
"Aku dengar acara pertunangan kakak seperguruan Ou Li dan kakak seperguruan Mu berjalan dengan sangat megah! Bahkan banyak tontonan menarik dari keluarga jenderal dihari itu!". ucap seorang pemuda yang agak kurus dari salah satu pemuda yang ada di depan mejanya.
Rea mengerutkan alisnya. "Tunggu!. Kakak seperguruan? Mereka adalah adik seperguruan si monyet Quo Ou Li sama si uler Bei mu ren? Dunia emang sempit, dari sekian banyak orang yang bergosip aku harus mendengarkan mereka bergosip dengan keras didepanku". Batin Rea sambil sambil memijit antara alisnya dan sedikit menunduk.
"Kakak seperguruan Fu benar. Pertunangan mereka sangat megah. Sayang sekali kita tidak bisa menghadiri pesta pertunangan mereka karena misi yang di berikan oleh pihak akademi untuk kita. Pokoknya kita harus datang ke acara pernikahan mereka apapun yang terjadi! Acara pertunangan kemarin benar-benar sangat disayangkan karena kita tidak hadir, pasti banyak tontonan menarik di sana tapi aku tidak bisa menonton nya dengan mata kepalaku sendiri." ucap seorang gadis diantara para pemuda itu.
"Adik seperguruan Lu, untuk meredakan kekesalan mu bagaimana kalau kakak seperguruan mo menceritakan beberapa kejadian menarik yg terjadi selama pesta perjamuan pertunangan kakak seperguruan Ou Li dan kakak seperguruan Bei mu ren?". Pemuda dengan senyum manis yang menyebut dirinya sebagai kakak seperguruan Mo membujuk gadis dii depannya yang ia panggil adik seperguruan Lu.
"Baiklah!!." Gadis yang di panggil Lu itu langsung bersemangat saat mendengar apa yang dibicarakan kakak seperguruannya.
Bukan hanya gadis itu saja yang terlihat antusias. Bahkan pemuda lain yang semeja dengannya juga terlihat antusias. Hanya 1 orang gadis selain gadis yang bernama Lu itu yang terlihat diam dan tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Ku dengar dari gosip yang beredar, Keluarga Jenderal yang semula sangat dikagumi dan disegani sekarang sudah bukan lagi seperti dahulu. kini Jenderal Liu telah menjadi seorang pejabat tingkat 3. Meski begitu, banyak tentara yang tidak terima akan penurunan jabatan dari Sang Jenderal besar yang telah mereka ikuti selama lebih dari 10 tahun. Maka dari itu Kaisar memutuskan bahwa Jenderal besar akan diturunkan menjadi Jenderal sebuah kota perbatasan yang sama tingkatannya dengan para pejabat tingkat 3. Jenderal Liu masih bisa memegang kekuasaan atas pasukan hanya saja pasukan yang ia pegang mungkin kurang dari seperempat dari saat ia menjadi Jenderal Besar dan ia akan dipindahkan ke perbatasan Timur bersama dengan seluruh keluarganya". Ucap pemuda yang menyebut dirinya sebagai Mo.
Gadis cantik yang bernama Lu itu merasa tidak puas "Hanya seperti itu? Lalu bagaimana dengan anak-anak nya yg telah melakukan dosa besar di dalam istana??."
"Persidangan mereka sore ini.. kemungkinan mereka akan di eksekusi karena telah mempermalukan nama kerajaan May. Kaisar tidak menghukum seluruh keluarga nya karena mengingat jasa besar jenderal semasa hidupnya pada kerajaan." Lanjut Mo
Lalu orang yang dipanggil dengan kakak seperguruan Fu oleh nona Lu menambahkan "Kalian juga tidak boleh ketinggalan dengan 1 tokoh besar lainnya pada acara itu! Itu adalah nona tertua keluarga Liu.. Ku dengar dia memutuskan hubungan dengan keluarga Liu sebelum kejadian memalukan itu terjadi. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nona keluarga Liu yang di rumor kan hanya seorang sampah ternyata memiliki bakat dalam bernyanyi! Banyak yang bilang bahwa suaranya sangat Indah dan sekarang dia sedang dicari cari oleh para musisi ternama dan para sastrawan karena bahasa yang ia gunakan saat menyanyi membuat banyak orang penasaran."
