REBIRTH OF AGENT BLACK ANGEL

REBIRTH OF AGENT BLACK ANGEL
ROABA 18


__ADS_3

like dan komen terus yaaa biar aku semangat lanjutinnya♥


.


.


.


.


Rea melihat beberapa penari dan matanya tertuju pada salah satu penari yang memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengannya.


Selama para penari latihan dia terus melihat penari itu dan mengingat semua gerakannya. para penari akan menari di acara pertunangan putra mahkota kerajaan untuk memeriahkan acara tersebut. Rea juga tidak ingin ketinggalan untuk memeriahkan nya.


......................


Malam ini cahaya bulan sangat terang seolah memberikan restu pada kedua orang yang menjadi tokoh utama di acara yang diadakan di istana kerajaan May.


Kerjaan May juga tidak kalah terang dan cerah nya karena hiasan dan lilin yang sangat banyak. Tapi bagi Rea ini seperti bukan acara pertunangan sama sekali. ini lebih ke upacara pemakaman atau kaya dusun dukun yang mau beraksi.. Jelas bagi Rea ini sangat tidak terang,, Dia yang biasa melihat keramaian dengan lampu lampu berwarna warni di perkotaan sekarang hanya bisa melihat kelap kelipnya lilin.


Tapi saat menuju ruang perjamuan, tidak disangka disini terang, seperti ada lampu. Rea menengok sana sini dan hanya menemukan bahwa di tengah perjamuan hanya ada 1 benda bersinar berbentuk bola dan bola itu naik turun perlahan. ini seperti bola itu terbang.


Rea yang masih penasaran nyari nyari kabel listrik dan tali yang membuat bola itu ada di atas di sekitar tapi nihil tidak ada. Bahkan Rea sempat sempatnya berfikir bahwa di dunia ini sudah maju dan ada wireless. Tapi masa bisa terbang sendiri. Ohiya Rea lupa kalo dunia ini tuh lebih ajaib orang orang nya di banding dunianya dulu.


"Ko gue kesannya kaya kampungan ya? padahal kan gue yang dari dunia modern nya." Rea membatin memikirkan kenapa ia belum pernah lihat hal seperti itu di dunia modern.


Rea melihat kursi kursi yang berjajar rapi.


tempat ini sangat luas. ada tempat yang akan di tempati oleh para pangeran dan Putri kerajaan May, 5 utusan dari kerajaan lain, dan bahkan ada tempat duduk bagi para pejabat tinggi sampai rendah dan tamu tamu penting lainnya.


Setelah mengamati dengan sangat seksama. Tamu tamu pun mulai berdatangan.


Semua tamu yang datang semuanya menampilkan yang terbaik dari diri mereka memakai pakaian termegah mereka apalagi bagi para nona nona muda yang menganggap acara ini kesempatan besar bagi mereka untuk memikat hati seorang pria yang keluarga nya sederajat atau bahkan lebih tinggi derajatnya dari milik ayah mereka.


Hampir semua wanita yang ada di acara ini terlihat sangat anggun lembut dan pemalu tapi di mata rea pemandangan ini sangat menjijikkan. rea bisa dengan pasti melihat jika mereka sedang berakting dan pura-pura polos.. Tapi para lelaki bahkan lebih menyukai hal yang seperti itu.


sambil bersembunyi dan memperhatikan rea berbicara "Emang yaa lelaki jaman sekarang selera nya ga banget! iiuuuhhh."


Dirasa pengamatannya sudah cukup rea pun berbalik dan kembali ke tenda penari. Saat sampai Rea melihat bahwa mereka sedang bersiap siap dengan baju tari dan dandanan menor mereka meski mereka pakai cadar tipis tapi dandanan menor tetap terlihat samar di luar cadar.

__ADS_1


Bibir semerah cabai dan mata yang bagai burung merak warna warni benar-benar kurang cocok untuk bajunya yang juga warna biru cerah.


Disaat Rea masih fokus, penari yang telah ia tandai sejak awal keluar tenda dan dia mulai mengikutinya. Saat suasana sudah sangat sepi dan jarang dilewati orang, Niat hati rea ingin menggantikannya malah memergoki dia bertemu dengan seseorang. Melihat itu Rea menahan kembali niat awalnya dan malah bersembunyi dibalik semak semak rimbun.


orang itu sepertinya seorang bangsawan. Dia bertubuh tegap dan tampan dengan kulit putih. laki-laki itu berbicara pada gadis penari "Usahakan rencana kita tidak akan gagal. Aku ingin kau saat menari mendekati beberapa tamu terhormat dan memberikan racun ini ke makanan mereka tanpa mereka sadari. Aku harus melihat kekacauan malam ini. Jika semua orang menuduh kerajaan May yang meracuni dia akan menjadi musuh dari kerajaan kerajaan lain." Sambil memberikan bungkusan kecil pada tangan si penari.


"Baik yang mulia." setelah menerima perintah dan bingkisan kecil dia langsung pergi dengan memberikan sedikit penghormatan takut ada yang melihat.


Penari itu sudah jauh tapi Rea masih di tempatnya. Kata-kata pemuda itu berhasil mengalihkan perhatiannya.


Pemuda itu tertawa lantang dan berkata "Kerajaan ini akan jatuh di tanganku! Saat semua hal telah di luar kendali dan kerajaan ini akan runtuh aku akan datang menjadi pahlawan dan menyelamatkan kerajaan ini. Dengan koneksiku pada kerajaan iblis tidak akan sulit meski sudah menyinggung semua kerajaan di daratan ini! Hahahah!.. "


Kerajaan iblis? Kerajaan apa itu? Apakah sangat berkuasa? Dan lagi dia dipanggil yang mulia, siapa dia?


