
Setelah sekitar dua minggu Rea berkultivasi, Rea mulai membuka matanya perlahan.
Dalam 2 minggu kultivasi Rea yang asalnya level pemula tingkat 7 sekarang sudah berada di level prajurit tingkat 4. Rea menyadari bahwa pada kultivasi pertama yang hanya berkultivasi selama beberapa jam dan pada kultivasi yang baru saja selesai ia lakukan dan telah berlangsung selama dua Minggu perbedaan yang sangat besar. Di mana pada kultivasi pertama hanya dalam beberapa jam ia berkultivasi ia naik langsung 7 tingkat akan tetapi saat ini dalam jangka waktu 2 minggu ia hanya bisa meningkatkan kekuatannya sebanyak 6 tingkat saja.
Hal ini membuat Rea paham bahwa semakin tinggi kultivasinya makan akan semakin sulit pula naik level nya. Kekuatan yang disebut Qi tidak bisa hanya didapatkan dalam berkultivasi secara singkat saja akan tetapi ia juga harus turun ke lapangan untuk melatih cara bertarungnya Dan juga mungkin dia harus menemukan barang-barang pusaka atau barang-barang yang bisa meningkatkan kekuatannya secara eksplisit. dan mungkin ada juga cara-cara eksternal yang bisa meningkatkan kekuatan secara instan seperti oleh obat.
"Baiklah, Aku rasa aku harus segera memulai petualangan untuk memperkuat kekuatan ku." Ucap Rea setelah ia sudah sepenuhnya sadar dari meditasinya.
Mungkin bila orang lain mendengar jika hanya dalam dua kali kultivasi dan dalam waktu yang sangat singkat Rea bisa meningkatkan kekuatannya dari yang benar-benar tidak memiliki kultivasi sama sekali sekarang tingkat kultivasi nya sudah mencapai tingkat prajurit level 4, benar-benar diluar nalar orang di dunia ini. Semua orang yang mendengar nya akan menertawakannya karena mengira hal itu kemungkinan besar adalah angan-angan nya saja untuk menjadi kuat dan men cap dia gila karena belum pernah ada yang berkultivasi sesingkat itu lalu langsung mendapatkan kekuatan di level yang harus orang capai selama bertahun-tahun lamanya dalam berkultivasi dan berlatih.
Tapi, Rea yang sudah diberi anugerah besar itu justru tidak menyadarinya bahwa dia adalah jenius diantara para jenius yang ada di dunia ini dan malah menganggap bahwa dia masih kurang cepat untuk menjadi kuat.
"Aku harus keluar sekarang dari dimensi, tapi apakah orang-orang yang mengejarku sebelumnya masih ada di luaran sana??." Rea berfikir sambil melihat ke arah atas dan menempatkan satu tangannya di pipi Dan tangan Yang lain melipat di pinggang menahan tangan Yang sedang dia angkat.
"Tenang sajaa,, mereka sudah lama pergi". jawab Binbin tiba-tiba menjawab monolog Rea.
"Benarkah?". Tanya Rea
"Keluarlah, dan kau akan melihatnya benar atau tidak." ucap Binbin sambil melambaikan tangannya.
Sikap sok nya dengan wajah imut seperti anak kecil yang tampang membuat Rea yang sudah kesal menyimpan kembali keinginannya untuk marah karena tidak tega.
"Kenapa sih wajah mu harus diciptakan selucu dan seimut itu?". Rea mulai gereget sebenarnya.
"Aku memang tampan.. Akuilah itu!!". Langsung menunjukkan sikap dominannya yang malah terlihat seperti boneka lucu dimata Rea.
Rea rasanya ingin mencubit Binbin. Tapi Binbin paling benci disentuh oleh orang lain apalagi di cubit.
"Sudahlah,, aku akan keluar." Rea menyudahi langsung obrolan nya dari pada Binbin ngambek mending Rea keluar saja..
Benar kata Binbin. Diluar memang sudah tidakk ada orang yang mencari dirinya lagi..
Rea hari ini berniat akan keluar dari ibukota.
Sudah cukup lama ia berada di ibukota. pembalasan dari dendamnya pada keluarga Bei dan keluarga kerajaan May belum bisa ia balaskan karena ini memang belum saatnya. Ditambah di setiap kerajaan pasti memiliki sosok penjaga yang kuat untuk menjaga kestabilan pemerintahan kerajaan dan untuk menjaga anggota keluarga kerajaan. Rea belum sanggup untuk menantang sosok itu.
__ADS_1
Saat sampai di depan gerbang keluar ibukota, ia melihat gerbang ibukota dijaga ketat seperti sedang memeriksa dan mencari sesuatu. Setiap kereta dan setiap orang dihentikan dan di periksa tanda pengenalnya. Rea tidak punya tanda pengenal, jadi bagaimana dia melewati para penjaga?
Rea melihat seorang pria paruh baya membawa gendongan di punggung nya akan keluar dari gerbang.
"Paman!".
Pria paruh baya itu menengok ke belakang tapi tidak menemukan orang yang memanggil dirinya. Ia melanjutkan jalannya lagi dan mengabaikan panggilan tadi.
"Paman!".
Saat ini ketika pria paruh baya melihat kebelakang sudah ada Rea di belakangnya. membuat pria paruh baya itu kaget dan terjungkal ke belakang.