__ADS_1
"Tetap saja hanya seorang sampah tanpa kultivasi! Hanya bakat menyanyinya saja tidak akan membuat dia bisa di hormati di dunia ini. Dengan keterampilan nya menyanyi itu palingan hanya bisa menyanyi di rumah bordil atau restoran yang memiliki panggung saja! Dia tetap tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan kakak seperguruan Bei Mu Ren yang cantik, menawan dan berbakat dalam kultivasi!." Nona Lu langsung membantah pujian dari pemuda yang bernama Fu.
"Ku dengar dia di bantu oleh putra mahkota kerajaan Qin". Ucap seorang gadis yang dari tadi hanya diam disana. Dengan wajah suram dan tangan terkepal erat saat dia membayangkan bahwa pujaan hatinya membela dan membantu wanita lain.
"Cih!! Tenang saja kakak seperguruan Feng. Aku akan membantu mu untuk membalaskan dendam! aku juga tidak suka wanita kecentilan seperti dirinya. Ditambah banyak rumor yang mengatakan bahwa nona tertua keluarga liu dulunya memanglah seorang pelacur, Mana mungkin wanita busuk seperti itu pantas disandingkan dengan putra mahkota kerajaan Qin dan murid lelaki paling berbakat dari akademi Nanjiang! Sebaliknya, Kakak seperguruan Feng yang merupakan murid wanita paling berbakat dari akademi Huadan lebih pantas bersama yang mulia!." Ucap nona Fu
Rea hanya berniat ingin makan tapi dimana mana ia hanya mendengar gosip mengenai keluarga jenderal yang hancur. Bahkan ada beberapa orang yang juga membicarakan dirinya ada yang memujinya ada juga yang menghinanya.
Tetapi dari semua orang yang ada mengapa ia harus di pertemukan dengan orang-orang didepan mejanya ini. Mereka seolah olah melihat Quo Ou Li dan Bei Mu Ren dan gadis bermarga feng itu sebagai Dewa dan Dewi mereka. terus memuji mereka berdua dan menjatuhkan dirinya.
Telinganya panas mendengarnya akan tetapi dia menahan emosinya.
Pelayan membawa mie dan minuman pesanannya dengan nampan. Tapi saat akan mencapai meja Rea kaki si pelayan tersandung oleh kaki pemuda dari meja di depannya yang ia ketahui bermarga Fu.
Makanan dari nampan langsung terbang dan akan jatuh menimpa Rea tapi karena reflek nya yang bagus Rea langsung mundur beberapa langkah dari tempatnya duduk tadi sehingga.
Bang!
Mie kuah yang pedas dan pecahan mangkuk beserta air dari minumannya langsung tumpah di tempat duduk Rea sebelumnya tapi untungnya Rea sempat menghindari nya sehingga makanan itu tidak tumpah dan menimpa dirinya.
__ADS_1
Pelayan itu langsung berdiri dan dengan ketakutan cepat-cepat meminta maaf pada Rea.
"Ahhh... Nona maaf kan aku nona. Aku benar-benar tidak sengaja!! Apakah nona baik baik saja??." Tanya pelayan pengantar makanan itu dengan gemetar.
"Aku tidak apa-apa. Tidak perlu di permasalahkan." ucap Rea yang memang ia tidak ingin menyulitkan orang kecil.
Tapi hal ini membuat pemuda yang bernama Fu sangat tidak senang.
"Heh bocah tengil!! Apa kau tidak merasa bersalah padaku? Kau menginjak kaki ku dan kau malah meminta maaf padanya saja? Apa kau buta!!". Amuk pemuda yang bernama Fu.
Pemuda ini menimbulkan keributan tapi teman-teman seperguruannya yang lain tidak menghentikannya bahkan malah santai saja dan melanjutkan makan serta minum teh mereka dengan manis.
"Tingkat kesombongan ini, Aku suka! Tapi dihadapanku, Hanya aku yang berhak bertindak sesombong itu!". Rea menyunggingkan senyumnya seraya membatin.
"Ohh bukankah kau yang seenaknya menjulurkan kakimu ditengah ramainya restoran dengan pengunjung? Seharusnya kau yang meminta maaf padanya!." Ucap Rea sambil melirik pemuda Fu itu dengan dingin.
Lirikan yang acuh tak acuh serta membawa aura menyeramkan itu langsung membuat tubuh Fu merinding. Dia melihat wanita di depannya dengan agak kaget. Karena dia sebelumnya belum pernah mendengar ada wanita yang bisa menggetarkan hati dengan aura membunuh yang pekat seperti ini.
Dengan wajah serius dan mengerutkan keningnya dia bertanya pada wanita di depannya.
__ADS_1
"Siapa kau?? ".