
Yue guo shan berjalan dengan santai meninggalkan lapangan latihan. Dia menyarungkan pedangnya sambil terus berjalan.
Suara nyaring seorang perempuan yang ada di belakangnya terus menerus memanggil dirinya seakan tidak ada capeknya padahal udah di cuekin.
Yue guo shan tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Tapi Xie meng yin kurang cepat menyadari bahwa orang di depannya telah berhenti hingga ia tertabrak punggung yue guo shan yang kokoh dan keras seperti batu bata.
"Ahhkkk..."
Tertabrak dengan lumayan keras menyebabkan hidungnya kesakitan dan samar-samar terlihat memerah.
" kenapa berhenti nggak bilang dulu?". Tanya xie meng yin sambil mengusap ngusap hidungnya.
"Ada apa?" tanya Yue guo shan to the point.
"Hah??.. Ohhh aku ingin memberikan Kakak seperguruan air minum. Kakak seperguruan baru selesai latihan pedang, pasti capek!". Dengan semangat Xie meng yin memberikan air minum segar dalam kantung air pada Yue guo shan.
"Udah punya!". Setelah mengatakan kalimat itu, Yue guo shan tidak tinggal lebih lama lagi dan pergi berbalik meninggalkan Xie meng yin.
Xie meng yin terpaku
Dia sudah mengulurkan tangannya untuk memberikan kantung air pada Yue guo shan. Tapi dia pergi begitu saja tanpa meliriknya lagi.
Adegan iniii
Apakah dia dicampakan depan umum??
Yang asalnya Xie meng yin tersenyum manis, setelah adegan ditinggalkan ini senyumnya menjadi Canggung.
Pasalnya di sini bukan hanya ada mereka berdua, tetapi mereka ditonton oleh murid-murid lain dari Akademi kerajaan langit baik itu junior maupun senior.
__ADS_1
Apakah reputasi baiknya akan berubah menjadi seorang gadis yang dicampakan?
"Arrggghhh malunya". Batin Xie meng yin.
Untuk menghindari dirinya lebih malu lagi. Dia pura-pura terburu-buru menyusul Yue guo shan.
Setelah agak jauh dari kerumunan, Xie meng yin menghentakkan kakinya kesal. Dia susah payah menurunkan harga diri nya dan mendekati lebih dulu tapi balasannya nihil.
"Dasar hati batu!! Gak bisa apa kasih muka aja dikit". Teriak xie meng yin
"Meskipun Yue guo shan adalah calon suami yang terbilang sempurna, tapi jika dia memiliki hati batu seperti ini .... Tidak tidak tidak. Aku tidak boleh menyerah Hanya karena hal kecil seperti ini. Aku harus ingat apa yang dikatakan kakek padaku. Masa depan yang sempurna sudah ada di depan mata tinggal bagaimana aku menyambutnya." Xie meng yin mulai menyemangati dirinya sendiri.
......................
Yue guo shan duduk di atas rerumputan di bawah pohon Willow yang melindungi dari sinar matahari. Tempat yang sangat nyaman untuk beristirahat, ditambah hembusan angin yang sejuk.
Dia menutup matanya merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
Semakin lama dia semakin tenggelam kedalam pikirannya sendiri. Memikirkan apa yang ayah dan ibunya katakan.
Meskipun dia tidak mau tapi juga dia tidak bisa membantah perkataan ayahnya yang seorang Kaisar. Tapi menikah tanpa cinta bukanlah apa yang dia inginkan. Untuk sementara ini mungkin dia bisa menghindar,, tapi mau sampai kapan?
Meskipun pikirannya sedang melayang jauh memikirkan apa yang harus ia lakukan, tapi kepekaan sangat tajam pada lingkungan sekitarnya. Sebagai seorang ahli beladiri dia mengetahui bahwa di manapun dan kapanpun tidak boleh menurunkan kewaspadaannya. Karena kita tidak tahu kapan musuh akan mengambil nyawa kita.
Tiba-tiba di belakangnya terdengar suara langkah kaki.
Yue guo shan langsung membuka matanya dan langsung berdiri menghadap ke belakang pohon sambil mengacungkan pedangnya.
"Siapa??".
Jie ran yang berjalan santai ingin menghampiri sepupunya itu butuh waktu terperanjat kaget. Pasalnya pedang yang diajukan oleh yue guo shan hampir mengenai lehernya.