"Aaa.. "
"Dasar anak zaman sekarang!! Benar-benar tidak menghargai orang tua sepertiku. Apakah kau tidak ada kerjaan lain sehingga kau mengganggu orang tua seperti diriku apakah karena aku mudah di gertak??" Tanya pria paruh baya itu sedih..
"Paman,, maafkan aku. Aku benar-benar tidak berniat mengagetkanmu." Rea buru-buru menghampiri pria paruh baya itu.
"Paman,, Sebenarnya ada apa? mengapa ibukota dijaga ketat?". Tanya Rea setelah membantu pria paruh baya berdiri.
"Apakah begitu? Kalo begitu, Apa paman akan keluar dari ibukota hari ini??". Setelah mengetahui alasan penjagaan ketat di ibukota Rea langsung menanyakan tujuan dari pria itu.
"Benar, paman akan keluar ibukota. Karena paman bukanlah asli dari ibukota. Paman ke ibukota hanya menjual barang dagangan paman sajaa bersama cucu paman." Ucap pria paruh baya itu.
"Tapi kulihat paman sendirian." Rea sepertinya agak lemot hari ini.
"Cucu paman ada di kios tak jauh dari sini. Paman akan pulang untuk mengambil bahan bahan obat yang telah dikumpulkan istriku beberapa hari ini. Gadis kecil kenapa kau terus menerus bertanya padaku? Aku sibuk dan harus segera pulang sebelum gelap!." Pria paruh baya itu sudah mulai kesal dengan Rea. Saat ia akan berbalik dan melanjutkan perjalanan nya Rea tiba-tiba berkata.
"Jika paman bisa mengajakku keluar tanpa di ketahui oleh siapapun maka aku akan memberikan paman uang sesuai yang paman mau." Setelah perkataan Rea keluar mata pria paruh baya itu langsung cerah dan buru-buru berbalik menghampiri Rea.
"Kalau begitu satu tael emas!! Apa kau bisa memberiku satu tael emas??". ucap pria paruh baya itu dengan sangat berharap.
"Baiklah, Aku setuju!." Persetujuan Rea membuat pria paruh baya itu senang sekali.
Pria paruh baya itu menyuruh Rea menunggu disitu sebentar dan dia akan pergi ke kios cucunya untuk meminjam tanda pengenal cucunya.
__ADS_1
Sekitar 10 menitan pria paruh baya itu datang lagi.
Dia menyodorkan satu set pakaian dan 1 tanda pengenal.
"Baju ini milik cucuku, paman lihat ukuran bajumu dan cucuku hampir sama jadi paman meminjam 1 set bajunya. Tidak mungkin jika menyamar sebagai cucuku tapi penampilan mu seperti seorang nona ternama." Pakaian itu akhirnya diterima oleh Rea dan di pakai olehnya. Setelah itu mereka beriringan berjalan ke arah gerbang.
Saat sampai di gerbang, mereka dimintai untuk menunjukkan tanda pengenal dan mereka dibiarkan keluar tanpa curiga oleh para prajurit penjaga gerbang.
Sebelum berpisah Rea bertanya. "Mengapa paman hanya meminta 1 tael emas dariku?".
"1 tael emas sudah sangat banyak bagi paman yang pertahunnya hanya bisa mendapat beberapa puluh Tail perak Paman membutuhkan uang untuk membayar uang sewa dari kios yang ada di ibukota dan juga untuk membayar biaya pengobatan dari anak paman Yang sebelumnya adalah seorang prajurit. Tapi karena dia gagal di medan Perang dia harus pulang dengan luka yang parah. uang yang Paman hasilkan hanya mampu untuk membiayai kehidupan sehari-hari dari keluarga yang terdiri dari 5 orang ini." Mendengar jawaban dari pria paruh baya itu Rea tidak lagi bertanya mengenai permasalahan yang diceritakan oleh pria paruh baya itu karena takut menyinggungnya.
Setelah lumayan jauh dari gerbang ibukota dan jalanan makin sepi, Rea memilih untuk berpisah di situ. "Paman sepertinya kita sudah lumayan jauh dari gerbang ibukota, Aku rasa sudah saatnya untuk kita berpisah disini saja. Jaga diri baik-baik ya paman."
Setelah mengucapkan perpisahan itu dia memberikan 1 dompet kecil berisi uang dan tanda pengenal cucunya kepada pria paruh baya itu lalu langsung pergi.
"Baiklah hati-hati nona, Terima kasih banyak atas bayarannya." Ucap pria paruh baya itu sambil membungkuk berterima kasih.
Saat sudah pergi pria paruh baya itu kemudian membuka dompetnya tapi ia terkejut karena di dalam dompet itu ternyata bukan hanya 1 tael emas melainkan 10 tael emas.
Pria paruh baya itu langsung memanggil Rea di kejauhan akan tetapi Rea hanya melambaikan tangannya sambil terus berjalan. Membuat Pria paruh baya bersujud sukur dan terharu, begitu beruntungnya dia dipertemukan dengan orang yang murah hati.
.
.
.
like and coment💕
.
.
.
__ADS_1
Banyakin atuh komen nyaaa meni pada sepi yang baca teh 😩