
"Layar pesan tak berguna apa ini yang ada di hadapanku? Aku tidak punya waktu untuk mengetahui apa itu, aku harus segera melihat keadaan Amy."
Aku pergi ke tempat Amy yang sedang berbaring di tanah. Aku memeriksa untuk melihat apakah ada luka yang terlihat.
Syukurlah sepertinya Amy tidak terluka parah dan baru saja pingsan. Aku mengangkatnya dan meletakkannya di punggungku, aku melihat sekeliling dan menemukan tiga anak laki-laki lainnya. Gary masih pingsan di bawah pohon. Sedangkan dua lainnya, aku tidak terlalu yakin dengan kondisi mereka.
Aku hanya memiliki kekuatan untuk membawa satu orang lagi. Jika seseorang ditinggalkan di sini sendirian, maka ada kemungkinan besar seekor binatang buas akan datang dan memangsanya. Aku harus membuat pilihan tentang siapa lagi yang akan aku bawa dan aku pun berjalan ke arah Gary di bawah pohon.
Meskipun kami berdua telah bertengkar satu sama lain, tapi aku mengetahui bahwa Gary seperti itu untuk melindungi nyawa Amy. Dua anak laki-laki lainnya adalah orang asing bagiku. Aku mengambil Gary dan memeluknya dalam pelukanku sementara Amy di punggungku.
Setelah itu aku berjalan keluar dari hutan itu dengan lambat, meskipun aku sudah bertambah kuat tetapi membawa dua orang membutuhkan kekuatan ekstra.
Aku tidak tahu berapa lama aku sudah berjalan dan penglihatan ku semakin lama semakin buram. Aku terus berjuang agar tetap stabil agar bisa keluar hutan dengan selamat.
Aku akhirnya keluar dari hutan dan memasuki area desa, aku pun bisa mendengar suara seseorang.
"Ada beberapa anak di sini"
"Sepertinya mereka datang dari arah hutan."
"Itu pasti anak-anak yang hilang, cepat panggil orang tua mereka!"
Seluruh warga desa datang dengan cepat untuk melihat apa yang sedang terjadi, orang tua dari anak-anak itu juga datang. Aku menurunkan Gary dan Amy dengan lembut ke tanah.
"Tolong periksa apakah mereka baik-baik saja!" Aku mencoba berdiri dan berjalan pergi tetapi dengan cepat aku pun terjatuh ke tanah. Yang bisa aku dengar hanyalah suara-suara.
"Apa yang terjadi disini?"
"Aku tidak tahu dia datang membawa mereka berdua dari arah hutan."
"Bagaimana dengan Bob dan Kyle"
"Maaf, dia hanya membawa dua ini."
Aku tidak tahu wanita itu siapa, dan dia datang kearah ku. Dia datang lalu memegang kerahku dan mengangkatku dari tanah.
"Di mana Bob dan Kyle?" Tanya wanita itu sambil menangis.
__ADS_1
Aku ingin menjawab, tetapi aku terlalu lelah sehingga aku tidak bisa menggerakkan semua bagian dari tubuhku.
Tiba-tiba dia menampar wajahku.
"Kau anak terkutuk, ini semua salahmu dimana anak-anakku"
Aku tidak percaya apa yang terjadi, kenapa dia menamparku. Jelas-jelas wanita itu takut pergi ke hutan dan dia menyalahkan ku atas semua yang terjadi.
Warga yang lain pun mulai membela wanita itu.
"Katakan padaku di mana mereka berada?"
"Aku tahu kau pasti penyebab kenapa anak-anak itu pergi ke hutan"
"Kutukan itu benar, lihat apa yang terjadi pada anak-anak yang ada di desa ini"
Mereka pun mulai menampar wajahku berulang kali. Setiap kali aku akan pingsan, mereka akan menamparku lagi agar tetap terbangun dan menanyakan di mana anak-anak itu berada.
Aku pun berusaha mengumpulkan tenaga dengan kekuatanku untuk mengeluarkan beberapa kata.
Para wanita itu pun berhenti memegangi ku dan melemparkan ku ke tanah.
Dan wanita itu pun berteriak "Apa kau baru saja meninggalkan mereka di sana?"
Orang-orang di sekitar ku pun mulai meneriaki ku dengan kata-kata kasar.
"Bagaimana mana bisa anak terkutuk itu begitu tidak berperasaan"
"Mereka akan menjadi santapan binatang buas jika berada di dalam hutan"
"Dia adalah anakku satu-satunya" ucap perempuan itu sambil menangis
"Apakah mereka lupa bahwa aku pun juga seorang anak, apa karena rambut merah ini jadi mereka pun melupakan bahwa aku juga seorang anak-anak."
"Apakah mereka sudah menganggap aku sebagai monster? Bukankah para manusia itu lebih kejam daripada monster yang sebenarnya?." Batin Ray dalam hatinya
Para wanita itu pergi dan mengambil papan kayu di dekatnya. Dia mulai berjalan ke arahku lagi.
__ADS_1
Aku bisa mengetahui niat mereka bahwa mereka berniat buruk, dia akan memukulku dengan papan itu.
"Seperti inikah hidupku berakhir."
Aku membuat janji lain pada diriku sendiri bahwa jika aku mendapat kesempatan ketiga, aku akan membalas dendam sepuluh kali lipat dari apa yang mereka lakukan.
Para wanita mulai mengayunkan papan kayu ke arah wajahku. sebelum papan kayu itu menyentuh wajahku, tiba-tiba papan kayu itu terbelah menjadi dua, membuat papan itu meleset.
Aku menoleh ke arah orang yang berdiri di depanku. Aku melihat seorang anak kecil dengan rambut pirang keriting, itu Gary.
Penglihatanku menjadi hitam dan aku pun pingsan.
****
Beberapa saat yang lalu Gary terbangun. Dia melihat sekelilingnya, tidak percaya bahwa dia masih hidup dengan saudara perempuannya di sebelahnya. Bagaimana dia bisa selamat dari serangan serigala. Hal terakhir yang Gary ingat adalah dia diserang oleh serigala itu.
Dia mendongak dan bisa banyak orang yang ada di sekitar Ray. Dia bertanya kepada orang tuanya yang berdiri di belakangnya sambil menggendong dia dan saudara perempuannya.
"Ada apa, bagaimana aku bisa keluar dari hutan?"
"Ketika kami sampai ke sini, Ray menggendongmu dan Amy, kami tidak percaya dia akan memaksa kalian, masuk ke dalam hutan," kata ibunya.
Ya dia pasti telah mengancam kalian untuk memasuki hutan itu" Ayahnya setuju.
Orang tuanya sudah menganggap apa yang dikatakan penduduk desa lainnya sebagai kebenaran. Dalam pikiran mereka, kata-kata yang mereka ucapkan masuk akal.
Tapi Gary tahu mereka salah, itu adalah idenya untuk pergi ke hutan dan berburu binatang buas. Satu-satunya penjelasan yang dia miliki untuk situasi ini adalah bahwa Ray pasti telah menyelamatkan mereka.
Dia melihat Ray terluka parah dengan bekas cakar di dadanya, hal itu semakin menguatkan pemikiran Gary.
"Mengapa semua orang menyerang orang yang telah menyelamatkan ku?" Gumam Gary sambil menjauh dari orang tuanya dan menghunuskan pedangnya.
Saat papan kayu itu hampir mengenai Ray, dia menebas papan kayu itu menjadi dua sehingga membuat papan itu meleset dari Ray dan terjatuh ke tanah.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti orang yang telah menyelamatkanku dan adikku" teriak Gary.
(Like dan support kalian sangat berarti untuk author)
__ADS_1