__ADS_1
"waww wawww broo.. santai kawan". Jie ran reflek berbicara saat panik.
Yue guo shan mengerutkan keningnya. Melihat sepupunya dengan tatapan aneh. "Ada apa?". Sambil menurunkan pedangnya.
"Kenapa kau sewaspada ini? Kita ada di akademi kekaisaran, tidak mungkin ada orang yang berani menyakitimu yang statusnya seorang pangeran." Jie ran dengan santai mempertanyakan kewaspadaan yue guo shan. Ia juga mengambil tempat duduk di sebelah yue guo shan.
"Hanya jaga-jaga". Suasana hati yang jelek membuat Yue guo shan tidak ingin terlalu banyak bicara. Yaaa meski emang jarang ngomong panjang sihh..
"Ku dengar paman kaisar dan bibi permaisuri berniat untuk menjodohkan mu dengan adik seperguruan xie meng yin". Jie ran sebenarnya sudah bisa menebak mengapa wajah sepupunya ini sangat suram. Hanya saja dia tetap bertanya untuk membuat yue guo shan semakin jelek suasana hatinya karena diingatkan kembali.
"Ya" jawab yue guo shan dengan malas
"Bagaimana menurutmu dengan Perjodohan ini?". Jie ran bertanya sambil menaik turunkan alisnya
Yue guo shan memutar matanya malas lalu menutup matanya. Ia menempatkan tangannya di belakang kepalanya dan mulai berbaring diatas rerumputan. "Tidak tertarik".
"Xie meng yin lumayan cantik, dia juga berbakat, dan dia dari keluarga terhormat. Kenapa kau tidak tertarik sepupuku?" Dia memang heran sama sepupunya ini. Dia merasa seumur-umur dia tumbuh bersama sepupunya ini akan tetapi sepupunya ini serasa tidak menyukai perempuan. Apa jangan-jangan dia tidak suka perempuan?
"Tidak menarik, caper, centil, manja, bikin risih, jelek!". Tanpa basa basi yue guo shan memaparkan apa yang ia tidak suka dari xie meng yin.
Jie ran hanya bisa melongo tak percaya. Pasalnya sejauh yang ia tahu, seorang perempuan itu memiliki sifat centil dan manja memang sudah biasa dan menurutnya itu sangat imut. Bahkan bisa dikatakan xie meng yin ini memiliki wajah yang cantik dan sulit ditemui di daratan ini untuk wanita yang memiliki kecantikan seperti dia. Tapi dimata sepupunya ini, xie meng yin tidak ada apa apanya dan bahkan dengan terang terangan bilang xie meng yin jelek.
"wanita secantik itu kau sebut jelek? Dan menurutku dia tidak terlalu centil atau caper, malah menurutku dia memiliki temperamen yang berani dan mandiri." Jie ran menilai xie meng yin sambil membayangkan paras xie meng yin dan sikap serta sifatnya yang ia tau.
"Kalau begitu kau saja yang menikah dengannya, Aku yang akan bilang ke ayah kaisar dan ibu permaisuri nanti" Yue guo shan berbicara sambil mengambil posisi duduk.. Dia merasa bahwa idenya ini luar biasa.
"Tidak, Tidak, Tidak!!!! Hatiku ini sudah milik dewiku tercinta Xiao Ya. Apa apaan xie meng yin. Jangan macam macam yaaa!!". Meskipun Xie meng yin cantik, berbakat, atau apalah itu tapi dia tidak setuju jika ya harus merelakan Pujaan hatinya demi wanita itu. Dilihat dari manapun xiaoya dimatanya adalah yang paling sempurna dan paling menawan.
"Xiao Ya akan ku pilihkan pasangan yang lebih baik dari pada dirimu. Bagaimana?? Jadi kau tak usah khawatirkan apapun!". Saran yue guo shan.
Jie ran melototi yue guo shan "Akulah satu satunya untuk dewiku seorang!! Yang lain tidak ada nilainya dibandingkan denganku! Jangan coba coba mengenalkan lelaki manapun pada dewiku".
__ADS_1
Yue guo shan merinding
Mau bagaimana pun dia membujuk. Dihati Jie ran hanya ada xiao ya dari dulu. Alangkah lebih baiknya jika dia juga memiliki seseorang di hatinya.