
"Heh j*lang! Berani sekali kau merampok kami!!". Ucap nona Lu sambil berkacak pinggang dan memelototi Rea.
"Aku bisa membuatmu tidak bisa berjalan hanya dengan satu tindakanku. Pilihlah! Lebih baik tidak bisa berjalan selamanya atau kau memberikan ku semua barang berharga mu?." Ancam Rea.
"Omong Kosong!!!". Nona Lu sama sekali tidak mempercayai perkataan Rea.
"Kalau kau tidak percaya, aku bisa membuatmu menjadi percobaan pertama. Aku bisa meracunimu tanpa kau sadari. Racunku akan menonaktifkan saraf saraf tertentu secara permanen sesuai pemakaianku. Apa kau mau mencobanya?". Ucap Rea sambil menyipitkan matanya dan berjalan satu langkah lebih dekat dengan nona Lu.
Zi feng yang mengetahui bahwa Rea tidak berbohong langsung menarik tangan nona Lu dan menyeretnya kebelakang. Menutupi kekesalannya Zi feng tertawa kecil lalu berkata "Nona Rea jangan terlalu dianggap serius. Kita akan memberikan semua uang dan barang berharga kita." Karena Zi feng sudah berkata seperti itu, Mau tidak mau ketiganya menyerahkan apa yang mereka punya kecuali senjata dan hiasan rambut.
Setelah semua ada di tangan Rea, Rea memasukkannya kedalam dimensi. Sebagai penyamaran, Rea memakai sebuah cincin di tangannya yang mirip cincin dimensi yang khalayak orang ketahui sehingga saat dia mengeluarkan barang atau memasukkan barang/benda mati yang kecil atau ukuran sedang masih bisa di maklumi. Saat orang lain melihatnya maka mereka tidak akan curiga berlebihan padanya dan hanya mengira mungkin Rea adalah orang yang kaya atau berpengaruh. Tapi tetap saja Rea kadang masih berjaga-jaga dan mengeluarkan serta memasukkan barang ke dalam dimensi secara tertutup.
Saat Rea hendak pergi tiba-tiba Zi Feng memanggilnya lagi.
"Nona.. "
Rea berbalik dan menaikkan satu alisnya "Ada apa?".
"Apa aku boleh tau siapa guru yang telah membuat senjata anda? dan dari mana asal anda?."
"Kau budek ya? Kan aku sudah bilang kalau ini adalah eksperimen ku sendiri. Apa masih tidak mengerti? Aku mau kemana, Guruku siapa, ataupun asalku dari mana memang Apa hubungannya dengan mu? kita tidak seakrab itu sampai-sampai aku harus menjawab semua pertanyaan mu." Rea berbicara sambil terus berjalan maju meninggalkan keempat orang murid akademi Huadan.
Zi feng, orang yang selalu dihormati di Akademi Huadan dan orang yang selalu dihormati kemana pun ia pergi karena tingkat kultivasi nya dan juga karena Ia merupakan salah satu murid inti dari akademik Huadan. Tiba-tiba harus menundukkan kepalanya dan bersikap sopan kepada seorang gadis yang tidak diketahui asal-usulnya. Dia tidak percaya bahwa senjata yang sangat hebat itu merupakan buatan dari jal*ng kecil yang ia temui. Dan pastinya ada seorang master senjata yang telah membuatnya dan memberikan senjata itu padanya dibelakang layar dan latar belakangnya juga tidak biasa. Jal*ng itu tidak ingin mengungkapkan masternya bisa jadi kemungkinan besar karena tidak ingin identitasnya diketahui.
Zi Feng mengepalkan tangannya dengan sangat erat hingga kukunya memutih. Meski dia tidak ingat nama panjangnya tapi nama panggilan Rea sangat jarang atau bahkan mungkin baru gadis itu seorang di dunia ini. "Rea" Nama itu akan selalu ia ingat dan jika kedepannya dia bertemu lagi, maka dia pastikan akan membuat ****** kecil itu bersujud di depannya dan mencium kakinya!!
Keempat orang itu mengantar kepergian Rea dari dalam restoran dengan pandangan benci dan dendam sampai Rea sudah tal terlihat lagi barulah mereka mengalihkan pandangan mereka.
Lalu Fu yang sadar lebih awal dari pandangannya bertanya pada yang lain "Jika kita tak punya uang bagaimana kita bisa menyewa kamar penginapan dan makan?".
__ADS_1
Pertanyaannya membuat yang lain menyadari kesalahan mereka yang tidak menyisakan 1 barang berharga pun di tangan.
"Apa sekarang kita termasuk dalam golongan gelandangan?? Huaaaaa aku tidak mauu... " Nona Lu bertanya dan tanpa menunggu jawaban dari yang lain dia langsung menangis histeris.
......................
"Nah kan gini lumayan.. Gue jadi punya duit mata uang sini tanpa harus jual barang barang gue!." Rea tersenyum puas dengan hasil jajahannya itu.
Berjalan di jalan yang ramai dengan sangat senang dan mood yang baik.
Rea melihat dua orang pemuda berjalan beriringan dengan pakaian seperti rakyat biasa akan tetapi ia bisa merasakan bahwa kedua orang itu bukanlah orang yang sederhana.
