya!." Rea serius dan berjanji untuk tidak membiarkan musuhnya mati lebih cepat.
Tiba-tiba Rea berhenti. Ia memikirkan ide yang sangat briliant diotaknya. lalu berjalan lagi dengan gembira menuju sebuah penginapan. Ia masih memiliki uang yang sebelumnya menjual perhiasan. dia sebenarnya tidak tau bagaimana perhitungan mata uang di dunia ini. tapi melihat uangnya yang lumayan banyak ya dia terima saja. Tapi tadi disaat dia ingin menikmati hasil jualannya untuk makan di sebuah restoran dia malah ketemu cabe-cabean sama cowonya. Ilang semua ***** makannya waktu ngeliat mereka berdua.
Rea memilih memasuki penginapan yang sederhana karena tidak mau menarik perhatian orang lain. Dia memiliki rencana untuk menghancurkan keluarga jenderal dan keluarga Bei yang dia yakini telah terlibat dengan kesengsaraan hidupnya.
saat ini Raya memiliki rencana untuk tinggal di penginapan tersebut hanya untuk dia agar bisa masuk ke ruang dimensi agar saat keluar dia tidak kaget karena ada yang memergoki nya. untuk beberapa hari ini rea akan tinggal di penginapan dan akan memasuki beberapa restoran terkenal Hanya Untuk mencari informasi seputar keluarga Bei dan keluarga jenderal liu. Dan juga dia perlu mengetahui identitas ibunya.
Rea sekarang memang sudah menerima takdirnya. menganggap ibu Liu Xufei juga sebagai ibunya dan permasalahan Liu Xufei dulu juga menjadi permasalahannya.
Rea memang bukanlah orang baik dan terkesan blakblakan. Tapi menurut dirinya lebih baik kejam pada siapapun yang ia anggap musuh dari pada menjadi orang munafik berwajah dua seperti ular dan berpura-pura menjadi baik.
__ADS_1
Sesampainya Rea didepan penginapan sederhana dia langsung memesan kamar.
"Tuan aku ingin memesan 1 kamar."
"Untuk berapa hari nona?." Tanya resepsionis sopan..
Di penginapan sederhana biasanya para tamunya di hormati karena penginapan sederhana sangat jarang akan pengunjung. Orang-orang akan memesan kamar di penginapan yang terkenal dan mewah apalagi para bangsawan.
"Mungkin 1 bulan,, ahh tidak tidak, aku mungkin akan menyewa kamar selama 2 bulan." Setelah dipikirkan lagi Rea akhirnya menyewa 2 bulan untuk kamar penginapan yang akan ia tinggali hanya untuk berjaga jaga apabila ia membutuhkan waktu lama untuk berurusan dengan urusannya.
Mata resepsionis itu langsung cerah dan senyum nya bahkan lebih mengembang. "Baik nona saya akan menghitung biaya kamar, Untuk kamar perhari adalah seharga 5 tael perak maka dikalikan 60 hari jadi 300 tael perak nona. ini adalah biaya kamar yang harus anda bayar. "
meskipun bingung dengan pertanyaan yang terkesan aneh dan absurd yang jawabannya di ketahui oleh anak kecil sekalipun tapi resepsionis itu tetap menjawabnya dengan senyum. "1 tael emas seharga 100 tael perak nona."
Rea menyerahkan sekitar 5 koin emas "ini untuk sewa penginapan 2 bulan dan sisanya untuk makan 3x sehari yang akan di antar ke kamar ku. jika aku tidak ada di kamar kau bisa menyimpan makanannya di depan pintu kamar."
__ADS_1
"Baik nona, mari saya antar ke kamar nona."
Setelah diantar resepsionis, saat akan pergi ia dipanggil lagi oleh Rea. "Maaf tuan, ini tip dari saya." sambil menyelipkan 1 koin emas di tangan tuan resepsionis.
Sang resepsionis benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka bahwa nona di depannya akan sebaik ini. dan menghadiahi dia dengan uang yang besar. Dia sangat terharu karena memang dia akhir-akhir ini sedang kesulitan ekonomi dan saat pulang kerumah dia selalu mendapatkan omelan dari istrinya.
"Terimakasih nona terimakasih banyak." dengan mata yang berurai air mata dia mengucapkan terimakasih.
Setelah kepergian resepsionis Rea memasuki kamarnya. melihat sekeliling dan berkata "Lumayan nyaman."
Rea lalu langsung memasuki dimensi nya
Melihat binbin di depannya Rea berbicara "Binbin, Ajari aku belajar Kultivasi. Aku ingin menjadi kuat, Aku tidak mau selemah ini." Setelah aku bisa belajar kultivasi aku akan mengkolaborasikannya dengan seni bela diri modern. Akan ku bangun lagi pasukan Black Angel yang kuat dan tak terkalahkan. Akan ku luluh lantakkan semua yang menentang keberadaanku. Akan ku balas semua orang yang telah merendahkanku.
"Kakak, Aku bisa mengajarimu berkultivasi!." Binbin yang merasa diperlukan pun sangat senang.
__ADS_1
"Baiklah, karena kaka sekarang ada di dalam dimensi yang mana energi qi disini lebih kuat dari pada di luar maka ini adalah tempat yang sangat cocok untuk kaka berkultivasi. Duduk bersila lah di batu besar yang ada di halaman belakang. Lalu konsentrasi agar merasakan energi yang ada di sekitar. Berapa warna yang kau lihat itulah unsur qi mu kak. Tuntun energi itu ke dantian yang ada di dalam tubuh secara perlahan dan seraplah secara konsisten." Binbin mengajari dengan cara yang dewasa dan menyilaukan tangannya ke belakang seperti orang dewasa tetapi berwujud anak kecil yang tampan, sungguh imut.
Rea melakukan apa yang disuruh binbin. Saat Rea melihat warna unsur qi nya dia mengerutkan kening, pasalnya dia hampir melihat semua warna disini meski ada yang dominan dan minoritas warnanya tetap saja dia seperti sedang melihat Bintang galaksi dengan warna yang sangat Indah. Tapi setelah itu ia mulai fokus menyerap energi qi kedalam tubuhnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada binbin mengenai apa yang baru saja ia lihat.