
Rea melihat sebuah mansion yang tembok pembatasnya tinggi dengan pintu gerbang utama yang megah. mungkin tinggi dari tembok ada 2x dari tingginya dia dan pintu yang ukirannya sangat Bagus. saat ini pintu tersebut terbuka dan dua orang penjaga berdiri di depan pintu dengan sebuah tombak di masing-masing tangannya.
Jika di perhatian, kedua orang penjaga ini cukup terlatih dengan badan kekar. Jelas bahwa yang di tempatkan sebagai penjaga pintu saja bukanlah orang sembarangan.
Rea berdecih memikirkan ini. Keluarga kaya, hits dan sangat disegani oleh orang banyak tanpa disangka memperlakukan puteri sah nya seperti ini. keluarga ini sama buruknya dengan keluarga nya di masa lalu setelah orang tua nya meninggal mereka hanya berusaha untuk menyingkirkan nya hanya karena ingin mendapatkan harta peninggalan dari orang tua nya.
Untung saja Rea bergabung sebagai agent di negara nya. hingga ia sulit dilacak dan sulit di bunuh. Tapi dengan bodohnya dia malah mempercayai seorang penghianat yang malah merencanakan pembunuhan bersama sepupunya.
Rea menutup matanya dan menghela nafas panjang. Berbicara pada dirinya sendiri "Enough Rea, gausah mikirin lagi lelaki brengsek itu. Dendam ini bisa di selesai kan setelah semuanya berakhir." Melihat ke langit "Tapi,,, apakah aku bisa kembali lagi ke dunia itu." Terlihat pandangan sayu dari matanya.
lamunannya tidak bertahan lama setelah salah satu penjaga dari pintu meneriaki dirinya.
"hey! Siapa kau? Jangan berdiri disana jika tidak memiliki kepentingan! Pergi kau!!." Teriak penjaga itu sambil menunjukkan jarinya pada Rea.
Rea benar-benar malas meladeni penjaga yang tidak sopan itu. Jadi dia mengeluarkan pistol yang sudah memakai alat peredam menyembunyikan tangannya di dalam lengan bajunya lalu menembak kedua penjaga tanpa suara.
Hal ini menyebabkan beberapa orang yang berlalu lalang terhenti seketika. pasalnya orang-orang hanya melihat Rea mengangkat kedua tangannya lalu kedua penjaga jatuh tidak berdaya. Tidak diketahui hidup dan matinya.
Menghadapi pandangan aneh dan terkejut dari orang-orang yang berhenti berjalan. Rea hanya tetap berjalan lurus untuk memasuki rumah itu. Saat akan mencapai pintu dia berhenti sejenak dan melihat kebelakang sedikit lalu berbicara "Pergilah, ini hanya urusan internal keluarga."
Orang-orang yang melihat nya jelas kaget. Masalah internal keluarga? apakah keluarga jenderal menyinggung seseorang atau kerabatnya? ini benar-benar berita panas dan baru!
orang-orang pun mulai pergi dan menggosipkan apa yang mereka lihat pada teman atau orang yang sedang berkumpul untuk mengobrol.
Jelas hanya dengan waktu singkat berita bahwa ada seorang wanita misterius yang memiliki kekuatan tidak biasa telah disinggung oleh keluarga jenderal bahkan penjaga yang memiliki kultivasi Prajurit level 9 ditumbangkan dalam sekejap dan sekarang wanita misterius itu telah datang untuk meminta pembalasan.
Sementara Rea saat tadi melihat banyak orang kemudian berlari setelah dia suruh pergi. Dia sangat mensyukuri bahwa lengan bajunya yang ia pakai dapat menutupi pistol yang ia gunakan.
__ADS_1
Masalahnya tubuh yang ia tempati sekarang masih harus berlatih dan berolah raga agar kuat. meski dia memiliki berbagai seni bela diri yang ia hafal di otaknya apabila tubuhnya tidak memiliki konstitusi yang bagus itu sama saja bohong. Dia akan berniat memulai kultivasi setelah memasuki rumah jenderal ini.
Dikarenakan Rea memakai cadar jadi tidak ada yang mengetahui identitas miliknya sehingga semua orang yang melihatnya menjadi waspada. dalam sekejap saat Rea berhasil memasuki halaman depan rumah Jenderal dia sudah di kepung oleh banyak penjaga bayangan dan prajurit yang bekerja dirumah jenderal.
"Siapa kau?." Ucap prajurit A
"Ada Urusan apa kau kemari?." Ucap prajurit B
Rea tidak berniat menjawab dan akan meneruskan langkahnya memasuki kediaman.
Merasa bahwa wanita ini keterlaluan dan tidak menghiraukan pertanyaan yang mereka ajukan. salah satu prajurit yang sudah sangat geram dengan perilaku Rea langsung berteriak "SERANG!!."
"HYAAA!!!... "
Banyak orang maju dan akan bertarung dengan Rea menggunakan tombak dan pedang yang mereka pegang.
Rea yang masih memegang pistol dengan peredam suara sangat santai. memperhatikan sekitarnya dan..
Melihat teman-teman nya yang lain telah jatuh dengan luka di dada dan kepala dengan tiba-tiba, yang lain langsung panik dan dalam keadaan siaga. Tidak ada yang berani mendekati wanita yang menurut mereka sangat misterius ini.
Setelah keheningan beberapa saat.