Mereka terlihat memakai baju rakyat biasa akan tetapi bahan yang mereka pakai lumayan bagus dan juga membawa pedang di pinggang mereka.
Rea yang melihat itu, tidak ingin menarik perhatian mereka dan ia bersikap seperti biasa saja seperti masyarakat pada umumnya dan berpapasan hingga melewati mereka berdua dengan tenang dan dengan sikap yang biasa yang tidak dilebih-lebihkan bahkan demi menghindari kecurigaan dia sama sekali tidak melirik kedua orang itu.
Dia merasa belum saatnya untuk mencari musuh di luaran sana yang kekuatannya melebihi dia atau bahkan yang dia prediksi tidak bisa di kalahkan oleh senjata-senjata modern nya.
Tapi dia yakin semakin dia kuat, maka penggunaan senjata modern nya pun akan lebih kuat dan lebih maju. Bahkan senjata modern nya akan memiliki energi tambahan dari energi Qi sehingga mengeluarkan kekuatan yang diluar dugaannya, kekuatan yang bisa menghancurkan dunia apabila ia masih berada di abad 21.
Di dunia ini yang rata-rata setiap orang nya memiliki kultivasi dan Bahkan mereka bisa bertarung. Maka senjata seperti itu memang diperlukan untuk bisa melindungi dirinya sendiri.
Setelah berhasil melewati kedua orang itu, Rea tanpa berfikir banyak lagi dan terus berjalan menuju penginapannya.
Akan tetapi kedua orang yang berpapasan dengan rea, setelah melewatinya dengan serempak mereka berhenti tiba-tiba.
Kedua orang itu saling memandang lalu mereka dengan buru-buru mengeluarkan sesuatu dari saku mereka.
Ternyata yang mereka keluarkan adalah mutiara yang telah diberikan oleh pemimpin kerajaan Del, dan setelah melewati rel mutiara itu bersinar dengan cerah dan mengeluarkan reaksi yang membuat mereka kaget.
__ADS_1
"Mu.. Mutiara ini!! Bersinar!!." Ucap salah satu diantara kedua orang itu.
"Apakah wanita tadi???." pertanyaan dari rekannya itu langsung membuat mereka sadar bahwa mereka telah melewatkan momen penting untuk menemukan seseorang yang mereka cari.
"Kau cepat kejar wanita tadi! Aku akan menghubungi rekan kita yang lain yang ada di sekitar sini. Jangan sampai kita kehilangan jejak pemimpin sejati!". Ucap salah satu dari mereka yang memiliki goresan di pipi kanan nya dan berbicara agak keras pada rekannya itu.
Rekan dari pria yang memberikan perintah itu langsung mengiyakan secara tegas. Dia langsung berbalik ke belakang dan menyusul wanita yang tadi berpapasan dengan mereka.
Pemuda yang memiliki luka goresan pedang di pipi kanannya langsung menghubungi rekan-rekan nya yang ada di sekitarnya yang juga sedang mencari orang yang sama dengan cara menyalakan kembang api yang dibuat khusus untuk para prajurit dan mata-mata kerajaan Del.
Duar!
Kembang api itu diledakkan ke langit dan membentuk sebuah simbol yang terdiri dari simbol air dan batu yang melayang berwarna biru tua di langit yang cerah.
Rekan-rekan yang berada di sekitarnya langsung menghampiri sumber dari ledakan petasan itu dan langsung berkumpul dengan pria yang memiliki goresan pedang di pipi kanannya tadi.
Semua orang yang telah ditugaskan untuk mencari pemimpin sejati kerajaan Del tahu bahwa jika mereka menyalakan kembang api dengan simbol kerajaan Del maka seluruh kerajaan di daratan zitao akan tahu bahwa kerajaan Del akan muncul sekali lagi ke permukaan dan menampakan dirinya.
Setelah pemuda yang memanggil rekan-rekannya itu menceritakan apa yang ia temui tadi, semuanya langsung menyusul orang yang sebelumnya mengejar wanita tadi.
Tapi setelah mereka lama mencari mereka hanya bisa menemukan bahwa rekan yang sebelumnya telah duluan mencari wanita sedang berada di depan tembok tinggi kokoh yang ada di gang buntu.
"Adik Apakah kau menemukan wanita tadi?". ucap pemuda yang sebelumnya bersama dengan rekan seperguruannya itu.
"Teman-teman ini sangat aneh, jelas-jelas aku mengikuti wanita tadi tapi saat ia berbelok ke gang ini dia tiba-tiba menghilang di Gang ini. Saat aku melihat mutiara yang diberikan oleh Ratu kerajaan Del, Mutiara ini bersinar tetapi wanita itu tidak ada disini. Apakah ada masalah dengan mutiara ku?" Tanya pemuda yang mengikuti Rea. Tetapi postur nya tidak berubah tetap mematung di depan tembok itu dan tangan nya memegang Mutiara yang memang masih bersinar.
Lalu semua orang mengeluarkan mutiara mereka dan semua mutiara itu juga bersinar.
"Sepertinya pemimpin sejati memang ada disekitar sini. Apakah mungkin dia bersembunyi?". Tanya Tao ke, pemuda yang memiliki bekas luka sayatan di pipi kanannya.
__ADS_1