Orang ini hanya memikirkan ego dan keinginan nya saja. Lalu bagaimana dengan rakyat yang tidak bersalah yang harus menanggung beban karena ulah nya? Dan dia malah berani untuk bilang dirinya pahlawan?


Rea berbalik dan menyusul penari yang sebelumnya sudah pergi. Dia melihat penari itu ada di depannya. dan saat akan melewati persimpangan depan Rea buru buru membekap mulutnya dan membawanya ke pinggir.


Dia melihat bangunan yang ada di pinggir nya ini punya space di kolongnya demi membuat bangunan tinggi. Dia menarik masuk gadis penari kedalam dan memukul tengkuk nya hingga pingsan.


Dia mengeluarkan sebuah suntikan dengan isi cairan bening di dalam nya. "Harus gue katakan bahwa gue bukanlah cewe berhati lembut pada lawan dan orang orang yang mengganggu di mata gue. Sayang sekali koleksi cairan mematikan ku berkurang 1 karena gadis tak berarti seperti mu." Rea berbicara sendiri pada tubuh yang pingsan itu.


"Bersyukur lah karena aku dulu pernah menyamar sebagai dokter hewan hanya untuk misi. Misi selesai souvenir nya pun ku bawa. Kini aku akan memberikan sedikit souvenir ku untuk mu. Harusnya kau bersyukur karena kau mati dengan cara yang berbeda untuk pertama kalinya ehh tidak untuk yang kedua kalinya karena kau akan mati dengan sesuatu hal yang belum pernah ada di dunia ini." Seringai Rea sangat cantik tapi juga sangat menakutkan, membawa tekanan dan aura membunuh yang kuat dari kehidupan sebelumnya tanpa ia sadari.


Rea maju dan menyuntikkan cairan tersebut langsung di leher wanita itu. Tak lama kemudian saat ia cek nadi dan nafas nya sudah ia pastikan bahwa gadis ini memang sudah mati.


"Damailah di alam sana, tenang saja setidaknya kau akan membusuk paling tidak 1 bulan kemudian. Tidak akan ada yang menyadari kau disini sebelum efek dari cairan ku menghilang." Rea cukup puas dengan hasilnya.


Rea bersyukur karena di bawah bangunan ini cukup gelap jadi ia membawa gadis mati itu ke dalam dimensi melepaskan baju dari gadis itu dan mulai meniru riasan yang ia kenakan dengan make up yang ia punya.


Saat satu ulasan terakhir "Seperti nya ini sudah cukup." Ia lalu memeriksa bungkusan kecil yang ada di baju penari yang sedang ia kenakan. Mengambil nya dan memanggil Gio "Gioooo,,,, YUHUUUU!".


"Yes Miss". Gio masih dengan ekspresi dan postur tegap yang sama.


"Bawa ini ke lab dan teliti lah racun apa ini." Sambil menyerahkan bungkusan kecil.


"Baik miss". Gio dengan patuh melakukan tugasnya.


Rea pun ke dapur dulu untuk mengambil sesuatu. Ia mencari sesuatu untuk menggantikan racun tadi. karena racun nya bertekstur bubuk jadi dia harus mencari bahan yang bertekstur bubuk.

__ADS_1


Saat mata nya melihat bumbu micin, alisnya langsung naik kegirangan "Ahaa!! ".


Melihat Rea yang sedang girang dan memakai baju yang tidak biasa Binbin pun penasaran. Mengikutinya sampai ke depan pintu ruang ganti, tapi ia mengerutkan alisnya saat melihat seorang gadis tanpa busana ada di sana dan dia tidak bisa merasakan aura kehidupan nya.


Rea menarik tangan gadis mati yang ia baringkan di lantai, Saat akan kembali ke dunia nyata binbin tiba-tiba bertanya padanya "Tidak akan kau pakaikan baju dulu?."


"Gausah! dibaju ga di baju juga tetep jelek." Dan tanpa bersalah langsung menghilang dihadapan binbin membawa gadis mati itu keluar tanpa busana dan membuangnya di tempat semula.


Tanpa basa basi Rea meninggalkan tempat itu dan akan menuju ke tenda penari.


Karena ia menyamar sebagai penari maka ia berjalan seperti cara penari tadi berjalan. Tatapannya terus melihat kebawah pada jalan karena gadis tanpa status berjalan tegap tentu akan menimbulkan ke curigaan bahkan akan mudah menyinggung orang berpengaruh.


Rea menghela nafas karena ruang ganti para penari ada di depannya tinggal melewati jembatan dari kolam memanjang ini lalu dia akan sampai.


Karena terlalu senang ia lupa melihat jalan.


Brukk


Rea seperti menabrak tembok


"Ahh" Rea memegang dahinya sambil di usap usap karena sakit.


Baru Rea sadari jika ia sebenarnya menabrak seseorang bukan tembok.


Perlahan lahan matanya melihat keatas dan Rea bisa melihat lelaki tampan di depannya dengan mata berwarna hitam gelapnya yang terlihat mengkilap terkena cahaya bulan. Pria itu tersenyum ramah dan bertanya "Nona apa kau tidak apa apa?" Ahhh Rea sepertinya akan pingsan melihat senyum manis itu.


Melihat Rea yang tidak bereaksi banyak pun membuat pemuda itu bingung "Nona?? Nona?? Non.. ".


"Mmm?? Maafkan hamba tuan muda, hamba terlalu ceroboh. Mohon maafkan hamba yang kecil ini"


"Tidak apa apa".


.


.


.


Support terus author dan jangan lupa tinggalkan jejak like nya yaa😚

__ADS_1


__ADS_2