Suara seorang pria dengan bariton yang sangat menggelegar terdengar. "Berhenti!!"
kerumunan orang yang mengerubungi Rea membentuk sebuah jalan. Terlihat seorang Pria yang gagah dan berwibawa mendekati dirinya. Meskipun sudah paruh baya tapi masih tetap gagah berani dengan badan tegap. Fitur tampangnya juga masih terlihat dengan begitu Rea bisa menilai jika lelaki ini saat muda sangatlah tampan dan banyak disukai wanita.
"Halo ayah, Apa kabarmu?." ucap Rea sambil melepaskan cadarnya.
__ADS_1
Deg!! lelaki paruh baya itu sangat kaget. Meski ada sedikit kekhawatiran dan kerinduan dimatanya, dalam sekejap semua itu hilang dan di gantikan oleh amukan murka dari pria yang Rea sebut ayah.
Ya,, itu adalah Liu Wang. Jenderal besar kerjaan May saat ini.
"Beraninya kau menginjakkan kakimu disini setelah menghilang selama lebih dari 3 hari!! Kau hanyalah aib keluarga! Apa kau tidak tau bahwa seorang gadis yang tidak pulang dalam semalam adalah penghinaan bagi keluarga??."
Saat amukan itu berlangsung,, beberapa anggota keluarga jenderal keluar dari dalam dan menonton apa yang terjadi. Bisa dilihat disana ada 3 orang selir termasuk selir yang menjual dirinya beserta 4 orang gadis dan 2 orang laki-laki. ke empat orang gadis bisa Rea pastikan lebih muda dari pemilik tubuh ini dan 2 orang lelaki yang 1 lebih tua darinya dan yang 1 lagi lebih muda.
Tiba-tiba ingatan masuk ke dalam otak Rea. Didalam ingatan itu Rea bisa mengetahui bahwa anak lelaki yang paling tua disana adalah kakak kandungnya sendiri. Hanya saja semenjak Ibu kandung nya telah di fitnah berselingkuh dan termakan fitnahan bahwa dia bukanlah darah daging Liu wang. Kakak nya menjauhinya dan membencinya. Melihatnya hanya sebagai aib keluarga dan tidak pernah membela nya saat pemilik aslinya yang dulu dibully.
Sungguh miris memiliki kakak yang seperti itu. Dia lebih menyayangi dan perhatian pada saudara saudara tiri nya yang lain daripada dirinya. Padahal meskipun memang benar bahwa ia bukanlah anak dari Liu Wang tetap saja dia lahir dari ibu yang sama dengan kakaknya ini. Apa bedanya dengan saudara tirinya yang lain? jika mereka hanya beda ibu maka perbedaan nya aku dengan mereka mungkin hanya beda ayah. Tapi kakaknya ini memandang dirinya lebih buruk dari sampah.
Jika dia tau bahwa sebenarnya dia memang adik kandung seayah dan seibu apa dia akan menyesal? Tapi, untuk apa penyesalan itu saat pemilik tubuh yang asli ini telah pergi meninggalkan mereka?. Jika mereka menyadari kesalahan mereka dan sadar bila semua ini hanya plot belaka apakah pemilik asli tubuh ini akan memiliki untung? Tentu saja tidak. Penderitaan, pengucilan, penghinaan, dan rasa tidak dianggap selama 15 tahun lebih tidak sebanding dengan rasa penyesalan mereka. Meski pemilik asli tubuh yang ia tempati memaafkan mereka tapi Rea berjanji tidak akan memaafkan mereka. Rasa sakit yang di derita Liu Xufei bukanlah rasa sakit yang mudah untuk dihilangkan bahkan bagi dirinya yang orang asing saat merasakan rasa sakit ini dia benar-benar kecewa pada keluarga ini.
Tiba-tiba Rea tertawa kecil mengejutkan semua orang yang ada "xixixi.. memangnya kenapa jika aku menjadi aib keluarga hanya karena tidak pulang 3 hari? Bukankah di mata kalian semua aku sudah menjadi aib selama belasan tahun?."
Suaranya kecil tapi ada kesedihan mendalam dalam suara itu dan berhasil menusuk hati setiap orang terutama ayahnya dan kakak nya itu.
"Lalu apa sekarang? Kau akan mengusirku? Bukankah aku juga anakmu? Mengapa rasanya sangat tidak adil? Apakah aku hanya pajangan disini?." Tanya Rea Sarkas.
*Rea dikenal sebagai Liu Xufei di dunia ini. jadi kalo author bilang atau nyebutin salah satu dari nama itu maksudnya adalah orang yang sama
"LIU XUFEI!!." Tangannya telah terangkat tinggi dan akan menampar Rea. Tapi terhenti saat Rea melangkah maju dan menunjukkan pipinya.
"Ayo tampar! tampar yang keras disini, dipipi ini!! Bukan kah kau merasa benar?.!
"Lancang!!." PLAKK Lalu satu tamparan keras pun mendarat di pipi Rea. Pipi nya langsung merah dan tercetak gambaran tangan dipipinya saking kencangnya tamparan itu.
__ADS_1
Rea memegangi pipinya dan tertawa parau "Hahahaha."
"Sungguh aku baru pertama kali melihat seorang jenderal yang bodoh sepertimu. Tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar lalu untuk apa kau menjadi jenderal bila urusan keluarga yang sepele seperti ini saja tidak bisa kau atasi?